
sudah tiga hari berlalu setelah ade tersadar dari koma nya. seperti biasa, nicole masih setia menemani pacarnya. begitu juga nadin dia selalu langsung ke rumah sakit setelah selesai syuting. hari ini adalah hari keputusan dokter untuk mengijinkan ade sudah bisa pulang atau belum.
nicole pun masih menunggu keterangan dokter yang sedang memeriksa kondisi fisik ade.
di bantu dengan beberapa perawat, dokter itu pun terus mengecek ade.
hingga akhirnya diapun memastikan, sore ini ade sudah bisa pulang, tetapi masih harus selalu melakukan medical check up dalam beberapa minggu ke depan.
lalu dokter pun berkata,
"cepat kembali ke lapangan yaa, indonesia butuh pemain seperti mu! "
ade hanya tersenyum, lalu perawat berkata,
"semua biaya sudah di selesaikan oleh pihak Jakart united, mas ade hanya tinggal langsung pulang saja nanti sore, sama satu lagi, nanti saya izin foto yaa mas, sekalian sama mbak nicole dan mbak nadin juga"
mereka segera mengijinkan perawat itu.
lalu nadin pun berkata.
"ayo sus sekarang saja, mumpung masih disini, nanti takut kita gak ketemu"
mereka pun segera berfoto bersama, begitu juga sang dokter yang tidak ingin melewatkan momen spesial ini. dia pun ikut dalam foto bersama itu.
kemudian dokter dan para perawat segera bergegas meninggalkan ruangan itu.
nicole langsung berkemas membereskan barang barang miliknya juga milik ade.
karena biar gampang ketika nanti waktunya pulang, sementara nadin sibuk menelfon tari, agar suaminya segera datang ke rumah sakit untuk menjemput ade.
sambil menunggu waktu sore, mereka pun lebih memilih menikmati nonton tv bersama di kamar itu.
tetapi ade mulai merasa ngantuk karena efek obat yang baru saja dia minum. nicole pun segera menyuruhnya untuk tidur, nanti akan di bangunkan ketika sore tiba.
nicole merasa sangat senang sekali, setelah mendengar dokter mengijinkan ade sudah boleh pulang, dia sudah tidak sabar ingin selalu berada di samping ade dan merawatnya ketika berada di rumah.
sementara nadin, hari ini memutuskan tidak berangkat syuting, karena ingin mengantar dan membawa pulang ade secara bersama.
kemudian seorang official pun masuk, dia berkata.
"maaf mbak, saya mau pamit pulang duluan, karena tugas saya sudah selesai, nanti kita bisa bertemu lagi ketika ade sudah mulai bisa hadir di lapangan. maaf kalau selama ini saya masih kurang sigap untuk melayani mbak nicole dan mbak nadin"
"enggak kurang sama sekali omm, justru kita berterimakasih sekali, kalau gak ada omm disini, kita bakalan repot menjalani hari hari selama disini, salam sama yang lain ya omm"
"iya mbak, nanti di salamin, salam juga sama ade ketika nanti dia bangun"
"iyaa omm siap, hati hati yaa, salam sama keluarga di rumah"
official pun mengangguk dan segera bergegas pulang.
hingga akhirnya tari pun tiba dan suaminya, lalu tari berkata.
"sudah boleh pulang jam berapa kak? "
"nanti sore, tapi aku akan meminta izin agar tidak terlalu sore juga, siapa tahu sudah boleh swkarang juga"
"iya mending sekarang kak, lebih bagus, jalan pun tidak macet"
lalu nicole bertanya.
