
setelah pertandingan timnas, nicole merasa kalau ade menjadi lebih banyak diam. ade jarang sekali bicara, bahkan lebih sering berada di studio sendirian. nicole merasa ade masih marah dengan nya. tetapi nicole masih belum berani membahas masalahnya. bahkan kali ini pun, nicole merasa takut sekali ketika ingin mendekati nya. suasana semakin tidak baik. nicole pun berencana akan segera membahas nya dan akan menemui ade setelah makan siang nanti. dengan segera dia menuju studio untuk mengajaknya makan bersama kedua anak nya.
"yank, makan dulu yuk bareng anak anak. mereka sudah menunggu mu. "
tetapi ade hanya membalas.
"kalian makan duluan saja. aku lagi gak nafsu makan. belum lapar. "
kembali nicole semakin yakin kalau ade memang sedang tidak baik baik kali ini. nicole segera menghampiri dan coba mencari solusi dengan berkata.
"kamu masih marah dan kecewa ya sama aku? aku minta maaf yank. semua aku serahkan pada mu. aku gak akan meminta apa apa lagi. terserah kamu mau nya gimana. "
ade tetap diam dan terus memandang layar laptop nya. melihat ade tidak merespon, kembali nicole bertanya dan meminta penjelasan.
"yank, jawab dong. kamu mau nya gimana? aku serba salah loh ini. plis jangan marah lagi. maafin aku. "
perlahan ade menoleh ke arah nicole. lalu ade coba berkata.
"rasa percaya ku sudah hilang. sepertinya aku sudah benar benar kecewa. aku mau kita pisah dulu untuk beberapa waktu kedepan. "
nicole yang mendengar kalimat itu hanya kaget sekali. karena dia tidak menyangka kalau ade berani mengambil keputusan seperti ini. dengan isak tangis, nicole coba meminta penjelasan lagi.
"apa harus seperti itu? kenapa efeknya terlalu besar yank? apa yang membuat kamu ingin pisah? bagaimana dengan anak anak nanti yank? "
kembali ade berkata.
"mau sampai berapa banyak aku kasih kamu kesempatan? aku merasa, kalau aku memang gak bisa bikin kamu benar benar cinta dan sayang ke aku. jadi mau apa lagi? "
nicole hanya bisa menangis. dengan segera dia memeluk ade sambil berkata.
"aku gak mau pisah yank. aku sayang sama kamu, aku juga cinta sama kamu. aku pun gak sadar dengan kejadian kemarin itu. "
ade hanya tersenyum. kembali dia terdiam. dia mencoba memejamkan mata sejenak. lalu dia berkata.
"yasudah, nanti kita bicarakan lagi. sekarang kamu temani anak anak makan dulu. aku masih belum lapar. nurut deh sama aku. temani aidan dan nadia. "
kali ini nicole tidak bisa menolak. dia pun segera turun untuk menuju ruang makan.
sementara ade, dia masih terus terdiam. hingga akhirnya dia memutuskan akan keluar sebentar menuju rumah teman lama nya. teman seperjuangan yang dulu pernah merawat nya ketika ade sedang berada di posisi susah dan sulit serta serba kekurangan. dengan segera dia bergegas. ketika melewati ruang makan, nicole yang melihat pun langsung memanggil nya.
"yank, mau kemana?? "
ade hanya mengatakan.
"mau keluar sebentar. nanti juga balik. gak lama kok. "
kembali nicole berpikiran kalau ade akan pergi menghindar. namun belum dia mengeluarkan kalimat, tetapi ade sudah langsung menuju luar rumah dan langsung pergi dengan sepeda motornya. aidan dan nadia pun bertanya.
"ayah mau kemana momm? kenapa ayah gak ajak kita? "
nicole mencoba memberi penjelasan sedikit melenceng. agar kedua anaknya tidak mengetahui apa yang terjadi antara ayah dan mommy nya.
"ayah sedang ada perlu nak. nanti juga pulang kok. sekarang, kalian harus terus bisa saling menjaga ya. kaka jagain adik nadia, nadia jagain kaka aidan. "
mereka pun menjawab bersamaan.
