Mengejar Cinta Sang Artis Idola

Mengejar Cinta Sang Artis Idola
MEMULAI IKATAN BATIN YANG KUAT


__ADS_3

setelah beberapa jam mereka berada di gbk.


akhirnya ade pun bergegas mengajak nicole untuk pulang.


tetapi nicole masih diam, karena memang dia masih bingung, dia masih tidak mau pulang.


bahkan, diapun memohon untuk ikut bersamanya menginap di rumah.


ade yang mendengar itu sebenarnya berat untuk membawa nicole ke rumah.


tetapi di satu sisi, dia memang tidak tega melihat kondisi nicole sekarang ini, yang ada dalam pikiranya hanyalah mencoba mengembalikan keadaan nicole menjadi baik.


apa lagi, nicole memang terlihat sedang rapuh.


dia pun berkata,


"yasudah, tapi kamu izin dulu dengan orangtua mu, takut mereka cemas"


nicole pun berakata.


"aku gak mau mereka tahu, aku kecewa dengan mereka yank"


untuk saat ini memang nicole benar benar kecewa dengan roberto dan ernii.


lalu ade kembali memberi penjelasan,


"kamu boleh kecewa, asalkan kamu tetap memberi kabar pada mereka, jangan sampai karena ada satu masalah, imbasnya jadi kemana mana"


nicole tetap dengan pendirian nya dan tetap tidak mau memberitahu.


ade pun hanya bisa menghela nafas panjang dan segera menggandeng nicole untuk pulang.


sementara andi, diapun masih penasaran, akhirnya diapun menelfon nicole.


dalam keadaan perjalanan yang sedikit sunyi, terdengar suara ponsel nicole berdering. tetapi nicole enggan mengangkat


panggilan tersebut.


tetapi ade, yang melihat hal itu, hanya bertanya dan sedikit menasihati.


"kenapa gak diangkat? " bukanya itu kesempatan untukmu memberi keterangan? "


lalu nicole membalas,


aku menghargai kamu yank, "aku gak mau membuat mu kecewa lagi, sudah cukup banyak kesempatan yang kamu beri padaku"


tetapi ade segera membalas ucapan nicole.


gapapa sayang, angkat saja, aku malah senang kalau kamu menerimanya, berarti kamu masih mau bertanggung jawab atas kejadian ini.


akhirnya nicole pun segera menelfon balik andi.


"halloo"


"kamu dimana? bisa kita bertemu hari ini? "


nicole terdiam, dia tidak ingin bertemu dengan andi sama sekali, tetapi di satu sisi, dia ingat ucapan ade, kalau dia menghindar, ini tidak akan pernah selesai.


akhirnya nicole pun mengiyakan tawaran andi. tetapi, dia ingin membawa ade saat bertemu nanti.


ade yang mendengar itu pun kaget.


lalu ade memotong pembicaraan mereka.


"kenapa harus ada aku? " ini masalah kalian.


nicole pun langsung memutus telfon nya.


dan berkata, "aku hanya butuh perlindungan mu yank, aku gak akan menemui nya tanpa ada dirimu di samping ku."


"pleeaasssseeeeee"


nicole memelas dengan wajah sedikit memohon.


ade yang melihat pun hanya bisa tersentuh hatinya.


lalu ade pun menyanggupi.


akhirnya nicole mengirim pesan pada andi.


nicole: "kita bertemu sore ini di restaurant mendjangan kemang jam 4."


andi pun membalas.


"okeh sayang, aku segera kesana"


nicole: " jangan panggil sayang!!! ada orang lain yang lebih pantas memanggil ku sayang,"


andi: "iya iya maaf, aku segera kesana"


akhirnya ade dan nicole pun menuju arah kemang, setelah nicole memberi penjelasan pada ade akan bertemu disana.


andi pun segera bergegas dan melajukan mobilnya menuju kemang, ke arah yang sudah di beritahu nicole tadi. akhirnya ade dan nicole pun sampai.


lalu ade berkata.


