Mengerti Arti Cinta (LDR)

Mengerti Arti Cinta (LDR)
PENGAKUAN


__ADS_3

Di pagi yang masih terasa dingin, aku menatap Raj yang hampir membeku di depanku. Aku merasa terharu dengan pengorbanannya. Ia sampai rela menungguku semalaman di luar hotel, hanya untuk moment ini. Kami berjemur mentari pagi bersama- sama di pinggir kolam renang dengan saling bergandengan tangan.


Hanya dengan menatap wajahnya saja, jantungku berdebar kencang, apalagi yang lain. Perlahan tangan Raj mulai menghangat dan ia sudah tak terlihat kedinginan lagi.


"Akhir- akhir ini aku sulit menghubungimu! Sebenarnya ada apa, Raj?"


"Tidak ada, hanya saja aku sedikit sibuk".


"Apa pekerjaanmu lancar?"


"Iyaa!!" jawab Raj singkat.


Raj membelai rambutku dengan lembut dan menatapku penuh arti, seolah-olah ia tak rela melepaskanku.


Ehem...ehm...


Tiba-tiba Fanny datang dan mengganggu kebersamaan kami. Seketika aku langsung melepaskan tangan Raj dan melihat Fanny berjalan menuju tempat kami berdiri.


"Raj kenalin ini sepupuku Fanny, dan Fanny ini Raj!" Aku memperkenalkan Raj dengan Fanny secara singkat dengan dua bahasa yang berbeda.


"Hy!!" Sapa Fanny.


"Hi!" imbuh Raj.


Mereka berjabat tangan sebentar, dan Fanny langsung menatapku dengan tatapan menggoda. Sepertinya Fanny sadar bahwa orang yang di ceritakan Angga kini berada di hadapannya.


"Kak putri disuruh ke restoran sama papa, kita sarapan bersama"


"Iya".


Aku melihat Raj dan memegang tangannya yang besar dan hangat.

__ADS_1


"Kita sarapan bersama, sekalian akan aku kenalkan dengan paman dan bibiku".


"Okey!" jawab Raj tersenyum.


Fanny berjalan lebih dulu dan memandu kami untuk menuju restoran hotel. Aku menggandeng tangan Raj dan sesekali menatapnya. Saat ini, aku memantapkan hatiku dan berkata bahwa Raj adalah pilihanku, pria yang aku cintai selama ini.


...******...


Setiba di restoran hotel, paman Aska tampak menatapku dengan serius, sedangkan bibi Rita senyum-senyum melihatku menggandeng tangan Raj.


Saat tiba di hadapan paman dan bibi, aku pun melepaskan tanganku dari Raj.


"Duduk!!" ujar paman tegas.


Aku dan Raj duduk di depan paman Aska, sedangkan Fanny duduk di sebelah bibi Rita.


Paman tampak serius menatap Raj sejak ia datang hingga ia duduk di sebelahku.


"Nama saya Raj Kumar" Jawab Raj dengan menggunakan bahasa Inggris juga.


"Kamu kerja dimana?"


"Saya kerja di bank".


"Apa hubungan kamu dengan, putri?"


"Putri adalah pacar saya, pak"


"Bagus!!!"


Suasana saat itu menegangkan sekali, tapi bibi Rita dan Fanny tanpak senang dengan pengakuan Raj.

__ADS_1


"Apa yang terjadi di kolam renang, jangan sampai terulang lagi"


"Baik,pak!" jawab Raj tegas.


"Bagus! Paman sudah memesan makanan untuk kita semua, termasuk kamu Raj".


"Terima kasih, pak!" Jawab Raj cepat.


Aku termenung sejenak dengan pembicaraan paman, tanpa sengaja aku menileh ke luar jendela.


Ahhhhhhhh....


Ternyata view restoran itu langsung menuju pemandangan kolam renang, tempat aku dan Raj melakukan ciuman. Seketika pipiku memerah dan menundukan kepalaku, tak berani menatap wajah paman Aska.


Tak lama kemudian, pelayan restoran datang membawa sarapan untuk kami semua, nasi biryani.


"Ayo dimakan makanannya, kalau dingin, ndak enak lho!" sapa bibi Rita ramah.


Walaupun sedikit canggung, tapi aku mengkaiskan sendokku mencoba masakan India untuk pertama kalinya. Rasanya enak dengan bumbu rempah yang khas dan sepertinya lidahku dapat menerimanya.


Disela- sela makan, paman Aska tiba-tiba bertanya padaku.


"Hari ini, rencananya kalian mau pergi kemana?"


"Kalau boleh, aku ingin jalan-jalan dengan Raj, paman"


"Boleh! siapa bilang tidak boleh, hanya saja kamu harus ingat waktu. Saat makan malam nanti, kamu harus sudah ada di hotel".


"Baik, paman".


Yessss, ijin untuk berkencan sudah aku dapatkan. Kini tinggal Raj yang membantuku untuk mewujudkannya.

__ADS_1


Bersambung.............


__ADS_2