"iya momm. "
waktu pun sudah memasuki sore, tetapi ade belum juga datang dari perginya. bahkan aidan dan nadia pun selalu bertanya sosok ayahnya. gak lama nadin dan doni pun datang, mereka ingin bermain sambil bersantai. tanpa ragu, nicole pun mencoba memberitahu pada nadin dan doni tentang masalah rumah tangga nya saat ini.
"nad, ade sepertinya sedang marah. dari semalam dia diam gak pernah bicara, bahkan malam pun dia memilih tidur sendiri di studio. hari ini pun dia sedang keluar dan belum pulang sampai sekarang. "
nadin pun mencoba menenagkan nicole.
"tenang cong, gue yakin kalau si borr gak akan macam macam. paling dia cuma main ke rumah teman atau ke suatu tempat untuk menenangkan pikiran. "
nicole memberitahu tentang apa yang ade ingin kan siang tadi.
"tapi dia minta pisah nad. dia meminta pisah untuk beberapa waktu kedepan. gue sendiri gak percaya dengan apa yang dia ucap. "
melihat nicole menangis, akhirnya nadin memeluk dan berkata.
"lo tenang aja cong. nanti gue coba jelasin ke si borr yang sebenarnya terjadi. sekarang lo harus tenang dalam menghadapi masalah seperti ini. "
__ADS_1
gak lama nadia datang dan kembali bertanya tentang ayah nya yang belum datang.
"ayah kok lama si momm? aku mau main bareng ayah. "
nicole mencoba berkata pada anak perempuan nya itu.
"yasudah, coba kita telepon ya nak. "
gak lama panggilan pun tersambung.
"haloo.... "
dengan segera nicole berkata.
"kamu masih lama yank? nadia selalu bertanya kapan kamu pulang. kamu dimana sih yank? "
"aku lagi di rumah teman, di babakan. nanti juga pulang kok. "
"iya kapan? ini anak mu sudah rewel loh. "
akhirnya nicole memberi ponsel nya pada nadia. dengan segera nadia berkata pada sang ayah.
"ayah kok lama perginya? ayah marah sama mommy ya? kan ayah tadi pagi bilang ke aku dan kaka suruh maafin mommy. tapi kenapa ayah sendiri gak mau maafin mommy? ayah cepat pulang, nadia mau main bareng ayah. pokoknya pulang sekarang. "
nicole dan nadin benar benar tercengang dengan perkataan nadia tadi. mereka tidak menyangka kalau nadia bisa berbicara seperti itu. bahkan ade juga hanya terdiam ketika mendengar anak nya berkata seperti itu. ade semakin menilai kalau nadia benar benar sudah pintar dan sangat tajam dengan setiap apa yang dia lihat dan dia rasa. lalu ade membalas.
"iya nak. nanti ayah pulang. kamu tunggu ya. kamu dan kaka jagain mommy dulu sampai ayah datang. "
kembali nadia bertanya.
"ayah masih marah sama mommy? "
ade hanya membalas senyum dan berkata.
"enggak nak. ayah gak marah sama mommy. ayah kan sayang sama mommy, sayang sama kaka, sayang kamu juga. yasudah ayah pulang ya. kamu tunggu"
akhirnya telepon pun berakhir. namun ternyata nicole meloudspeker panggilan nya itu, sehingga dia dan nadin pun mendengar apa yang ade dan nadia katakan tadi. sambil menunggu ade datang, kembali nicole bercerita pada nadin. sambil menggendong freya disana.
setelah hampir setengah jam, ade pun datang, dia langsung menemui aidan dan nadia lalu memberikan es krim pada nya. kembali ade hanya langsung menuju halaman belakang untuk bersantai tanpa nenyapa nicole dan nadin yang tadi dia lewati. itu membuat nicole semakin sedih. lalu nadin berkata pada nicole.
nicole hanya mengangguk. lalu dengan segera nadin menuju halaman belakang.
sesampainya disana, ternyata ade sedang bercanda bersama kedua anak nya. lalu nadin mendekat dan berkata.