"aku tunggu disini saja yaa, kamu yang tenang, aku yakin kamu bisa"


tetapi lagi lagi nicole mengingatkan,


"aku gak akan menemuinya tanpa ada kamu yank"


"untuk saat ini, cuma kamu yang bisa menguatkan ku"


aku mohon temani aku...


kembali ade tersentuh dengan ucapan nicole.


akhirnya ia pun mengiyakan nya.


mereka pun bergegas turun dari mobil.


lalu berjalan menuju dalam restaurant tersebut.


dengan tangan yang menggenggam tangan nicole. sesampainya di dalam, ternyata andi sudah datang lebih dulu.


andi pun melambaikan tangan ke arah mereka. namun dia terkejut ketika melihat nicole dan ade saling menggenggam tangan.


dia pun lalu mempersilahkan duduk.


dengan segera ade menarik kursi untuk nicole duduk. barulah ade duduk di sebelah nya.


"ekheemmm" buka andi dalam percakapan.


lalu nicole langsung berucap.


"langsung ke intinya saja, aku dan ade gak bisa lama lama, karena ade masih ada urusan"


ade hanya diam, karena ade gak mau terlalu jauh dalam masalah mereka berdua.


lalu ade meminta izin pada mereka.

__ADS_1


"maaf, gue mau ke open space dulu, gue mau merokok sebentar"


nicole yang mendengar itu langsung menggenggam tangan ade sangat kuat.


lalu dia berkata.


"jangan tinggalin aku"


"plliiiisssss"


ade pun menenangkan nicole dan berucap.


"tenang, aku cuma mau merokok sebentar, akupun gak lama, lagian aku gak mau mendengar perbincangan kalian, kamu percaya sama aku, aku pun percaya sama kamu"


lalu ade mencium sedikit kening nicole dan segera bangun dari kursinya.


tapi nicole masih terus menggenggam tangan nya, dengan wajah yang penuh permohonan.


tetapi memang ade merasa dia harus pergi sementara. biar mereka segera menemukan jalan keluar pada masalahnya.


ade pun memandang nicole, di lanjutkan anggukan kepala memberi tanda pada nicole untuk segera melepas tangan nya.


dengan perlahan, nicole pun melepas tangan ade. lalu ade berjalan menuju open space hingga menghilang dari pandangan nicole.


nicole pun sempat berfikir dalam hati, sejak kapan ade merokok? setahu dia, ade gak pernah menunjukan tanda tanda kalau dia seorang perokok.


akhirnya, andi pun segera meminta keterangan pada nicole tentang siapa ade.


"ade tuh siapa? dia pacarmu? "


nicole pun mengangguk tanda dia malas untuk berdebat.


"semudah itu kamu mencari penggantiku selama aku di sidney? "


lalu akhirnya nicole pun memberanikan diri untuk bicara.


"semudah itu kamu bilang? "


kamu gak tahu betapa aku menderita menanti kabarmu selama dua tahun ini.


"kamu kemana saja selama ini haahhk? "


nicole berucap dengan emosi.


lalu di lanjutkan dengan ucapan.


"aku mohon, tolong lepas aku, aku sudah menemukan orang yang membuat ku bahagia"


jadi biarkan aku menata masa depan ku bersama ade.


aku pun bahagia dengan nya.


seketika andi terdiam, dia sangat berat mendengar pernyataan langsung dari mulut nicole.


tetapi di satu sisi, dia juga ingin melihat orang yang dia sayang hidup bahagia, walaupun tidak berada di sampingnya.


karena sebetulnya, andi memang memilki sifat kedewasaan yang jauh lebih dewasa dari ade. pendidikan dia bagus, mentalnya pun tidak perlu di ragukan lagi.


karena dia pun sudah biasa jatuh bangun dalam berbisnis.


hingga akhirnya andi memberi pertanyaan sekali lagi untuk meyakinkan nicole.


