
ini hari ke empat nicole berada di rumah sakit, setelah dokter memberi pernyataan padanya, akhirnya nicole dan si kembar sudah bisa pulang hari ini, karena nicole juga sudah sehat dan fit setelah melahirkan, begitu juga keadaan aidan dan nadia yang sangat sehat sekali.
ade segera mengurus biaya administrasi nya, sementara nicole di temani nadin dan sabrina. sedangkan para orang tua mereka menunggu di rumah untuk menyambut kepulangan mereka. semua sudah selesai, kini mereka sudah bersiap untuk segera menuju rumah, nadin segera menuju parkiran untuk menyiapkan mobil ke depan loby rumah sakit, nicole sambil menggendong aidan di atas kursi roda yang di dorong oleh sabrina, sedangkan ade menggendong nadia sambil berjalan di samping kursi roda nya nicole.
akhirnya mereka pun sampai di rumah, namun mereka di kagetkan dengan beberapa kehadiran para awak media di sana. mereka sengaja datang untuk meliput berita kelahiran bayi kembar ade dan nicole. ade yang melihat itu pun sedikit risih, tetapi nicole coba menenangkan sang suami, hingga ade pun bisa sedikit menerima kehadiran mereka. kali ini para pencari berita bersikap sangat sopan, sehingga ade pun bisa sedikit berbaur, tapi tetap dengan prinsip nya, dia tidak mau masuk dalam gambar berita itu. nicole pun memberi penjelasan pada media, nicole menerangkan bahwa bayi mereka memiliki nama aidan dan nadia, mereka berjenis kelamin lakilaki dan perempuan. setelah itu para awak media menyorot aidan dan nadia yang sedang tertidur dengan wajah lucu nya. setelah di rasa sudah mendapatkan liputan, para media pun berpamitan untuk bergegas bubar. gak lama bella dan marsela pun datang untuk melihat si kembar, setelah melihat, mereka sangat merasa terpukau melihat bayi yang memiliki wajah mirip dan juga lucu sedikit ke bulean itu. bella pun beetanya.
"nama nya siapa mbak? ihh lucunya mereka"
"aidan dan nadia, aidan sebagai kakaknya, karena dia diangkat lebih dulu, kemudian selang lima menit barulah nadia"
nadin pun hanya memperhatikan bella dan marsela yang sangat dekat dengan nicole, dia pun bertanya. dan memperkenalkan diri.
"haiii, kalian dari jakarta juga? kenalin gue nadin, teman nicole dan sudah seperti adiknya ade"
"ehhh, ini mbak nadin itu loh?? iya aku tahu mbak, maaf, aku bella, dan ini marsela, kita tinggal di jogja kok, kita berdua atlet volly asal klub jogja mbak, salam kenal yaa, senang deh bisa bertemu mbak nadin disini, aku suka lihat film film nya kok"
"ohh gitu, iya salam kenal yaa, kirain dari jakarta. makasih yaa sudah mau nonton film ku"
mereka pun asik berbincang disana, sementara para orang tua mereka masih asik bermain dengan si kembar yang sedang memperhatikan mereka dengan pandangan heran nya. kadang sambil senyum jarang jarang, disini yang terlihat aktif adalah nadia, namun aidan begitu terlihat kalem, dengan pandangan nya. nadia selalu bergerak seperti ingin memberontak membuka bedongan kain nya itu.
sementara ade sedang mengurusi nicole di kamar, dengan lembut dia melayani sang istri yang habis mandi dan memakai pakaian nya, hingga menyuapi nicole makan. kembali nicole merasa bahagia atas perlakuan suaminya itu, dia merasa sangat beruntung sekali. gak lama mereka berdua pun keluar dari kamarnya untuk bergabung dengan bella, nadin dan marsela di ruang sofa. namun ketika asik mengobrol disana, suara tangis nadia terdengar, nicole pun segera menuju bayi nya itu, dia merasa khawatir, namun ketika sampai sana, ternyata nadia hanya haus dan ingin menyusu, nicole pun segera memberi asi pada nadia, sementara aidan tetap anteng dengan pandangan nya ke arah nicole, nicole pun mengajak ngobrol aidan dengan bercanda.
