
Hari ini cuaca mendung dan berangin. Apakah ini tanda-tanda akan turun hujan? Sebenarnya aku lebih suka dengan musim panas ketimbang hujan, semuanya basah dan susah beraktifitas. Hari ini aku akan vaksin dengan Nana.
Aku janjian dengan Nana di depan rumah sakit jam delapan pagi. Aku sarapan dengan nasi hangat dan telur mata sapi buatan ibu. Setelah itu aku minum vitamin sebelum pergi dengan sekuterku menembus jalan.
Aku melihat Nana telah menungguku di parkiran motor rumah sakit. Ia tampak duduk santai di atas motornya sambil main hp. Aku langsung memarkirkan motorku di samping motornya yang kebetulan kosong.
"Sudah lama nunggu, na?" tanyaku kepo.
"Ndak kok, aku juga baru datang, put".
"Kalau gitu ayo!"
Aku mengajak Nana untuk masuk ke tempat vaksinasi di lakukan, setelah meletakkan helm di atas motorku. Nana tidak menjawab ajakanku, tapi ia mengikutiku masuk ke dalam.
Ternyata di tempat vaksin, sudah banyak orang yang mengantri giliran.Aku datang untuk di vaksi, tapi seketika aku juga takut akan penyebarannya.
Banyak orang yang datang berbondong-bondong untuk di vaksin karena kebijakan pemerintah yang mewajibkan semua orang untuk di vaksin.
Untungnya pihak kantor sudah mendaftarkan aku dan Nana sehari sebelumnya, jadi kami tidak datang dengan sia-sia. Pemberian vaksin benar-benar di jaga oleh aparat dan tim medis pun tampak kewalahan melakukan tugasnya.
__ADS_1
Setelah aku melakukan serangkaian prosedur vaksinasi seperti input data, screnning, cek suhu badan dan tensi, akhirnya aku masuk ke ruang vaksinasi.
Saat itu aku sangat tegang dan ada dua orang petugas yang akan melakukan penyuntikkan vaksin. Kebetulan temanku Nana di panggil setelah namaku, jadi kami masuk ke ruangan bersamaan.
Aku menyodorkan lengan kiriku dengan pasrah sambil membaca doa. Kurang dari dua menit peugas itu langsung berkata "Sudah mbak".
"Terima kasih pak", Kataku pada petugas itu.
Aku tidak merasakan sakit sama sekali saat di suntik.
Dalam beberapa menit, vaksin itu meyebar ke seluruh tubuhku melalui darah. Aku merasakan sedikit pegal di tanganku. Sepertinya Nana juga merasakan hal yang sama denganku. Ia memegangi lengannya yang telah di vaksin sambil memijat-mijatnya dengan lembut.
"Kok kita di kasi obat ya, put?"Tanya Nana yang juga merasa kebingunggan .
"Mungkin, jaga-jaga kalau kita panas, kali!!!"
"Semoga saja tidak ya put, besok kita harus kerja dan sift pagi pula".
"Iya na, ayo kita pulang dan istirahat. Biar yang kita khawatirkan hilang".
__ADS_1
Aku dan Nana pulang menuju rumah kami masing-masing. Karena rumah kami tidak satu jalur, maka kami pun berpisah di parkiran rumah sakit.
Setibaku di rumah. aku langsung mandi dan tidur selama satu jam. Ketika ku bangun, tubuhku terasa tidak nyaman dan demam.
Saat kutanya Nana mengenai reaksi vaksin, ternyata dia tidak merasakan efek apapun. Hanya aku yang mengalami demam setelah vaksin.
Aku langsung VC Raj yang berada jauh di India.
"Raj, hari ini aku vaksin tapi aku panas menggigil setelahnya".
"Tenanglah baby, besok juga sembuh".
"Aku ndak mau nunggu sampai besok raj, aku mau bilang sama kamu kalau aku sangat mencintai kamu, dan ingin ketemu sama kamu secara nyata".
Tanpa sadar kata-kata itu mengalir begitu saja dari mulutku. Raj hanya bisa tersenyum saat aku menyatakan isi hatiku sambil menangis saat itu.
"Me too, baby" jawab Raj singkat".
Bersambung......
__ADS_1