"aku mencintaimu, selama di sidney pun aku sudah mempersiapkan semua tentang pernikahan kita. tetapi kalau akhirnya seperti ini, aku pun gak akan berada disini"


sebenarnya nicole senang dengan ucapan andi. tetapi saat ini memang sosok ade lah yang selalu menguatkan dia, berkat ade juga, banyak sekali perubahan dalam diri nicole, mulai dari sifat dan karakternya.


namun nicole tetap pada pendirian nya, dia tetap mempertahan kan ade untuk cintanya.


aku gak akan pernah meninggalkan ade yang kedua kalinya.


jadi sekali lagi maaf...


ucap nicole sambil meneteskan air mata.


andi pun harus bisa menerima keputusan nicole dengan legowo.


lalu ade, yang sudah menghabiskan 2 batang rokoknya, lalu tiba tiba merasa tidak enak perasaan nya.


dia pun segera menemui nicole kembali, karena menurut dia, nicole memang sedang membutuhkan nya.


dengan segera diapun menuju ke meja tadi.


seketika dia terdiam saat melihat nicole meneteskan air mata.


lalu diapun mendekati dan berkata.


"sudah, jangan nangis lagi, kamu gak kasihan dengan matamu yang masih bengkak? "


tenang, aku sudah disini, lalu ade merangkulnya...


namun andi yang melihat hal itu, hanya harus rela melihat orang yang dia sayang berada di pelukan orang lain ketika sedang tidak baik.


andi pun memutuskan untuk berucap.


"dee, gue titip nicole yaah. gue percaya, lo pasti bisa menjaga dan bisa membuat dia bahagia. "


lalu andi pun berpamitan untuk meninggalkan mereka berdua.


ade pun melihat andi dengan rasa tidak enak hati. tetapi nicole, ketika andi bergegas pergi, dia hanya sengaja membuang mukanya mengarahkan ke dadanya ade yang sejak tadi merangkulnya.


akhirnya ade dan nicole pun bergegas untuk pulang,


dalam perjalanan pulang, tiada hentinya ade menghibur nicole.


hingga akhirnya nicole pun bertanya.


"sejak kapan kamu merokok? "


padahal selama ini, kamu gak pernah menunjukan tanda tanda sebagai perokok.


"apa itu gak berpengaruh pada penampilan mu di lapangan nanti? "


ade hanya senyum kecil, lalu berkata.


"aku memang sudah lama merokok, itupun gak banyak, hanya kalau lagi suntuk dan lagi tertekan saja. "


"yaa karena memang aku sebisa mungkin menyembunyikan itu dari orang luar, seperti kamu juga, karena aku gak mau ramai menjadi berita ketika mereka melihat ku merokok. "


lalu nicole kembali berucap.


"maafin aku yaa, selama kamu kenal aku, kamu selalu merasakan hal mengecewakan, hingga akhirnya kamu pun berani membuka rahasia mu soal kebiasaan mu merokok"


"gapapa, sudah seharusnya di antara kita tidak ada lagi yang perlu di tutup tutupi atau di rahasiakan"


kemudian nicole pun kembali tersenyum dan memeluk ade yang sedang menyetir.


di lanjutkan dengan ucapan.


"trimakasih yaa kiper ku, kamu sudah menjaga ku dengan baik selama ini"


ade hanya mengusap rambut nicole dan tetap fokus menyetir...

__ADS_1


akhirnya mereka pun tiba di rumah ade.


tanapa berlama lama mereka pun segera menuju ke dalam rumah...


ternyata, di ruang tv, keluarga ade masih menonton tv, mereka sedang asik menonton film "fast fourieus x"


lalu nicole pun segera bergabung dengan mereka.


dengan kagetnya, mamah ade menatapa wajah nicole yang sangat kusut dan lesu, terlihat matanya masih membengkak, akibat nangis semalaman.


"kamu kenapa sayang? " mamanya ade memberanikan diri untuk bertanya.


tetapi nicole hanya membalas dengan pelukan erat.


"cup... cup... sini cerita sama mamah"


"apa ade menyakitimu? "


tanya mamah ade lagi penasaran.


lalu nicole membalas dengan nada sendu.


"bukan mah, justru ade yang menguatkan ku. "


kalau tidak ada ade, gak tahu aku jadi gimana...


