
Tanpa sengaja aku melihat kalender yang ada di buku harianku. Disana tertulis tanggal dua puluh satu maret adalah hari bersajarah bagi kami berdua.
Hari dimana pertama kali kami saling bertemu dan memutuskan untuk menjadi teman. Aku pun langsung memberi tahu Raj mengenai tanggal bersejarah kami.
"Raj apa kamu tahu kalau tanggal 21 Maret nanti kita resmi saling mengenal selama empat tahun".
"Benarkah?"
"Iya, aku menulisnya di buku harianku".
"Bisakah aku melihat buku harianmu?"
"Kamu tidak akan mengerti, karena aku memakai bahasa Indonesia".
Tak lama kemudian, akhirnya Raj mengganti foto profilnya yang ada di WA. Aku senang sekali, Raj mengganti foto wanita itu.
...*****...
Tepat pada tanggal dua puluh satu maret, Raj mengganti foto profilnya lagi. Kali ini Raj berfoto berdua dengan wanita itu menggunakan pakaian couple merah, warna kesukaan Raj. Mereka terlihat seperti pasangan yang serasi.
Sepertinya Raj sengaja menunggu tanggal ini untuk mengungumkan kebersamaan mereka padaku. Tubuhku lemas dan air mataku mengalir deras melihat foto itu.
Dadaku terasa sesak dan hatiku perih seperti disayat- sayat pisau, sakit sekali. Aku menagis tanpa suara sambil meraba foto profil mereka di handphoneku.
__ADS_1
Apakah ini saatnya aku harus pergi dari sisimu, Raj? Kalian tampak serasi berfoto seperti ini. Walaupun hatiku hancur tapi aku puas melihat kalian bahagia.
Raj bagaikan oksigen bagiku tapi tidak dengan cintaku. Aku menyadari bahwa perbedaan usia kami yang sepuluh tahun itu menjadi racun bagi hubungan kami.
Dengan tegar, aku mengirimi Raj pesan perpisahan.
"Aku mohon, tolong block aku Raj".
"Kenapa?"
"Aku tidak ingin mengganggu hubunganmu dengannya, semoga kamu bahagia bersamanya,Raj".
"Dia adalah sepupuku, dan aku sudah memberitahukanmu sebelumnya,putri".
"Bagaimana bisa???"
"Sekarang kamu block aku Raj, pleaseee!!!"
"Di negaraku ada perayaan Raksabandan. Disana para wanita akan mengikatkan rakhi pada laki-laki. Jika rakhi itu pernah diikat pada tanganku, maka otomatis dia akan menjadi saudariku. Begitu juga dengan sepupuku. Memangnya kamu mau menikah dengan saudara laki-lakimu?"
"Tidak!!!" jawabku singkat.
Aku memang tahu ada perayaan Raksabandan di India. Tapi aku tidak menduga Raj akan menggunakannya untuk menjelaskan kesalahpahaman di antara kami.
__ADS_1
Hanya dengan menggunakan penjelasan yang sederhana dan singkat itu, Raj mampu menenagkan hatiku. Aku pun mulai jujur pada Raj tentang yang pernah aku lakukn dua tahun yang lalu.
"Dulu aku pernah ngeblock kamu Raj dan aku sangat menyesal. Sejak saat itu aku bersumpah, hanya kamu yang boleh meninggalkan aku atau memblok aku dan bukan sebaliknya".
"Aku tidak akan meninggalkan kamu atau memblok kamu, putri. Kalau kamu marah dengan yang aku lakukan, aku tidak akan menggunakan WA ini lagi tanpa memblokir kamu, putri".
"Jangan Raj!!! Apa artinya aku tanpa dirimu. Di sosial media aku hanya ingin melihat kamu".
"Apa kamu percaya padaku, putri?"
"Iya, aku percaya kamu, Raj".
"Kalau begitu, jangan pernah menekanku untuk mengganti profilku lagi".
"Baiklah Raj," jawabku patuh.
Walaupun hatiku tidak rela melihatnya, tapi aku sudah memutuskan untuk percaya padanya. Jadi aku tidak boleh curiga pada wanita itu lagi, karena dia bukanlah saingan cintaku.
Setelah berbicara dengan Raj, hatiku menjadi tenang dan tersenyum kembali. Ini perta kalinya aku bertemu dengan seorang pria yang sangat menyentuh hatiku dan jika kami bertengkar tidak pernah lama.
Mungkinkah Raj adalah orang yang selama ini kutunggu.......
BERSAMBUNG..........
__ADS_1