Mengerti Arti Cinta (LDR)

Mengerti Arti Cinta (LDR)
ANTING


__ADS_3

Hari ini kami akan mengunjungi salah satu keajaiban dunia dan wisata yang paling populer di India yaitu Taj Mahal. Kami menggunakan bus mini menuju Agra. Perjalanannya cukup panjang dan melelahkan menuju ke sana.


Setiba di pintu masuk, kami di sambut hangat oleh para penjaga dan mendapatkan service guide gratis yang sudah termasuk dalam tiket.


Kami berkeliling yang di pandu oleh guide setempat dan berfoto bersama di spot - spot yang menarik. Aku baru tahu, dalam setiap bangunan memiliki nama tersendiri yang merupakan bagian dari Taj Mahal itu tersendiri.


Paman Aska dan bibi Rita seringkali berfoto berdua saja, layaknya pasangan pengantin baru saja. Konon bangunan ini merupakan sebuah bukti cinta sejati seorang raja terhadap istrinya yang telah meninggal.


Semakin aku menatap mereka, ada rasa iri yang terbesit dalam hatiku. Kenapa hanya aku yang tidak memiliki cinta sejati!


Sepanjang hari, aku hanya tersenyum paksa, walaupun hatiku terluka. Tampaknya aktingku lumayan dapat membuat mereka tak khawatir akan kesedihanku. Aku tak ingin mereka ikut sedih dengan apa yang aku alami.


...******...


Setelah berkeliling di Taj Mahal, kami sempatkan untuk mampir di pedagang yang ada di sekitar sana untuk membeli oleh - oleh untuk ayah, ibu dan adikku Rico.


Aku tanpa sengaja terpisah dengan rombongan yang lain untuk mencari anting yang cocok untuk ibu.

__ADS_1


Saat aku hendak mengambil anting yang menurutku bagus untuk ibu, tiba - tiba seorang wanita yang juga memegang anting itu secara bersamaan. Saat kulihat wajahnya, tampak tak asing bagiku. Seolah - olah aku pernah bertemu dengannya di suatu tempat.


Aku memilih untuk melepaskan anting itu dan mengambil anting yang lain secara asal- asalan, saat kulihat Raj berada di samping wanita itu. Ternyata wanita yang ada di hadapanku adalah tunangan Raj.


"Tolong di bungkus anting ini, pak!!" Kataku tergesa- gesa dengan bahasa asing.


Aku langsung membayar harga yang disebutkan pedagang itu tanpa menawarnya lagi. Raj melihatku dan menepuk pundakku.


"Putri, tolong mengerti keadaanku!!" Kata Raj.


Dengarkan aku dulu, putri!"


"Cukup Raj!! Aku tidak ingin kita bertemu lagi di masa mendatang ataupun di kehidupan selanjutnya".


Aku langsung pergi mencari bibi Rita dan Fanny sambil menghapus air mataku yang tertinggal. Sedangkan Raj juga tampak dihalangi untuk mengejarku.


Aku mencoba menutup kesedihanku dari mereka rapat - rapat. Dengan cepat aku nimbrung dan berbelanja beberapa oleh - oleh seperti gantungan kunci dan pakaian khas India.

__ADS_1


Tiba - tiba guide kami melihat jam tangannya dan mendekati bibi Rita yang sedang sibuk berbelanja.


"Maaf nona dan nyonya, sepertinya kita harus berangkat sekarang agar setiba di hotel nanti tidak tengah malam", kata guide kami.


"Ohhhh tentu!!" Jawab bibi Rita.


Tanpa basa - basi kami pun masuk ke bus mini sambil memperlihatkan barang belanjaan kami di dalam mobil. Kebetulan anting yang di pilih Fanny jauh lebih bagus dariku, sederhana tapi elegan.


Sedangkan aku memiliki anting yang panjang dan berjuntai. Kalau mengingat karakter ibuku, dia pasti tidak suka dengan hadiah antingku nanti.


Dalam perjalanan yang menguras waktu hampir empat jam itu, aku sempat terlelap di mobil bersama yang lainnya.


Benar kata guide kami, ternyata kami tiba di hotel sudah malam. Langit telah gelap tapi aktivitas warga India masih padat di malam hari, banyak kendaraan yang masih lalu lalang di jalan.


Begitu sampai hotel kami mandi dan makan malam sebelum tidur.


Bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2