
Virus corona melanda dunia hampir dua tahun lamanya. Begitu panjang dan membuat rakyat susah untuk mencari penghidupan di masa pademi. Uang yang selama ini aku kumpulkan untuk pergi ke India juga ikut terkuras.
Aku telah berusaha mencari uang dengan berbagai cara agar dapat bertemu dengan Raj, tapi semua usahaku ternyata sia-sia saja.
Semakin hari kerinduan ini semakin dalam saja. Kini hampir setiap hari aku memimpikan Raj dan setiap vedio call, Raj selalu bertanya "Kapan aku ke India?"
Kini Raj telah lulus kuliah dan sekarang sedang mencoba melamar pekerjaan di berbagai tempat. Aku dan Raj sadar bahwa waktu kami tidak lama lagi untuk bersama.
Setelah Raj memiliki pekerjaan yang tetap, kemungkinan besar Raj akan di jodohkan oleh keluarganya dengan gadis India yang usianya lebih muda dari Raj, dan aku merasa rendah diri karena hal itu.
Saat ini Raj memang masih belum terikat perjodohan, tapi ia pernah bilang untuk menerima keputusan itu. Untuk pertama kalinya, aku takut kehilangan Raj. Orang yang selalu di hatiku.
P***** dengan pelakor atau aturan, yang aku mau hanyalah Raj selalu disisiku selamanya.
Seketika air mataku jatuh berlinang saat aku memanjatkan doa.
"Oh Tuhan, aku harap dapat bertemu dengan Raj, sekali saja!"
__ADS_1
Seusai berdoa, aku ke ruang keluarga dan menyalakan televisi. Tanpa sengaja saluran televisinya saat itu adalah acara berita.
Berita mengenai penurunan reaktif corona di dalam negeri. Itu artinya kemungkinan tahun depan sudah mulai normal kembali seperti sedia kala.
Aku sangat senang mendengar berita ini, dan ingin memberitahukannya pada Raj. Tapi disaat yang sama, aku tersadar bahwa kondisi keuanganku yang minus belum bisa memenuhi janjiku untuk bertemu dengannya.
Di saat aku larut dalam menonton berita, tiba-tiba Raj vc. Aku buru- buru masuk ke kamar tanpa mematikan televisi. Aku belum bisa memperkenalkan Raj pada keluargaku, jika kondisi kami masih seperti ini. Hubungan yang rentan untuk putus.
"Hai honey!" sapaku.
"Baby I miss you!!"
"I miss you too, honey. Btw, gimana kabarnya di sana?"
"Datanglah ke India baby, please!!"
Raj mengabaikan pertanyaanku dan lebih memilih mengungkapkan isi hatinya.
__ADS_1
"Maaf honey, disini masih lock down dan sedang PPKM. Aku belum bisa pergi ke sana!"
"Tidak baby, kumobon datanglah!"
Terlihat jelas di dalam sorot mata Raj, ada kerinduan yang begitu besar hingga ia menitikkan air mata saat memintaku untuk datang ke India.
Aku ikut menangis melihat Raj yang sedang merindukanku di sana. Tapi aku tidak bisa bilang pada Raj, bahwa aku tidak bisa datang karena uangku sudah habis. Apalagi aku baru saja berbohong kalau masih lock down.
"Sabar honey"
Itu adalah kata yang dapat aku ucapkan pada Raj sebelum menutup telponnya.
Kerinduannya adalah kerinduanku. Penderitaannya adalah penderitaanku. Kami bertemu dengan cara yang tidak biasa, tapi aku yakin bahwa cinta yang kami rasakan adalah cinta sejati.
Rintangan yang harus kami hadapi begitu besar. Kami berasal dari negara dan budaya yang berbeda, bahkan uang menjadi tembok penghalang terbesar yang memisahkan kami berdua.
Begitu banyak penghalang, apakah kami masih bisa bertemu?
__ADS_1
Aku menangis di pinggir tembok kamarku, bersimpuh terkulai lemas di lantai sambil meratapi ketidakberdayaanku.
Bersambung.......