"mamah gak ikut? "
"mamah menunggu di rumah, karena di rumah pun sedang rame banyak tetangga yang datang ingin melihat kondisi ade, ada beberapa kakak kakak nya ade juga datang menunggu kepulangan ade"
__ADS_1
nicole sedikit heran, karena selama ini ade gak pernah Bercerita soal saudar saudara nya. tapi sudahlah, dia hanya fokus pada kepulangan ade kali ini. dia hanya berfikir, nanti juga pasti akan kenal satu persatu pada mereka. dengan segera nicole bergegas menuju ruang dokter untuk meminta izin membawa ade sekarang, dengan alasan yang masuk akal karena takut macet.
pihak rumah sakit pun akhirnya mengijinkan permohonan nicole untuk segera membawa ade pulang. nicole dengan sangat gembira melangkahkan kakinya secepat mungkin untuk memberitahu soal kabar ini.
setelah sampai, diapun segera memberitahu, lalu mereka dengan cepat mempersiapkan segalanya, nicole sudah menyiapkan kursi roda untuk ade gunakan menuju loby rumah sakit, lalu suami tari pun bergegas lebih dulu untuk memarkirkan mobilnya di area loby, sementara nadin dan tari sudah membawa semua tas dan perlengkapan mereka selama di rumah sakit ini, akhirnya nicole pun sudah mendorong ade menuju arah lift, di ikuti tari dan nadin. sesampainya di lantai bawah dan hampir menuju loby, nicole segera mengarahkan kursi roda ke arah resepsionis untuk meminta surat ijin keluar pasien dari rumah sakit itu, gak lama menunggu surat pun sudah di berikan pada nicole, dengan segera nicole kembali mendorong ade menuju mobil nya...
mereka pun sudah mulai berjalan menuju rumah, dalam perjalanan, nicole selalu menggenggam tangan ade, dia selalu berucap syukur. karena pacarnya sudah agak membaik kondisinya, dan sudah bisa pulang menuju rumah, ini benar benar perjuangan dan tidak akan pernah terlupakan oleh nicole. satu minggu lebih dia habiskan waktu di rumah sakit untuk menemani perjuangan ade bangkit dari koma nya setelah kejadian mengerikan yang menimpanya pada saat pertandingan. ini kali pertama nicole melihat langsung pesepakbola mengalami kecelakaan pada saat bertanding, karena sebelumnya dia tidak pernah tahu tentang resiko yang di dapat semua atlet cabang olahraga di dunia ini. tapi kini, dia sudah menyimpulkan bahwa pekerjaan apapun selalu beresiko, terutama juga bisa menyangkut keselamatan jiwa nya. bahkan dia lebih bersyukur memilih sebagai artis dan model, yang tingkat resiko nya lebih rendah di banding pacarnya itu.
akhirnya, mobil pun sudah memasuki halaman rumah, dimana terlihat situasi rumah yang lumyan ramai di penuhi oleh beberapa tetangga nya ade yang ingin menyambut kepulangan ade. setelah mobil berhenti, tiba tiba ada sosok pria yang membukakan pintu, dan segera menggendong ade, dia adalah kakak lelaki ade, dengan segera suami tari menyiapkan kursi rodanya, ade pun segera di dudukan pada kursi itu, lalu kakak ade segera mendorong nya menuju dalam rumah, nicole hanya bisa melihat saja, karena dia juga gak terlalu berhak melarang saudara saudara nya ade yang sedang hadir di rumah ini,
ade memang lima bersudara, dimana kakak kakak nya sudah pada menikah, adiknya pun sudah menikah, hanya ade saja yang belum, karena memang masih fokus pada karirnya.
sadar akan tidak adanya nicole dari pandangan ade, ade pun meminta berhenti sejenak, lalu dia berkata.
"sayyaaannnnng, sini temani aku, kenapa kamu diam disitu? "
nicole pun dengan segera menghampiri ade, lalu kembali menggenggam tanganya, kakak ade pun segera mendorong kursi roda kembali. kemudian ade mencoba mengenalkan nicole pada kakak nya.
"kenalin, ini nicole, dia yang sudah merawat gue selama di rumah sakit kemarin, doain juga biar gue ada jodoh, lalu bisa cepat menikah"
kakak ade pun segera senyum ke arah nicole, dan berkata.