"jagoan nya mommy kalem banget sih kayak ayahnya.. kamu tuh jaim yaa di depan mommy?"
kembali aidan hanya mengedip ngedip kan mata saja dan tetap stay cool dengan bedong kain nya. nicole pun tertawa tiada henti melihat kelakuan putranya itu. dia sangat yakin kalau aidan memiliki sifat seperti ade, karena sudah terlihat. beda dengan nadia yang sedikit grasak grusuk sekali tiap kali di letakan di kasur, nadia sangat aktif bergerak, bahkan kadang suka mengoceh sendiri, jika tidak di ladeni pun dia akan langsung nangis. nicole dan ade sangat merasa lucu dengan tingkah nadia itu.
setelah selesai nadia pun langsung di gendong oleh ade, kemudian aidan yang di susui oleh nicole, namun aidan belum merasa haus, diapun hanya fokus memandang nicole dengan pandangan serius nya, nicole kembali mengajak ngobrol putranya itu.
"kenapa aidan lihat mommy seperti itu sih? kamu marah sama mommy karena mommy bilang begitu tadi? maaf sayang, mommy cuma bercanda"
aidan pun sedikit tersenyum melihat nicole, tapi kembali bersikap cool dalam gendongan nya itu. nicole pun terus tertawa dengan sikap aidan itu. dengan gemas dia mencium putranya, tetapi aidan tidak mau, dia mencoba menghindar dengan menggerakan wajah nya ke kanan dan kiri. nicole malah makin gemas dengan tingkah aidan, kembali dia berkata.
"kamu benar benar seperti ayah mu yaa, sok jual mahal, mommy jadi makin sayang deh sama kalian"
sementara ade masih asik bercanda dengan nadia di sofa bersama nadin, bella dan marsela. nadin merasa ikut bahagia menyaksikan sahabatnya itu, dia melihat senyuman ade benar benar terlihat sangat lepas sekali, dia hanya berharap ade dan nicole bisa selalu bahagia dengan buah hati mereka dan keluarga baru mereka. nicole pun segera bergabung dengan mereka, sambil membawa aidan. nicole melihat ade begitu serius bercanda pada putrinya itu. hingga nicole meminta gantian untuk memegang nadia, tetapi nadia tidak mau, hanya menolak dengan menangis, hingga nicole berkata.
"ohh jadi kamu butuh mommy cuma haus saja yaa sayang? yasudah mommy sama aidan deh"
semua yang ada di sofa pun tertawa. kembali nadia mengoceh merasa tidak senang nicole berkata itu, ade hanya mencium gemas pada nya. aidan pun mulai ikut mengoceh di gendongan nicole. hingga nicole berkata.
__ADS_1
"iyaa sayang, mommy gak marahin adikmu, mommy hanya bercanda kok, duuuhhh si kalem nya mommy nih yaa"
lalu ade pun menyuruh nicole untuk meniduri si kembar, agar mereka istirahat. nicole segera membawa aidan dan ade pun membawa nadia ke ruang mereka untuk segera di tiduri.
setelah selesai mereka kembali berbincang di sofa. gak lama bella dan marsela pun pamit untuk pulang, karena sore ini mereka akan pergi latihan. setelah mereka pulang, ade dan nicole berkumpul bersama keluarga mereka, mereka terus berbincang, sambil merencanakan tentang masadepan si kembar itu. karena roberto sudah mempersiapkan jabatan di perusahaan nya untuk aidan dewasa nanti, sementara nadia, akan di bebaskan untuk memilih jalan hidupnya nanti ketika dewasa. walaupun nicole sebenarnya lebih ingin kalau aidan mengikuti jejak ayahnya bermain bola dan menjadi penerus di lapangan ketika ade sudah gantung sepatu nanti. tetapi kembali nicole tidak bisa memaksakan ke inginan anak anak mereka nanti, biar mereka yang akan menentukan akan memilih apa ketika dewasa nanti. karena sebagai orang tua, nicole hanya ingin yang terbaik buat anak anak nya itu. sementara ade, ade sebenarnya sudah tidak sabar ingin mengajari aidan dan nadia di dunia musik, bahkan, ketika sudah mulai memasuki sekolah dasar pun, ade sudah berencana akan menyekolahkan di bagian sekolah musik nanti.
