
setelah sampai rumah sakit, ade segera di bawa menuju ruang lab untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan intensif.
sementara nicole dan yang lain dalam perjalanan masih sangat merasa khawatir.
tiada hentinya dia ber kicau dengan kepanikan nya itu. dia merasa ade benar benar total mengeluarkan semua kemampuan nya demi menjaga gawang nya itu, tanpa memikirkan keselamatan nya, dia rela mempertaruhkan nyawa nya. nicole sangat tidak habis fikir dengan hal itu. selain hanya bisa mengakibatkan cidera, penjaga gawang juga bisa kehilangan keselamatan jika harus seperti itu.
ernii dan nadin pun coba menenangkan, nadin pun tidak bisa di bohongi, dia sangat khawatir dengan sahabatnya yang sudah dia anggap sebagai kakak itu. nadin juga selalu berdoa dalam perjalanan nya menuju rumah sakit. sementara roberto mencoba tenang dalam melajukan mobilnya.
setelah melakukan cek lab, ade segera di bawa menuju ruang kamar vip di rumah sakit itu untuk sedikit istirahat dan menunggu hasil tes lab nya itu. dengan di temani official dan dokter tim, ade segera memejamkan mata, karena masih merasa sakit dan agak sedikit pusing dengan kepala nya atas benturan yang terjadi tadi.
sementara nicole sudah tiba di parkiran rumah sakit, dan segera dengan langkah yang cepat dia menuju ruang informasi untuk menanyakan keberadaan ade.
"mbak, mau tanya dong, mau menjenguk pasien atas nama ade santana di ruang mana yaa? "
"sebentar mbak, saya cek dulu yaa, ade nugraha santana yang pemain bola bukan mbak? "
tanya suster itu.
"iya benar mbak, dimana dia sekarang? "
"sementara dia sedang di kamar vip lantai 4, setelah menjalani test lab dan perawatan intensif, kalau mau menjenguk silahkan, tetapi harus bergantian yaa mbak, karena mas ade harus istirahat dahulu"
"iyaa mbak terimakasih yaa"
ucap nicole dan langsung bergegas menuju lift. sementara dalam perjalanan menuju lift, nicole bertemu jans, dia pun segera menegurnya.
"coach"
jans pun menoleh, lalu dia berkata.
"bagaimana? apa kamu sudah bertemu ade??
"belum coach, aku baru saja akan ke kamarnya, suster bilang ade di lantai 4 di ruang vip kamar itu"
"ayo kita sama sama kesana"
balas jans dengan wajah yang sangat panik. setelah sampai, mereka Segera mencari ruang vip tersebut. setelah tiba, nicole segera bertanya pada official yang sedang duduk menunggu di depan kamar itu.
"omm, gimana keadaan ade? apa aku bisa masuk melihat nya? "
"ade masih harus istirahat, sambil menunggu hasil lab nya, karena sempat terjadi benturan pada kepalanya yang sangat keras, dokter pun masih belum bisa menyimpulkan sebelum hasil tes turun"
"aku mau bertemu omm plissss"
ucap nicole dengan nada memelas.
"iya saya paham, tapi ade masih tertidur, dan kita pun di suruh menunggu di luar, karena dokter dan perawat sedang merawat di dalam"
nicole yang mendengar keadaan ade dengan tak sadar meneteskan air matanya. official yang sadar akan itu, coba menenangkan nya dan berkata.
"sabar, ini musibah, nanti saya coba negosiasi dengan dokter di dalam, agar kamu bisa menemuinya"
gak lama dokter dan perawat keluar dari ruangan itu, dengan segera nicole bertanya.
"gimana keadaan ade dok? "
"kamu siapanya? "
"aku keluarga nya dok, boleh kita masuk untuk melihat kondisi ade? "
"boleh, tetapi hanya 4 orang saja yaa, selanjutnya secara bergantian saja, juga jangan terlalu berisik yaa, karena pasien harus istirahat, karena ada sedikit masalah pada bagian otak depan nya dengan benturan keras"
mereka yang mendengar penjelasan dokter, sangat terkejut dan tidak bisa bicara apa apa, karena ini di luar dugaan, bahkan sampai separah ini. kemudian nicole dengan tidak sabar segera menuju ke dalam ruangan itu, lalu di ikuti oleh nadin dan juga roberto serta jans. sementara ernii dan sabrina menunggu giliran nya nanti.
setelah tiba, nicole sangat terkejut melihat keadaan ade yang sudah di lingkari perban pada bagian kepala, dan juga bagian pelipis mata nya ada luka jahitan. nicole hanya bisa menangis memperhatikan kekasihnya sedang terkapar di ranjang rumah sakit dalam keadaan terlelap itu.
nadin pun hanya bisa diam memperhatikan sahabatnya itu. lalu dia berkata pada nicole.