"terimakasih yaa, sudah merawat ade, gue jojo. kakak nya ade, anak nomor dua"
"iya kak salam kenal, aku nicole"
mereka pun tiba di ruangan tengah, trernyata semua sudah berkumpul disana,
lalu ada lagi dua orang wanita yang langsung memeluk ade, mereka juga adalah kakaknya ade yang nomor satu dan nomor tiga. masing masing adalah, nana, dan avril.
nana anak paling tua di keluarga ini, sedangkan avril anak nomor tiga tepat di atas ade. nicole pun kembali melempar senyum pada mereka. dibalas dengan sapaan oleh keduanya.
"jadi ini yang namanya nicole? pantes adik gue sampai tergila gila, wajarlah, cantik begini, beda sama pas lagi di tv"
akhirnya ade pun sudah berada diantara mereka, kemudian secara bergantian para tentangga menemui ade untuk melihat dan menjenguknya. ade hanya selalu senyum dan berucap "terimakasih" pada mereka.
hingga tak terasa, waktupun sudah sore, para tetangga pun sudah pulang satu persatu, kini hanya menyisakan keluarga besar ade disana, sementara nadin masih asik berbincang dengan kakak kakak nya ade, tetapi nicole, masih tetap merasa canggung, karena baru pertama bertemu pada mereka, sadar akan itu, mamah ade pun menemuinya dan berkata.
"jangan sungkan sayang, seperti biasa saja, ini rumah mu juga, kamu nginap lagi kan? "
"iya mah, terimakasih, tapi aku masih malu mah, aku bingung harus gimana?"
"gapapa, ayo sini sama mamah, mamah temani, kita kumpul disana yuk, mereka pun sudah mengenalmu kok, mamah dan tari sudah banyak cerita pada mereka soal kamu, mereka pun senang dengan kamu, jadi jangan malu malu"
"iya mah, ayuk kita gabung kesana, tapi mamah temani yaa"
nicole berucap manja pada mamahnya ade.
nicole pun segera bergabung pada nadin, lalu ikut asik mengobrol dan berbaur disana, sementara ade hanya tetap berada di depan tv, karena dia ingin melihat berita tentang kabar piala afc, dia belum tahu apakah MSP juga ikut lolos mewakili indonesia seperti jakarta united atau mereka tidak lolos.
lama berselang, nicole pun segera menghampiri ade, dan menemani ade disana.
"kamu lihat apa yank? kok sepertinya serius dan penasaran banget sih"
"aku lagi lihat kabar MSP makassar sayang, apa mereka juga lolos ke babak berikutnya? karena kalau mereka lolos juga, ini akan menjadi kabar baik, karena indonesia mengirim dua wakilnya di piala afc"
kembali nicole geleng geleng dan heran, disaat kondisi ade belum pulih secara total, dia malah memikirkan tentang orang lain.
padahal dia harus lebih enjoy tanpa harus memikirkan sesuatu agar bisa cepat pulih secara normal.
"memang kamu gak bisa yaa selama pemulihan ini jangan mikirin bola dulu? tunggu sampai kamu benar benar sehat yank, setelah itu bebas kamu menentukan akan segera ke lapangan lagi atau masih mau beristirahat"
ade hanya menjelaskan.
__ADS_1
"gak bisa sayang, ini sudah menjadi kewajiban ku, apapun keadaan ku, aku harus tetap memantau perkembangan sepakbola, agar aku gak ketinggalan berita ketika kembali merumput lagi. ini sudah hukumnya"
nicole benar benar pusing dibuatnya. dalam hati dia berucap.
"ini benar benar gila!!! gue beneran gak ada niat sama sekali menjadi seorang atlet, setelah gue tahu kalau atlet itu benar benar harus tertekan dan terbebani disaat keadaan seperti ini"
lalu dia pun sedikit menasihati pacarnya.