malam pun tiba, mereka pun akan segera bergegas untuk istirahat tidur, namun nicole dan ade masih tetap berbincang di kamar nya, mereka selalu berkata dan merasa bersyukur dengan apa yang mereka rasakan saat ini.
"yank, aku bahagia dan bersyukur, apalagi ketika aidan dan nadia sudah hadir, aku merasa hidup ku sudah lengkap, memiliki suami yang baik dan sayang sama aku, memiliki bayi kembar, apa lagi yang harus aku sesalkan? "
"iya sayang, aku juga merasa begitu kok, bahkan aku juga merasa lebih beruntung, bisa memiliki kamu sebagai teman hidup, yang awalnya hanya khayalan, tapi kini menjadi kenyataan, bahkan kamu memberikan ku anak kembar, apa lagi yang harus aku cari? "
"makasih ya yank, sekarang tanggung jawab kita adalah, mempersiapkan masa depan aidan dan nadia. agar mereka dewasa nanti sudah bisa berkembang dengan sendiri nya"
"iya, kita sama sama merawat mereka yaa, aku berharap aidan bisa menjadi seorang kakak yang baik dan selalu melindungi nadia nanti"
"tapi yank, aidan itu terlalu kalem seperti mu, gayanya yang sok cool itu loh yang bikin aku selalu tertawa melihat nya, lucu banget anak itu yank, beda dengan nadia, dia terlalu barbar, kadang selalu berusaha ingin melepas kain nya itu, hehehe"
"yaa biasa kalau anak cowok tuh semua seperti itu sayang, dia hanya melakukan dengan pekerjaan, bukan dengan omongan, semoga aidan dan nadia bisa saling sayang satu sama lain sebagai saudara"
"amiiinnn... aku lebih ingin aidan menjadi penerus mu yank, gak perlu jadi kiper pun gapapa, yang penting dia menjadi pesepakbola"
"kita belum tahu sayang, mereka saja masih baru lahir, masih panjang untuk menentukan masa depan dan pilihan mereka nanti."
"bobo yuk yank, sudah malam ini. cuma kita yang masih melek loh"
"iya, yukk, sini peluk aku, aku malam ini cuma mau memeluk mu dalam tidurku"
nicole pun segera memeluk sang suami, kemudian ade mencoba memejamkan matanya, nicole pun mengikuti memejamkan matanya juga, hingga akhirnya mereka saling tertidur.
pagi ini, nicole dan ade sedang berada di belakang rumah, mereka sengaja membawa aidan dan nadia untuk berjemur sebentar. agar sehat terkena sinar matahari pagi. bahkan saat berjemur pun, nadia kembali berulah, dia selalu mengoceh dan coba memberontak dengan gerakan nya itu, tetapi ketika di gendong ade, dia pun hanya kembali tenang dan hanya mengoceh pelan sambil tersenyum, nicole pun berkata.
"dasar kamu yaa, masih kecil saja sudah genit, di pegang ayah mu aja, baru kamu tenang"
nadia pun seolah cuek dengan omongan nicole itu, sementara aidan masih seperti biasa, dia hanya santai menikmati sinar matahari pagi sambil memperhatikan wajah nicole. kembali nicole berkata.
"jagoan mommy yang ini selalu stay cool, kamu harus bisa jaga adikmu dan mommy yaa ketika aidan besar nanti"
lagi lagi bayi itu hanya selow respon memandang wajah nicole. nicole hanya tertawa geli dengan sikap aidan ini, dia gak tahu apa yang sedang di pikirkan bayi seusia ini ketika bersikap seperti ini.