"yasudah, jangan sedih lagi, ada mamah disini yaa sayang"


ucap mamahnya ade coba menghibur.


lalu nicole pun membalas "trimakasih yaa mah" sambil semakin mengeratkan pelukan nya.


sementara ade, dia masih disibukan merapihkan perlengkapan sepakbolanya untuk pertandingan besok malam.


diapun segera menyiapkan nya. setelah itu, lalu dia beranjak ke studio untuk penyegaran otak.


balik ke nicole, dimana di ruang tv masih seru menyaksikan film tersebut, tiba tiba ponsel nicole berdering.


dia pun segera melihatnya. ternyata nadin yang menelfon.


nicole pun segera mengangkatnya...


"halloo nad? "


"lo dimana? ada masalah apasih, sampai bokap nyokap lo dari siang tadi telfon dan menanyai posisi lo dimana? "


coba lah cerita kalau ada masalah, ade nyakitin lo?


tanya nadin dengan nada serius.


"egak kok nad, ade baik, justru gue sekarang lagi di rumahnya."


ceritanya panjang, nanti aja gue ceritain ya..


nicole membalas.


lalu nadin menawarkan sesuatu pada nicole.


"besok malam lo mau ikut lagi gak lihat ade main di stadion? "


nicole pun menjawab dengan antusias.


"iya pasti dong, kita berangkat bareng saja dari sini sama ade. "


"ohh lo nginap lagi? "


"iya nad, gue lagi gak mau ketemu sama bokap, nyokap... gue lagi kecewa dengan mereka"


nadin pun kembali mengingatkan nicole.


"ada apa sih sebenarnya? cerita lah"


"iya besok gue ceritain yaa, "


yasudah besok lo ke rumah ade, kita berangkat bareng yaa bertiga.


"okedeh" nadin menutup pembicaraan sekaligus menutup telfon...


lalu nicole pamit untuk menemui ade.


mamahnya ade pun mengangguk.


ketika sampai di depan pintu studio.


nicole terpana saat melihat ade sedang memainkan piano dengan lagu "when your gone" dari "avril lavigne"


begitu serius sekali ade menyanyikanya dengan mata terpejam...


nicole pun segera mengambil ponselnya untuk merekam kejadian itu...


setelah selesai, nicole pun mengetuk pintu dan mengatakan, "yank"


ade pun hanya menoleh dan tersenyum.


lalu mereka melakukan perbincangan seputar persiapan menonton pertandingan besok..


hingga ade pun bertanya.


"kamu sudah memberi kabar omm, dan tante? "


nicole hanya menggeleng.


ade pun kembali berkata. "yasudah biar aku saja nanti yang memberi kabar, dengan alasan kamu sudah tidur, agar mereka tak cemas nantinya"


nicole pun hanya mengangguk, lalu berpamitan untuk bersih bersih badanya dan menuju kamar ade.


ade hanya membalas dengan kata "iya" sambil tetap memainkan piano nya.


setelah selesai menyanyikan lagu, ade segera mengambil ponsel untuk menghubungi roberto.


roberto pun tanpa lama langsung menerima panggilan itu.


"hallooo omm"


sapa ade dalam telfon.


"iyaa de, kamu tahu nicole dimana? "


dari tadi siang dia pergi tanpa kabar sampai sekarang, omm dan tante begitu khawatir.


lalu ade coba menenangkan roberto.


"tenang omm, nicole sedang tidur, dia baik baik saja kok, mungkin sekarang ini dia masih belum bisa bicara, tetapi omm tenang saja, nanti saya akan bantu agar nicole bisa membaik lagi suasanan hatinya. "


roberto pun bernafas lega, dan berkata.


"trimakasih banyak yaa dee, saya benar benar tidak bisa membalas kebaikan mu selain merestui hubungan kalian"


"iya omm, sama sama, masih belum te tr fikirkan untuk saya ke arah sana, saya masih ingin memperbaiki suasana hatinya nicoke dahulu, agar dia normal untuk bernafsu makan"


roberto senang mendengar kata kata ade. lalu ia pun segera ingin memberi kabar ini pada ernii, lalu dia berpamitan pada ade dan menutup telfon nya...

__ADS_1


ade pun segera bergegas untuk tidur, karena diapun harus mengisi tenaga untuk pertandingan penting besok....


__ADS_2