"gue harus kasih kabar ke mamahnya ade cong, dia harus tahu keadaan anaknya"
"iya gue paham, tapi jangan sekarang nad, tunggu ade sadar, baru kita kasih kabar"
hingga akhirnya jans pun memutuskan untuk keluar, agar ernii dan sabrina bisa bergantian masuk.
sementara nadin pun ikut keluar, dia tidak tega melihat kondisi ade saat ini.
lalu sabrina dan ernii masuk secara bersamaa. ernii sangat terkejut melihat calon menantunya dalam keadaan seperti ini.
ketika sedang fokus memperhatikan, tiba tiba seorang official masuk dan berkata.
"maaf, bisa gantian dulu gak sebentar? karena ada pemain bangkok city akan melihat keadaan ade, dia yang tadi berbenturan sama ade dilapangan, dia datang untuk menjenguk dan meminta maaf"
dengan segera roberto dan sabrina keluar, ernii tetap menemani nicole disana. hingga masuk lah pemain itu dengan official jakarta united. nicole yang melihat pemain itu dengan sorot mata yang sangat marah, dan terlihat seperti ingin menampar nya. sadar akan hal itu, ernii coba menenangkan putrinya.
"tenang sayang, dia pun sudah memiliki niat baik, karena sudah mau datang menjenguk ade."
di tengah suasan itu, tiba tiba ade pun mulai membuka mata, nicole yang melihat itu, segera memeluknya dan berkata.
"sayaaangg, kamu yang kuat yaa, ada aku disini. aku sayang kamu! "
__ADS_1
lalu ade masih terlihat heran dengan suasana ini, diapun membalas dengan belaian pada rambut nicole. kemudian pemain bangkok mendekati dan berkata.
"hello, I came here, to apologize, this is a disaster that happened on the field, I did this not on purpose, this is just a reflex of movement when I see the ball escape from your catch, once again I apologize, quickly recover and can quickly graze again friends"
ade pun tersenyum menyambut ucpan pemain itu, dia hanya membalas dengan ucapan.
"yes, I understand your good intentions, I also thank you because you have bothered to come here, this is an unplanned event, this will happen at any time in a match."
mereka pun saling berpelukan, dan tak lama pemain itu pun pamit untuk menuju hotel, karena akan segera pulang menuju thailand.
tetapi nicole terlihat masih tidak senang dengan pemain itu. dia masih menatap sinis.
kemudian ernii pun menyapa.
"sekarang apa yang kamu rasa de? "
"masih sedikit pusing di bagian depan tantee, sama berasa perih di jahitan ini, sedikit berbayang pandangan sebelah kanan ku"
mendengar itu, kembali nicole memeluk ade dan berkata. "aku akan menemani mu disini sampai dokter sudah mengizinkan kamu pulang."
hingga akhirnya dokter rumah sakit dan perawat pun masuk untuk memberi keterangan hasil lab nya ade, juga di ikuti dokter jakarta united dan official.
dokter menjelaskan kondisi ade harus mendapatkan penanganan khusus, karena ada sedikit gumpalan darah pada otak depan nya akibat benturan keras itu, sehingga menyebabkan ade sempat tak sadarkan diri, lalu dengan tegas dokter menerangkan bahwa ade harus menjalani operasi kecil untuk mengangkat darah beku yang ada di bagian itu, agar peredaran darah kembali normal.
tim dokter jakarta united dengan segera menyetujui hal itu, karena jika tidak cepat cepat dilakukan, efek nya akan terlalu bahaya buat ade. tetapi nicole masih belum mau mengizinkan, karena harus menunggu persetujuan mamah nya ade dulu. tetapi kembali dokter dan ernii memberi penjelasan pada nicole, karena kondisi ade memang harus segera mendapatkan perwatan itu. agar cepat kembali pulih.
dengan berat hati nicole pun menyetujui rencana itu. lalu dia bertanya.
"kapan renacana nya ade akan naik operasi dok? "
"insya allah besok pagi pukul 08:00, karena malam ini dia harus istirahat total dahulu, agar besok kami sedikit mudah melakukan operasi nya"
kemudian dokter pun pamit, dan berkata.