"kenapa lagi sih borr? udahlah, lo berdua harus lihat aidan dan nadia. apalagi lo ingat kan kemarin, nadia pernah bilang ingin punya adik lagi. jadi sudah lah borr. toh gue juga berani menjamin kok. kalau istri lo gak salah. memang tian yang terlalu agresif. percaya deh sama gue. "
ade hanya tersenyum dan terus memandang kedua anaknya yang sedang bercanda disana. kembali nadin berkata.
"gue mohon sama lo borr, gak usah pisah ya. istri lo itu benar benar sayang sama lo. "
akhirnya ade menjelaskan pada nadin.
"siapa yang mau pisah sih? gue cuma ngetes aja kok, gue mau tahu respon dia ketika gue bilang gitu. lagian gue juga mau memiliki satu anak lagi kok untuk melengkapi keluarga gue. tapi lo jangan kasih tahu ini ke dia ya. gue cuma mau tau aja reaksi dia selama gue cuekin. apa tindakan dia? itu aja kok"
akhirnya nadin lega mendengar ucapan sahabat nya itu. gak lama nicole datang sambil membawa freya yang menangis mencari mamah nya. mereka pun duduk bersama. tetapi ade tetap dengan cuek nya. nadin memberi kode pada nicole agar dia mau mencoba membuka percakapan. nadin pun segera pamit karena akan segera memandikan freya dulu. setelah nadin pulang, kini nicole coba membuka obrolan.
"kamu belum makan loh yank, makan ya. ayo aku temenin. "
ade hanya menjawab.
"aku sudah makan tadi di rumah teman. "
kembali nicole berkata.
"yasudah. kamu masih marah sama aku? belum mau maafin aku? "
"enggak kok. aku cuma lagi mau memperhatikan anak anak ku saja. coba deh kamu pikir. kamu ingat ingat lagi soal perkataan nadia tadi pagi dan waktu di telepon tadi. kata kata nya itu menyentuh banget loh. "
nicole mengangguk dan membalas.
"iya, begitu dewasa nya dia ketika mengatakan itu. aku tidak menyangka sama sekali."
lalu ade menambahkan.
__ADS_1
"makanya, aku minta ke kamu, lebih berhati hati lagi ketika sedang berada di depan mereka, ucapan, sikap dan perbuatan kita harus lebih disaring dan dijaga lagi pada mereka. "
nicole terdiam sejenak. dia meneteskan air mata. lalu mencoba memeluk ade. melihat mommy dan ayahnya sedang berpelukan, aidan dan nadia pun langsung ikut memeluk mereka. suasan semakin bertambah haru sore ini. tanpa disangka, lagi lagi nadia berkata.
"mommy dan ayah jadikan kasih aku dan kaka dedek bayi? aku mau punya dedek momm. "
nicole tersenyum, lalu ade membelai kedua anak nya dan berkata.
"iya nak. kalian berdoa ya. semoga mommy bisa mengandung adik di dalam perutnya. "
nicole tersentuh dengan kejadian ini. kembali dia bertanya pada ade.
"apa kamu masih tetap ingin berpisah yank?? "
ade hanya membalas.
"kita lihat nanti ya, kalau kamu positif, aku batalkan keputusan itu. tapi jika hasilnya negativ, aku harap kamu bisa menerima keputusan ku itu. "
kini nicole di hantui ketakutan yang sangat besar saat ini. dia takut ade meninggalkan nya. dia hanya berharap pada hubungan nya sebelum berangkat ke jakarta, itu akan menjadi sebuah janin di dalam rahim nya.
