
Hari ini aku benar- benar sibuk. Begitu aku bangun tidur, Fanny sudah menelpon untuk datang ke rumahnya. Rencananya paman Aska dan bibi Rita akan mengadakan bulan madu kedua di Eropa sekaligus merayakan hari pernikahan mereka yang ke tiga puluh. Sedangkan sore harinya aku kerja.
Aku, Fanny dan Angga mempersiapkan perjalanan mereka. Tiket pesawat dan travel perjalanan telah di pesan, tinggal menunggu hari saja. Tapi sayangnya rencana indah itu harus hangus dalam semalam saja, padahal sudah di persiapkan jauh- jauh hari.
Tiga hari sebelum keberangkatan, pemerintah Indonesia melakukan lock down dan penerbangan internasional di tutup. Semua ini di sebabkan oleh virus covid 19.
Paman dan bibi harus berlapang dada menerima kondisi darurat ini. Mereka harus membatalkan semua tiket dan juga reservasi hotel yang sudah mereka booking.
...*****...
Dalam masa pademi ini, masker kesehatan dan hand sanitaizer menjadi barang yang sangat di butuhkan oleh seluruh masyarakat dunia sekaligus menjadi barang yang langka. Tak tanggung- tanggung harganya mencapai dua sampai tiga kali lipat dari harga normal.
Virus ini begitu mematikan dan tak sedikit orang yang meninggal. Pihak medis kewalahan dalam menanggulangi virus ini. Sedangkan pariwisata menjadi sepi, ekonomi pun berantakan. Banyak orang yang kehilangan pekerjaannya. Untung saja, di tempatku bekerja tidak ada pengurangan karyawan, hanya saja jadwal kerja kami berkurang dan otomatis gaji kami pun berkurang. Aku cukup bersyukur tetap mendapatkan pekerjaan di era yang sulit ini.
Dalam satu bulan, kami selalu ada lembur. Tapi sekarang dalam seminggu kami hanya bekerja tiga hari saja, itu pun bergilir dengan teman-teman yang lain. Karena peraturan pemerintah, swalayan hanya boleh buka setengah hari saja.
...******...
__ADS_1
Di awal- awal lock down, Raj mengirimiku pesan.
"Baby, apa yang sedang kamu lakukan?"
"Aku baru pulang dari jalan-jalan".
Kemudian Raj, mengirimiku emoticon kebingungan. Tampaknya dia meragukan jawabanku, padahal jalan-jalan adalah sesuatu yang lumrah pada setiap orang.
"Setahuku corona juga masuk ke negaramu, kan!"
"Kamu tidak tahu, kalau pemerintah Indonesia melakukan lock down hari ini?"
Pada dasarnya, aku tidak suka menonton berita. Semenjak virus itu masuk, semua berita isinya dia saja dan angka kematian yang di timbulkan. Membuat orang setres saja.
Kalau Raj tidak memberitahuku, aku mana tahu sedang lock down. Pantas saja hari ini jalanan tampak sepi. Tapi untuk menjaga egoku, aku sengaja pura- pura mengetahuinya.
"Tahu, aku kan cuma pergi ke pasar temenin ibu belanja".
__ADS_1
"Kalau tidak ada perlu, lebih baik diam saja di rumah, bahaya!"
"Iya honey, kamu juga harus jaga kesehatan di sana ya".
"Iya baby".
...*******...
Saat tidak kerja, aku biasanya main hp seharian begitu juga dengan Raj. Saat kutelusuri facebooknya, semua isinya mengenai politik ekonomi pemerintah India. Beda banget dengan diriku yang suka posting video lucu, masakan dan beberapa tips yang biasa dilakukan setiap hari.
Pantas saja Raj memiliki pemikiran yang lebih dewasa dan lebih kritis daripada aku walaupun usiaku lebih tua darinya. Mungkin saja itu adalah pesona Raj yang membuat aku jatuh cinta padanya. Semakin hari cintaku pada Raj semakin dalam saja.
Hanya saja setiap kali aku terbuka dengan teman-temanku mengenai hubunganku dengannya, mereka akan mencemooh aku dan memberi nasehat agar menjauh darinya. Begitu juga dengan Angga.
Apakah hubungan kami memang benar-benar tidak mungkin...
Bersambung....
__ADS_1