"kalau mau menemani pasien malam ini, cukup dua orang saja, jangan lebih dari itu, karena takut mempengaruhi kepulihan pasien nantinya," sambil memberi hasil lab dan hasil rongent pada dokter tim jakarta, dokter rumah sakit pun segera meninggalkan tempat itu. dengan cepat nicole meminta hasil itu.
betapa terkejutnya dia melihat foto gumpalan kecil darah beku yang berada dekat otak depan nya ade, ernii pun hanya membulatkan mata sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan nya itu.
kemudian dokter tim dan official bertanya.
"dari pihak kamu atau dari pihak kami yang akan berjaga di sini untuk menemani ade mbak?"
nicole dengan tegas mengucap.
"biar saya saja yang disini, saya tidak ingin meninggalkan ade dalam kondisi seperti ini omm, jadi saya akan menemani sampai besok dokter akan melakukan operasi."
"iya omm terimakasih" ucap nicole.
lalu mereka semua keluar ruangan.
di luar kamar, nicole merencanakan tentang niatnya untuk tetap berada disini, begitu juga nadin siap menemani nicole di sini.
sementara roberto dan ernii bergegas pamit, dan akan balik lagi besok, untuk menemui ade kembali.
setelah hampir satu jam meninggalkan nicole dan nadin, official jakarta united pun kembali datang dengan membawakan dua paket makanan untuk nadin dan nicole, karena dia tahu mereka belum makan dari tadi disini. nadin pun dengan senang hati menerima itu, tapi nicole masih khawatir dan belum mau makan, lalu nadin coba merayu.
"makan dulu cong, gue tahu lo khawatir, gue pun sama sangat khawatir, tapi kita juga harus makan, biar kita fit begadang menjaga si borr disini, lagian gak enak sama si omm sudah repot repot membawakan ini pada kita"
akhirnya nicole pun segera mendengar kan nadin dan berucap.
"terimakasih banyak omm, aku makan yaa"
di balas senyum dan anggukan kepala oleh official tersebut.
sementara nadin setelah selesai makan, dia segera menelfon tari untuk memberi kabar bahwa ade sedang berada di rumah sakit dan harus menjalani operasi besok pagi.
lalu nicole dan nadin segera pamit pada official untuk segera masuk menemani ade, sementara official tetap menunggu di luar dan akan standbye jika nicole dan nadin memerlukan bantuan.
akhirnya nicole mengambil kursi, dan segera di dekatkan pada wajah ade, diapun duduk disana, dengan menggemgam tangan ade dengan sangat erat.
sementara suster pun tiba, dan akan segera mengganti air infusan pada ade. lalu nicole kembali bertanya.
"sus, setelah operasi nanti. apakah ade akan kembali normal pada umumnya? "
"kemungkinan bisa mbak, kita berdoa saja yang terbaik untuk pasien, karena kita juga berusaha melakukan yang terbaik nanti"
"terimakasih sus"
"iya mbak sama sama, yasudah, sekarang mbaknya istirahat, jangan terlalu khawatir, karena besok pun hasilnya akan segera kami umumkan"
suster pun berlalu.
sementara nadin sudah terlelap dalam tidurnya. namun nicole masih khawatir dengan keadaan ade, diapun tidak bisa memejamkan mata. tiba tiba ade terbangun karena sedikit merasakan pusing pada kepalanya. nicole pun segera berkata.
"jangan banyak gerak dulu yank, kamu mau apa? biar aku ambilkan"
ade hanya diam sambil merasa pusing pada palanya. lalu dia berkata.
"enggak mau apa apa, kamu belum tidur?? "
__ADS_1
"gak bisa yank, aku masih khawatir sama keadaan mu"
"jangan terlalu khawatir sayang, sini naik, tidur di sampingku, temani aku biar pusing nya sedikit hilang"
dengan senang hati nicole segera rebahan di samping ade, mereka saling mengahadap dalam tidurnya, sambil saling memandang wajah mereka masing masing. lalu tanpa terasa, mereka pun mulai terpejam dan terlelap...
pagi pun tiba, hari ini pukul 06:30.
mamah ade dan tari sudah tiba di rumah sakit, mereka segera menuju ruangan vip yang sudah di beritahu oleh nadin se malam.
setelah sampai di depan pintu, dia pun segera menyapa seorang official tim, lalu sedikit bertanya tentang keadaan anaknya dan mengapa sampai bisa seperti ini. sang official pun menjelaskan dari awal sampai akhir. hingga akhirnya mereka pun masuk ke dalam. ketika di dalam, mereka terkejut dan sedikit senyum melihat nadin yang masih tertidur, apalagi pas melihat nicole juga sedang tidur di samping ade.
lalu mamah ade mencoba membangunkan nicole dan nadin.