"iya yank aku paham, tapi kan keadaan mu masih seperti ini, kamu ingat kan apa kata dokter tadi? jangan terlalu banyak fikiran dulu, sabar, tunggu nanti kalau sudah waktunya juga kamu akan kembali ke duniamu yank"
tanpa sadar, ternyata semua yang ada di ruangan itu sudah dari tadi memperhatikan nicole dan ade sedang berdebat. semua yang ada disitu sangat bangga dan bahagia melihat nicole dengan sabar menasihati ade, juga dengan rasa khawatirnya itu nicole selalu mencoba memberi penjelasan pada ade. mereka makin yakin, kalau nicole adalah calon isteri yang baik dan pintar.
lalu nana segera mendekati mereka dan berkata.
"benar kata nicole borr, nicole hanya ingin lo cepat sembuh, setelah itu lo bebas melakukan apa saja, hargai niat dan ketulusan dia dong"
nicole hanya merasa tersanjung sudah di bela dengan kakak nha ade, lalu kembali ade memberi penjelasan.
"iyaa gue paham, tapi ini sudah jadi kebiasaan gue, bahkan semua, bukan cuma gue, lo ingatkan waktu bapak pergi? lo lihat gak ada gue disitu? bahkan waktu acara pemakaman saja gue gak hadir! cuma karena gue lagi bermain di pertandingan itu, juga karena bentuk kontrak sialan itu gue gak bisa mengantar bapak ke tempat peristirahatan terakhirnya"
seketika semua yang mendengar itu langsung tertunduk, lalu mamahnya ade coba menenangkan suasana.
"sudah, jangan bahas masalalu, itu sudah jalan cerita nya, sekarang tugas kita adalah, saling menjaga yang masih ada, tetap akur sesama saudara, karena kalau ada apa apa pasti saudara dulu yang akan turun tangan membantu"
mereka pun akhirnya mulai kembali ke keadaan seperti tadi, tetapi nana segera menghampiri nicole dan berkata.
"makasih yaa, sudah mau terima adik gue apa adanya, sudah mau masuk di keluarga yang sederhana ini"
nicole hanya membalas dengan pelukan. sementara nadin, terlihat sangat bahagia, karena sahabat nya bisa langsung dekat dan berbaur dengan keluarga ade yang baru kali ini bertemu.
lalu nicole kembali menggenggam tangan ade, mereka kembali meyaksikan tayangan tv.
hingga tak terasa waktu pun sudah menunjukan pukul 20:15.
nicole segera menyuruh ade untuk beristirahat, sementara yang lain masih tetap ingin berkumpul dan berbincang.
mamah ade pun berkata pada nicole,
"kamu tidur sama mamah yaa sayang, biar ade di kamarnya dengan kakak nya. kamu perlu banyak istirahat setelah seminggu ini selalu begadang menjaga ade"
"iya mah, makasih. nanti aku kesana, sekarang aku mau menemani ade dulu sampai dia tertidur, baru nanti aku ke kamar mamah yaa"
mamah ade pun tersenyum dan memeluk nicole.
nicole pun segera membawa ade menuju kamarnya untuk beristirahat.
di dalam kamar, nicole selalu melayani ade dengan sabar, gak lupa dia pun meminumkan obat pada ade, lalu dia berkata.
"aku senang yank, kakak kakak mu bisa menerima aku disini, tadinya aku merasa canggung takut gak bisa menyesuaikan diri pada mereka, ternyata mereka semua baik baik"
ade hanya tersenyum, lalu berkata.
"iya sayang, syukur yaa, semoga suasana seperti ini akan selalu kamu dapat ketika kita menikah nanti"
dengan segera nicole memeluk ade dan mencium keningnya, lalu mengucapkan.
"night sayang, cepat bobo yaa, besok pagi aku suapin kamu sarapan"
"iya sayang, makasih yaa, love you bule"
"love you too sayang"
ade pun segera memejamkan matanya sambil tetap memegang tangan nicole. hingga akhirnga diapun mulai terlelap. lalu nicole mulai meninggalkan nya untuk segera menuju kamar mamahnya untuk beristirahat juga, karena dia masih punya tugas bangun pagi untuk merawat ade lagi...
__ADS_1