Mengerti Arti Cinta (LDR)

Mengerti Arti Cinta (LDR)
LOBBY HOTEL


__ADS_3

Seusai mandi, badanku terasa segar kembali. Di dalam kamar hotel, aku seorang diri saja. Sepertinya paman, bibi dan Fanny belum kembali dari jalan- jalan. Walaupun aku belum makan malam tapi perutku tidak merasa lapar sama sekali.


Setelah mengeringkan rambut, aku berbaring di tempat tidur sambil melihat foto- foto yang sudah aku ambil bersama Raj tadi.


Kring... kring.... kring....


"Hallo!!" Sapaku.


"Maaf nona, ada tamu yang sedang menunggu anda di lobby", kata resepsionis itu dengan menggunakan bahasa asing.


"Baiklah, aku akan turun ke lobby sekarang", balasku dengan bahasa asing juga.


Aku langsung bergegas turun ke lobby, aku melihat seorang pria India yang berkulit agak kehitaman dan berwajah berewok.


Pria India itu adalah salah satu teman chattingku yang bernama Sacin. Ia datang bersama seorang wanita yang menggunakan kurta (Salah satu pakaian India).


Yang mengejutkanku adalah ada tanda merah di kening wanita itu. Orang India menyebutnya Sindur.


Jika wanita India menggunakan sindur di keningnya, berarti wanita itu telah menikah.


Sacin dan teman wanitanya berdiri menyambutku dengan hangat.


"Hai Putri, apa kabar?" Sapa Sacin dengan ramah.


"Baik!! Silahkan duduk!"

__ADS_1


Kami duduk di sofa hotel secara bersamaan. Suasana saat itu sedikit canggung dan saling pandang, satu sama lain. Sama halnya dengan Raj, ini juga pertama kalinya aku bertatap muka dengan Sacin secara langsung.


"Wahhhh wahhh!! Selamat ya Sacin! Akhirnya kamu menikahi wanita yang kamu cintai," kataku membuka pembicaraan kami yang canggung.


Sacin dan wanita itu saling pandang satu sama lain seolah- olah ada masalah di balik ini semua.


"Ada apa Sacin?" Tanyaku penasaran.


"Sebenarnya wanita yang aku cintai masih terikat pernikahan dengan pria lain ", jawab Sacin agak pelan.


"Apaaaa!!!"


Aku terkejut saat mendengar kenyataan itu. Yang lebih mirisnya lagi, selama ini aku telah membantu Sacin untuk merebut istri orang alias pelakor. Secara tidak sengaja aku adalah dalang dari orang yang merusak rumah tangga orang lain. Orang yang selama ini aku benci.


"Kenapa kamu tidak cerita dari awal, Sacin!"


"Kami telah saling kenal dan saling mencintai sejak berada di bangku sekolah, Put. Tapi orang tuanya langsung menjodohkannya dengan laki- laki lain.


"Sekarang apa rencana kalian berdua?" tanyaku lagi.


"Aku sedang menunggu Mansi untuk bercerai", jawab Sacin tegas.


"Apakah suamimu tahu dengan hubungan kalian?"


"Belum!! Aku takut untuk memberitahukannya. Selama ini dia baik padaku dan keluargaku", jawab Mansi dengan menundukan kepala.

__ADS_1


Dari jawaban Mansi yang singkat itu memberikan kode padaku bahwa kehidupan rumah tangganya bahagia tetapi kini ia sedang dilema dengan cinta Sacin yang masih membara.


"Sacin!! Apa kamu tega membuat wanita yang kamu cintai menderita?" tanyaku serius.


"Tentu saja tidak!!" Jawab Sacin tegas.


Ia tampak percaya diri dapat membuat Mansi bahagia jika Mansi memutuskan untuk bercerai dengan suaminya.


"Kalau begitu, kamu relakan dia!!"


Suasana hatiku kacau dan campur aduk saat mendapatiku sebagai seorang pelakor.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu, putri? Sebelumnya kamu telah mendukung hubunganku dengannya!!" Protes Sacin.


"Tapi aku tidak pernah menyuruhmu untuk merusak rumah tangga orang".


Aku langsung beranjak dari tempat dudukku dan hendak meninggalkan mereka berdua tapi Sacin langsung menghentikanku.


"Seandainya cowok India yang kamu taksir di jodohkan dengan wanita lain. Apa kamu akan merelakannya?"


"Dia berbeda denganmu Sacin, dan kami telah mengikat janji untuk terus bersama", jawabku ketus.


Aku pergi meninggalkan mereka di lobby tanpa ragu, hanya saja kata- kata terakhir Sacin masih terngiang di benakku.


Bersambung...........

__ADS_1


__ADS_2