"sayang, bangun. sudah pagi, ayo segera mandi, mamah sudah bawakan sarapan untuk kalian"
nicole pun kaget, dan segera mengucek matanya setelah melihat sosok mamah ade dan tari sudah berada di ruangan itu.
"mamah, maaf, aku kesiangan, heheh.."
nadin pun segera mendudukan tubuhnya di sofa.
"terimakasih yaa, kalian sudah mau menjaga ade malam ini"
ucap mamah ade. nadin dan nicole pun dengan cepat menuju kamar mandi untuk segera mandi secara berebutan.
mamah ade dan tari hanya tertawa melihat kelakuan mereka.
"sudah jangan berebut. gantian, nih mama bawakan baju ganti kalian"
akhirnya nadin lah yang memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, sedangkan nicole menunggu sambil berbincang pada mereka.
ade pun masih belum membuka mata, dia masih terlelap dalam tidurnya.
dia masih belum tahu kalau mamahnya sudah datang.
nicole dengan cermat memperhatikan pacarnya yang sedang tertidur pulas dengan keadaan tak berdaya itu. lagi lagi, dia hanya bisa sedih melihat ade yang begitu dia cintai sedang terbaring disana. dia tidak menyangka sama sekali kalau kejadian ini bisa terjadi.
gak lama nadin pun selesai, lalu kemudian nicole mulai memasuki kamar mandi untuk segera mandi.
"mamah jalan jam berapa tadi? "
tanya nadin.
"jam lima sayang, setelah shubuh kita memutuskan segera jalan, karena kamu bilang, jam delapan nanti ade harus operasi kan? "
"iya benar mah, semoga lancar yaa operasinya"
"amiinnn" sahut mereka bertiga. gak lama nicole sudah selesai dari mandinya. diapun segera bergabung di sofa dan akan segera menyantap makanan yang sudah di bawakan oleh mamah ade tadi.
lalu masuk lah dokter dan perawat untuk memeriksa keadaan ade pagi ini.
dengan segera mamah ade pun bertanya.
"maaf dok, pagi ini anak saya jadi menjalani operasi? "
"sepertinya jadi bu, tetapi kita masih harus meyakinkan kondisinya dulu, apa bisa dilakukan pagi ini atau menunda beberapa jam setelah hasil pemeriksaan pagi ini"
lalu dokter segera memeriksanya, ade pun perlahan membuka matanya.
"tenang, tidak apa apa, saya hanya akan mengganti kantung infus, setelah itu memberi obat, agar anda bisa melakukan sarapan pagi ini"
ade pun hanya menikmati pemeriksaan itu.
hingga pemeriksaan selesai, akhirnya dokter memberi keputusan, ade jadi di operasi pukul delapan pagi ini. lalu dokter dan perawat pun segera bergegas meninggalkan ruangan itu. mamah ade pun segera menghampiri anak nya.
"gapapa, kamu kuat! mamah yakin operasi nanti akan berjalan lancar, jangan khawatir yaa"
ade hanga senyum. lalu suster tiba membawakan makanan untuk sarapan pasien, setelah itu, suster berkata.
"mas, mas ade setelah makan akan kita bawa ke ruangan berikutnya yaa, jadi jangan sampai tidak makan, agar operasi bisa berjalan lancar"
"iya sus, terima kasih" ucap ade singkat.
suster pun berlalu. sementara nicole, tanpa basa basi segera menyiapkan sarapan untuk ade, dia ingin menyuapi ade pagi ini. mamah ade pun hanya tersenyum melihat nicole yang sangat perhatian dan peduli sekali dengan anaknya itu.
"a... yank, ayo buka mulutnya. pesawat bubur akan mendarat di mulutmu"
ucap nicole seolah menghibur pacar nya.
ade pun membalas dengan senyuman dan membuka mulutnya.
"enak bubur nya yank?? " tanya nicole.
"mayan, cuma pusing nya belum hilang, sakit banget"
"iya sabar, sebentar lagi kan kamu mau operasi, setelah itu, hilang semua rasa pusing dan sakit mu. semangat yaa kiper hebat ku"
nicole pun terus coba memberi semangat pada pacarnya, agar ade tidak tegang menjalani operasi nanti...
__ADS_1