Mengejar Cinta Sang Artis Idola

Mengejar Cinta Sang Artis Idola
KEPASTIAN


__ADS_3

setelah turun dari mobil, mereka tidak segan segan memasuki rumah nicole.


hingga akhirnya, ade pun bertemu dengan roberto dan ernii.


roberto langsung memeluk ade dengan hangat.


sambil bertanya kabar.


sementara ernii, menyambut dengan mengelus pundak ade yang masih berpelukan dengan roberto.


lalu roberto mengajak ade ke ruang tengah umtuk mengobrol melepas rindu.


tetapi tiba tiba nicole berucap.


"mentang mentang ada ade, aku di lupain nih sama kalian berdua???"


"yasudah sekarang gantian aku yang pergi ke kuwait." sambil cemberut mengatakan nya.


mereka bertiga pun tertawa sangat keras hahahaha.


tapi ade membalas dengan ucapan.


"yasudah sana, hati hati, jangan lupa bertanya biar gak nyasar."


lalu roberto dan ernii kembali tertawa lepas hahahahaha...


nicole hanya merespon dengan cubitan di pinngang nya.


mereka pun bergegas ke arah sofa panjang di ruang tengah.


di tengah perbincangan nya.


tiba tiba salah seorang scurity datang menghampiri ke ruangan itu.


dia memberi tahu bahwa ada sosok tian yang datang dan menunggu di luar.


seketika ernii, roberto dan nicole pun kaget.


terutama nicole, dia tidak bisa berkata apa apa. hanya diam tanpa pergerakan.


kemudian terdengar suara.


"temui saja dulu, mungkin ada hal penting yang mau tian bicarakan, aku di sini sama omm masih mau ngobrol."


nicole pun kaget dengan ucapan itu.


begitu dewasa sekali ade menghadapinya.


bahkan dia tidak mau ambil pusing sama sekali.


lalu nicole membalas dengan bertanya.


"gapapa?" "kamu gak marah?"


ade hanya tertawa, dan membalas.


"marah? untuk apa? kamu sudah besar, kamu bisa menghadapi ini."


"karena jawaban dan keputusan ada di hati kamu. aku sih nevermind, percaya terus ke kamu."


"segera temui. jangan buat dia menunggu lama di luar."


roberto dan ernii hanya terdiam mendengar ucapan ade. roberto benar benar bangga dengan sikap dewasa ade.


penilaian dia memang tidak salah selama ini.


anak ini memang benar benar anak yang baik.


ernii pun segera mendekatkan dirinya ke nicole. dan berbisik.


"sudah temui saja. kamu harus percaya kalau ade memang baik baik saja, jangan membuat dia kecewa dengan kepercayaan yang sudah dia beri untukmu."


nicole pun mendengarkan bisikan mamahnya sambil sesekali melirik ke arah ade yang sedang tertawa lepas mengobrol dengan roberto.


dalam hati dia berucap.


"mudah sekali anak ini tersenyum di saat hubungan nya sedang terancam."


"segitu besarnya kah rasa kepercayaan yang dia kasih untuk ku.?"

__ADS_1


"yaa tuhan..." dia terlalu baik untuk ku.


aku gak sanggup untuk membalas kebaikan nya.


segera nicole pun berpamitan pada roberto dan ade.


dilanjutkan anggukan kepala dari keduanya.


Setelah tiba di luar rumah, nicole langsung berkata pada tian yang sedang berdiri membelakanginya menghadap luar ke arah jalan.


"mau apa kamu kesini? "


Tian pun membalikan pandangan nya, lalu membalas dengan ucapan


"aku kesini mau balikan lah sama kamu,,


Memang kamu tidak mau? "


Nicole sangat merasa risih dengan ucapan tian itu,


Ingin sekali dia menampar,  tetapi dia masih menahan rasa kesalnya.


Dikarenakan dia masih selalu mengingat tentang sikap ade yang santai menghadapi masalah.


"hahaha,  aku mau lah.  Jelas mau,  tapi mau muntah!!! "


ucap nicole dengan sedikit nada tinggi dan meledek.


Sementara tian yang mendengar itu hanya geleng geleng sambil tersenyum kecil.


Kemudian nicole berkata lagi.


"sudah kamu pulang saja, aku sedang asik mengobrol dengan papah mamah dan juga ade tentang rencana pernikahan kita, jadi jangan pernah berharap lagi soal itu"


Nicole pun segera bergegas meninggalkan tian yang masih berdiri tegak disitu.


Setiba di ruang tengah kembali, nicole kembali tersenyum melihat ade bersama roberto dan ernii sedang berbincang di hiasi tawa dan canda yang sangat lepas.


Terlihat wajah ade sangat berbinar ketika sedang tertawa.


