Mengerti Arti Cinta (LDR)

Mengerti Arti Cinta (LDR)
TEKAD


__ADS_3

Setiap hari aku rajin mengirim pesan pada Raj dan menanyakan perkembangan kesehatannya. Untuk pertama kalinya Raj memberitahuku bahwa ia akan berulang tahun tanggal dua belas Agustus ini yang berarti besok. Karena Raj jauh dan dalam kondisi yang tak memungkinkan untuk bertemu secara langsung jadi aku mempersiapkan beberapa video ulang tahun dan ucapan khusus yang aku buat untuknya. Memang terdengar pelit sih. Tapi aku tidak bisa memikirkan hadiah apapun dalam kondisiku yang seperti ini.


Pagi-pagi aku sudah mengirim ucapan selamat ulang tahun pada Raj.


"Hari ini adalah ulang tahunku, aku ingin sesuatu yang lebih dari ini," protes Raj.


"Kamu maunya apa?"


"Aku mau kado yang nyata, seperti kue."


"Seandainya kamu ada di sini, bukan cuma kue saja yang akan aku bawakan tetapi juga kado lainnya, honey. LDR memang tidak enak, tapi harus bagaimana lagi!"


"Baiklah".


Raj tidak terlalu menuntutku untuk mendapatkan kado yang ia minta. Dia sangat pengertian.


...*****...


Seminggu kemudian, Raj mengirimkanku video dirinya yang sedang memberikan makan monyet.


"Ini dimana?"


"Ini kotaku Hissar".


"Kota kamu indah, hewan dan manusia bisa hidup rukun di tengah kesibukan kota".

__ADS_1


"Terima kasih".


"Kamu sudah sembuh, honey?"


"Sudah, kamu kapan ke India? nanti aku ajak jalan-jalan di kotaku".


"Tunggu normal dulu ya,lagipula disini peraturannya semua orang harus di vaksin dulu baru diizinkan ke mana-mana. Sekarang masih bagian manula dan orang tua dulu, baru remaja dewasa.


"Kenapa ribet sekali, sih".


"Peraturan pemerintah, honey".


Tanpa sadar aku telah berjanji pada Raj untuk datang ke India. Padahal untuk memenuhi kebutuhan keluarga dalam satu bulan saja tidak cukup. Bagaimana mau menabung untuk datang ke sana.


Yang biasanya aku jajan di luar, sekarang aku tiadakan. Aku membawa bekal dari rumah untuk menghemat. Bahkan aku harus memutar otak untuk mendapatkan pekerjaan sampingan dengan memberikan kredit pada teman-temanku barang yang mereka inginkan tapi tak punya uang yang cukup, nantinya aku yang bayarin dulun.


Dalam masa pademi seperti saat ini, uang semakin terasa susah dicari sedangkan pengeluaran semakin membengkak saja.


...******...


Setiap jam istirahat, aku pasti keluar bersama Nana untuk makan bareng. Kebetulan hari ini ada restoran yang baru buka dekat tempat kami bekerja, dan Nana mengajakku ke sana.


"Put, ayo kita belanja disana! Kelihatannya enak".


"Maaf na, aku sudah bawa bekal".

__ADS_1


Aku menunjukkan rantang nasi yang aku bawa rumah.


"Tapi kamu harus tetap temaenin aku ke sana,ya!"


"Baiklah".


Aku tidak bisa menolak permintaan Nana, karena selama ini kami selalu makan bersama.


Setiba kami di restoran itu, ternyata banyak yang mengantri. Saat kami melihat menunya juga lumayan enak dan murah.


Nana yang memang hobi makan, langsung memesan tiga menu sekaligus. Pangsit goreng, cumi rambutan, dan bakso. Sedangkan aku tetap memakan bekal yang kubawa, yaitu ikan goreng, dan nasi putih serta sedikit sambal.


Bekal yang aku bawa memang cukup sederhana tapi cukup untuk mengganjal perut siang ini.


"Ayo put, kita makan sama-sama".


Aku membuka rantang nasiku di hadapan Nana. Tak lama kemudian, Nana menaruh pangsit goreng di atas bekalku.


"Tenang saja, aku ndak bakal minta bayaran kok, cuma bantuin aku untuk menghabiskannya.


"Terima kasih, na".


Sebenarnya, aku sedikit tidak nyaman dengan pemilik restorannya, tapi aku tidak bisa membatalkan niatku untuk menabung.


BERSAMBUNG.............

__ADS_1


__ADS_2