Mengerti Arti Cinta (LDR)

Mengerti Arti Cinta (LDR)
PELUKAN HANGAT


__ADS_3

Saat kubuka mata ini, ternyata aku masih berada di dalam mobil yang sedang berjalan menuju hotel. Kepalaku terbaring di pangkuan bibi Rita, sangat nyaman. Tubuhku masih lemas dan kepalaku pusing. Sedangkan Fanny duduk di depan bersama paman Aska.


Semua kejadian ini begitu mendadak bagiku. Bahkan masih terngiang di kepalaku saat ia mengatakan bahwa ia mencintaiku dan serius padaku.


Kini semua itu hanyalah sebuah mimpi yang kualami kemarin.Saat sadar, begitu perih dan sulit menerimanya.


Bibi Rita membelai lembut rambutku yang lurus terurai. Sentuhannya begitu lembut dan menenangkan, sayangnya air mataku malah meneteskan lebih deras dan membasahi celana panjang bibi Rita.


"Yang sabar ya, putri!! Mungkin dia bukan pria yang tepat untuk kamu. Percayalah bahwa semua semua orang telah diberikan jodohnya masing - masing!!"


Aku tak dapat menjawab semua yang di katakan bibi padaku. Hanya air mata yang mengalir dari kedua mataku yang mengatakan bahwa aku tidak terima dengan semua ini. Cinta yang kami bangun selama lima tahun, harus berakhir begitu saja.


...*****...


Setiba di hotel, aku kembali ke kamar hotel bersama Fanny. Sedangkan paman dan bibi Rita kembali ke kamarnya.


Pikiranku kosong dan tak ingin melakukan apapun.


"Kak putri mandi duluan, nanti Fanny nyusul abis kakak!!"


"Kamu saja yang mandi duluan!" Jawabku malas.

__ADS_1


Pikiranku menerawang ke semua sudut kamar itu, untuk mencari sesuatu yang aku sendiri tidak tahu. Seperti ada sesuatu yang kosong dan hampa dalam ruangan itu.


Dengan gontai aku menuju jendela kamar yang terbuka dan melihat bawah balkon dengan pikiran kosong.


Greeepp!!!


Fanny memeluk tubuhku dari belakang yang masih menggunakan pakaian handuk.


"Kakak sadarlah!! Jangan tinggalkan Fanny, paman dan bibi di Indonesia pasti sedih banget!!" Kata Fanny histeris.


Tak lama kemudian paman Aska dan bibi Rita datang memeluk kami berdua dan menangis bersama. Ingin kukatakan pada mereka bahwa apa yang sedang mereka pikirkan tentangku semua adalah salah. Bibirku tak dapat berkata apapun dan hanya dapat menangis dan menangis di pelukan mereka.


Pelukan hangat yang datang dari keluarga sangatlah penting bagiku. Kini hanya mereka yang dapat membantuku keluar dari kesedihanku.


Mereka sangat perhatian padaku dan peduli padaku. Tak seharusnya aku membuat mereka khawatir akan kesedihanku. Bahkan saat tidur, mereka bersedia tidur bergilir untuk menjagaiku dari hal - hal buruk hingga pagi.


...*****...


Sinar pagi menembus jendela kamarku begitu saja. Aku langsung mandi, dan membersihkan diri. Berharap dengan mandi, badanku bersemangat kembali setelah apa yang terjadi kemarin.


Aaaahhhhh!!

__ADS_1


Sungguh segar rasanya. Begitu selesai mandi, kuambil handphoneku dan kuaktifkan.


Tringggg tringgg tringggg!!


Suara pesan masuk silih berganti. Ternyata ada banyak riwayat telpon yang tidak terjawab dari ayah dan ibu, tetapi tidak ada satu pun dari Raj.


"Hallo ibu, secepat itukah ibu kangen sama putri?" kataku lewat video call.


"Gimana liburannya??"


"Seru, bu!!"


"Iya tik, kapan - kapan kalian juga ikut liburan bareng!!" Celetuk bibi Rita.


"Iya bik, cuma Fanny kayaknya kangen sama masakan bibi, deh!"


"Iya - iya, nanti pada saat kalian kembali, bibi akan masak kesukaan Fanny!!"


"Horreeee!!!" Teriak Fanny kegirangan.


Fanny dan bibi Rita juga ikut nimbrung bareng dan merahasiakan yang telah terjadi kemarin. Dengan adanya kehangatan mereka, aku mampu melalui masa - masa tersulitku dengan wajah tersenyum.

__ADS_1


Bersambung............


__ADS_2