Nicole memilki pikiran, tidak akan pernah mengambil kebahagiaan ade. Malah dia ingin sekali memeberi ade kebahagiaan.  Entah bagaimana caranya,  intinya dia harus bahagia ketika berada di samping nicole.


Sambil berucap dalam hati.


"awas saja kamu yaa, diluar sana masih banyak wanita yang menginginkanku"


Tian pun segera melajukan mobilnya.


Kembali ke ruang tengah,


Nicole segera bergabung dengan mereka,  dan memilih duduk di samping ade.


Tanpa ragu diapun langsung menaruh kepalanya di pundak ade, sambil sesekali memeluknya.


Ade hanya bisa heran melihat ke arah nya, sambil berkata.


"kamu kenapa? Sudah selesai kah urusan nya?"


Nicole hanya mengangguk dan membalas.


"aku prepare dulu yaa yank, sekalian aku ikut ke rumah mu lagi, kita jalan dari sana saja"


Imbuh nicole dalam perkataan nya.


Ade hanya membalas dengan anggukan kepala dan berkata "iya"


Sementara roberto,  bertanya setelah nicole sudah berada di kamarnya.


"memang kalian mau kemana? "


Ade coba memberi penjelasan.


"oiya omm, tante, aku mau izin.  Mau ajak nicole berlibur disisa sisa liburan ku sebelum kembali gabung dengan tim"


"Ohyaa?"  Tanya roberto.


"liburan kemana? "


"rencananya ke RAJA AMPAT omm, gak cuma aku dan nicole doang kok omm. Aku ajak mamahku dan adik ku juga. Jadi omm, tante jangan khawatir. Jangan punya pikiran macem macem terhadap saya"

__ADS_1


Roberto yang mendengarkan penjelasan detail dari ade hanya mampu terdiam meresapi kata kata anak muda yang menjanjikan tanggung jawab dan permohonan dengan sopan.


Lalu ernii ikut menyahut dengan kata.


"iyaa kita izinkan kok, kita berdua pecaya sekali sama kamu, kita yakin kamu bisa menjaga nicole"


"semoga kalian havefun yaa disana"


Sambung roberto setelah terdiam sejenak tadi.


Hingga akhirnya nicole pun tiba dengan membawa koper ukuran kecil gak terlalu besar.


Lalu ade kembali meledeknya.


"beneran jadi mau minggat ke kuwaitnya sayang? "


Ernii dan roberto pun langsung tertawa terbahak bahak mendengar ucapan ade itu.


Nicole pun hanya membalas dengan senyuman dilanjutkan dengan sedikit melototi ade.


Ade pun hanya tertawa melihat ekspresi itu.


Akhirnya mereka pun berpamitan dengan roberto dan ernii.


Dan bergegas beranjak menuju mobilnya di luar rumah.


dalam perjalanan tanpa di sangka, nicole mengajukan pertanyaan yang di luar dugaan.


tiba tiba dia berkata.


"yank, kalau misalkan tiba tiba suatu saat nanti,, ada seseorang yang mengganggu hubungan kita, terus masalahnya terlalu rumit. apa yang kamu lakukan? "


dengan santai ade pun menjawab.


"yang aku lakukan coba terus berusaha mempertahankan. dengan berbagai cara yang aku bisa."


"tapi semua itu balik lagi, percuma juga aku berjuang mempertahankan, kalau semesta nya saja tidak mendukung? "


seketika nicole diam tanpa kata.


lalu ade kembali berkata,


"tian yaa? "


nicole pun sadar dari lamunan ketika mendengar nama tian.


"yaa, untuk saat ini sih tian yank"


ucap nicole di tengah tengah hening nya suasana setelah perbincangan tadi.


ade pun tak membalas, hanya sedikit berfikir luas, dengan ucapan nicole yang mengatakan "untuk saat ini"


"ahh sudah lah" gumam ade dalam hati.


akhirnya nicole pun mencoba membuka obrolan lain, agar tidak terlalu kaku suasana di mobil itu.


"kamu sudah pesan semuanya yank? untuk kita disana? "


"sudah kok. semua sudah siap, hanya 2 hari kita disana, karena memang waktunya begitu sedikit"


ucap ade.


tak lama mereka pun tiba,


seperti biasa, ade segera membuka kan pintu agar nicole segera turun, sambil berkata.


"biar aku saja yang bawa kopernya"


nicole pun senyum mendengarnya...


namun ketika sampai di dalam, suasana sudah sepi. semua sudah berada di kamarnya masing masing.


karena memang ini sudah jam 22:30


ade pun langsung berkata,


"kamu tidur dikamar ku saja, biar aku tidur di studio"


"akupun segera tidur, besok kita jalan pagi pagi"

__ADS_1


nicole hanya mengangguk dan segera menuju kamar ade...


__ADS_2