Mengerti Arti Cinta (LDR)

Mengerti Arti Cinta (LDR)
JANJI SUCI


__ADS_3

Setelah tiga hari sejak kami berbaikan, akhirnya Raj mengubah foto profil bersama wanita itu dengan foto Raj yang sedang duduk sendiri di atas pohon tumbang menggunakan Surban*.


Aku senang banget dengan foto profil Raj yang baru, jadi auto screen shoot saja. Tiba-tiba Raj meminta sesuatu padaku.


"Baby datanglah ke India!"


Oh Tuhan, apa yang harus aku katakan pada Raj, uang untuk membeli tiket pesawat saja tidak ada. Gimana mau ke sana!


"Di sini masih lock down, tunggu corona berhenti,ya! Jawabku pada Raj.


"Di India sudah normal, baby!"


"Peraturannya kalau mau pergi harus di vaksin dulu".


"Bukannya hanya orang yang terkena saja yang di vaksin?"


"Tidak honey, semua orang harus di vaksin tua maupun muda".


Huuuhh!


Untung saja ada corona sebagai alasan untuk semantara ini. Lain kali aku harus lebih giat lagi mengumpulkan uang untuk pergi ke India dan bertemu dengan Raj.


"Dulu juga alasannya karena corona, terus kapan kita ketemu?" Keluh Raj.


"Coba kamu tanya baik-baik sama virus corona. Kenapa dia ndak mau pergi dari bumi ini?"

__ADS_1


"Baby, virus itu tidak berwujud dan kelihatan".


"Syukurlah kalau kamu tahu, kenapa ndak kamu saja yang datang ke Indonesia biar tahu rasanya di cegat di bandara Internasional dan di test swab, habis itu harus di karantina di hotel selama dua minggu. Kamu ndak ketemu dengan aku dan uang kamu habis buat karantina".


"Aku ndak punya uang baby," jawab Raj singkat.


Ya sama, aku juga ndak punya uang Raj!! teriakku dalam hati.


"Tapi kamu harus berjanji demi Tuhan padaku, baby!"


"Semoga Tuhan mempertemukan kita".


"Good!!" Jawab Raj singkat.


Untuk kedua kalinya, aku telah berjanji pada Raj untuk datang ke India. Kali ini, aku bersumpah atas nama Tuhan untuk hal yang mustahil.


Aku membenci diriku yang begitu gampangnya bersumpah tanpa berfikir panjang. Aku berbaring di tempat tidur sambil memikirkan sumpah gilaku itu.


tok...tok...tok....


Ibu datang mengetuk pintu kamarku.


"Iyaaaa!! Jawabku cepat.


"Hari ini kamu tidur yang cepat ya nak, besok harus bangun pagi-pagi untuk mengurus tamu undangan di pernikahan Annga".

__ADS_1


"Ini sudah mau tidur kok bu, ndak usah di ingatkan!" Jawabku dingin.


Ibu langsung menutup pintu kamarku dan kembali ke kamarnya. Aku berbaring dan mencoba seribu cara untuk tidur, tapi aku ndak bisa memejamkan mataku hingga pagi karena sumpahku itu.


...*******...


Mentari bersinar sangat cerah menembus jendela kamarku dan hari ini adalah hari pernikahan Angga. Badanku terasa tak bertenaga, kepalaku pusing saat kupaksakan bangun. Ibu pasti akan mengomel, jika aku masih berbaring di tempat tidur hingga jam sekarang.


Aku meyeret tubuhku yang berat dan langsung mengguyur badanku dengan air dingin untuk menghilangkan rasa kantukku. Aku berdandan cantik agar tidak kalah dengan pengantinnya.


Ibu bangun lebih awal dari kami. Beliau menyiapkan sarapan untuk kami sebelum pergi ke pernikahan Angga.


Begitu aku keluar kamar, ibu dan yang lainnya sudah berada di meja makan dan tentunya sudah berdandan dengan cantik.


Seusai sarapan kami langsung menuju rumah paman Aska. Kami memang datang satu jam lebih awal dari undangan. Ternyata tamu sudah banyak yang mulai berdatangan.


Karena dalam kondisi pademi, jadi mereka hanya mengundang beberapa kerabat saja walaupun dekorasi pesta dan ketringan terlihat mewah.


Aku, Fanny dan ibu sibuk mengurus para tamu, sedangkan paman dan bibi berada di atas panggung menemani pengantin baru.


Note:


Surban adalah kain panjang yang dililit di kepala seperti layaknya topi.


Bersambung............

__ADS_1


__ADS_2