__ADS_1
lalu ade pun terus memperhatikan nicole dan aidan yang sedari tadi tertawa saja dengan anak pertamanya itu. sampai dia pun penasaran ingin menggendong aidan.
"gantian sayang, aku pegang aidan, kamu nadia"
"iya sini pelan pelan"
setelah nadia berada di gendongan nicole, kembali dia meracau dengan kesal.
"kenapa sih kamu kalau mommy gendong kayak gak senang? kamu gak sayang mommy yaa? "
nadia pun seketika hanya tertawa lucu. dan kembali mengoceh. sementara aidan masih anteng di gendongan ade sambil sesekali melirik dengan lirikan santai nya. ade pun tertawa dan berkata.
"asli nih anak, benar benar sok cool. besarnya pasti mau jadi playboy yaa? "
nicole gak setuju dengan perkataan ade.
"apaan sih kamu yank? gak boleh jadi playboy ahh... aidan harus setia seperti mu dong"
ade pun tertawa mendengar itu. lalu dia berkata.
"sudah cukup sayang, ayook kita masuk, sudah mau jam setengah delapan"
mereka pun membawa si kembar ke ruangan nya. sesampai di ruangan pun langsung di ramaikan dengan para orang tua dan tante tante nya itu. nadia yang melihat selalu mengoceh merasa senang banyak orang, tetapi aidan seperti biasa, hanya memperhatikan mereka satu persatu.
lalu ade bergegas mandi, sementara nicole pergi ke dapur untuk mempersiapkan sarapan khusus ade dengan menu atletnya itu. namun ketika selesai mandi, ade pun langsung menegur nicole yang sedang sibuk di dapur.
"kamu apa apaan sih sayang? kamu baru selesai melahirkan, jangan bwraktifitas dulu, kan ada mbak surti"
"gak apa apa yank, aku cuma menyiapkan makanan mu saja kok, lagian aku cuma mau membalas sikap perhatian mu selama ini saja, jadi gak masalah, aku juga sudah merasa baikan kok gak ada masalah"
"iya ngerti, tapi gak harus gitu juga sayang, sudah cukup, biar mbak surti yang melanjutkan, sekarang kamu mandi, setelah itu kamu harus memberi susu pada aidan dan nadia"
"ini juga sudah selesai kok yank, sabar, sebentar lagi aku mandi"
"sekarang!, kamu nurut dong sayang sama aku, aku gak mau kamu drop nanti"
"iya udah iya nih aku selesai. aku mandi dulu yaa, kamu jaga si kembar dulu sana, takut mereka sudah haus"
"iya ayook aku antar kamu dulu ke kamar mandi"
__ADS_1
"gak usah yank, aku bisa sendiri kok"
ade pun tetap mengantar nicole menuju kamar mandi. karena dia gak mau istrinya merasa capek dan lelah, karena dia masih harus memberi asi pada si kembar. hingga selesai mandi, kembali ade melayani nicole dengan lembut memakai kan bajunya itu. mereka pun segera menuju si kembar, karena nicole harus memberi asi pada mereka. kembali aidan dengan ekspresi dingin nya sambil menikmati air asi pada nicole. sedangkan nadia masih mengoceh saat di gendong kakek nya. nadia selalu aktif ketika di gendong dengan pria. hingga nicole selalu merasa gemas dengan sifat genit nya itu. akhirnya kini nadia yang harus menikmati asi, ketika di pegang nicole, kembali wajah nya sedikit merasa tidak senang, karena harus lepas dari pria. nicole lagi lagi tertawa dengan nadia yang seperti sudah mengerti dengan jenis kelamin cewe dan cowo itu. akhirnya setelah memberi asi pada si kembar, mereka pun segera di tidurkan. setelah sudah tertidur, nicole dan ade hanya bersantai sambil menunggu masakan mbak surti selesai...