kembali hari berganti, mereka pun sudah menyiapkan barang barang untuk besok kembali ke jepang. karena waktu libur sudah selesai. ade harus kembali menuju jepang untuk bergabung bersama tim nya. sementara amel pun sudah berada disini setelah di beri waktu untuk pulang menemui keluarga nya di jogja. hari ini pun ade masih tetap bersikap biasa saja terhadap nicole. bahakn tadi malam pun, dia tidur tanpa pamit dan langsung memejamkan matanya lebih dulu di kamar. nicole hanya bisa mengikuti suasana ini. karena dia tidak mau membuat suasana semakin kacau. kini kembali ade bersantai di studio sedang asik memainkan gitar dengan lagu jamrud yang berjudul ingin kembali. ade lebih sering menyendiri ketika kejadian ini. namun ternyata, ade memposting video cover lagu tersebut di instagram nya. nicole yang melihat pun merasa tersentuh dengan lirik lagu itu. dia bisa menilai, kalau lagu itu sama dengan seperti yang ade alami sekarang. dia semakin merasa bersalah saja.
akhirnya dia mencoba menemui nya. ketika sedang berada di studio, tiba tiba nicole merasa mual dengan perutnya. keringat pun keluar membasahi tubuh nya. ade yang melihat pun merasa kaget ketika memandang wajah nicole yang pucat itu. lalu ade bertanya.
"kamu kenapa? apa yang kamu rasa? "
"aku mual yank, kepala ku sedikit pusing. gak tahu tiba tiba seperti ini. "
akhirnya ade segera membawa nicole ke dokter. aidan dan nadia pun turut ikut mengantar mommy nya pergi ke dokter. di perjalanan pun nicole masih terkulai lemas. ade hanya mencoba bersikap tenang. sesampainya di dokter umum pun ade langsung merangkul nya dan membawa ke ruang periksa. setelah beberapa kali di periksa oleh dokter, dokter pun curiga dan mengatakan.
"seperti nya ini bukan demam biasa. "
lalu dokter meminta bantuan pada perawat nya untuk mengambilkan tespek. setelah di tes beberapa kali, akhirnya hasil pun terlihat. ternyata dokter berkata.
"selamat. anda akan menjadi seorang ayah lagi. nyonya nicole positif mengandung bayi ketiga nya. "
ade yang mendengar pun merasa tidak percaya dan sedikit bahagia. lalu ade memeluk kedua anak nya. ade berkata pada aidan dan nadia.
"kalian akan memiliki adik nak. mommy mu hamil, ada dedek bayi di dalam perutnya. "
nadia sangat senang mendengar itu. aidan dan nadia langsung memeluk nicole dan berkata.
"mommy jangan capek capek ya. biar dedek bayinya sehat. aku dan kaka akan selalu jaga in mommy. "
nicole yang mendengar itu langsung meneteskan air mata dan memandang wajah ade dengan sangat dalam. ade hanya tersenyum. akhirnya mereka segera kembali menuju rumah dengan suasana bahagia. dalam perjalanan pun nicole kwmbali bertanya soal janji ade kemarin sore.
"apa kamu tetap ingin berpisah yank? "
ade yang mendengar itu hanya ingin nicole tidak mengalami stres dalam kehamilan nya. dia juga tidak ingin kehamilan nicole bermasalah. lalu ade berkata.
"aku cuma bercanda sayang. aku cuma ingin tahu respon dan reaksi mu saja kok. nyatanya aku gak akan pernah tinggalin kamu. percaya deh "
nicole sangat bahagia mendengar itu. dia langsung memeluk sang suami. tetapi kembali ade berkata.
"tapi tetap dengan tanggung jawab kepada kepercayaan yang selalu aku kasih pada mu."
nicole mengangguk dan berkata.
"love you yank. "
mereka pun tiba di rumah. dengan lembut ade menggandeng nicole menuju dalam rumah. lalu nicole di dudukan di sofa depan tv untuk bersantai sejenak disana.
gak lama mamah ade pun datang. lalu bertanya tentang keadaan nicole.
"gimana kata dokter? kamu baik baik saja kan? "
nicole langsung memeluk mamah mertuanya dan berkata.
"aku hamil mah. aidan dan nadia akan punya adik"
"serius? wah mamah bahagia loh. kita akan kedatangan keluarga baru lagi sayang"
"iya mah. makasih ya. "
__ADS_1
mereka pun masih bertanya tanya dalam hati, apakah nicole akan kembali mengandung anak kembar, atau cuma satu bayi saja yang ada di rahim nya itu.