Mengerti Arti Cinta (LDR)

Mengerti Arti Cinta (LDR)
TIKET PESAWAT


__ADS_3

Waktu berjalan dengan cepat, Angga akan menjadi seorang ayah dan suasana telah normal kembali tanpa ada ancaman virus corona lagi.


Sedangkan tabunganku baru cukup untuk membeli tiket pesawat one way saja. Bisa dikatakan, aku masih belum mampu untuk memenuhi janjiku.


Terkadang aku sedih saat menghitung uang yang aku peroleh untuk disisihkan. "Kapan terkumpulnya kalau kaya begini?" gunggamku dalam hati.


Brum....


Suara mobil berhenti di depan rumah. Saat aku tengok, ternyata bibi Rita dan Fanny yang datang. Aku langsung menghampiri mereka.


"Bibi Rita, Fanny, tumben!"


"Iya nak, ibu kamu ada?"


"Ada di dalam, ayo masuk!"


Aku, Fanny dan bibi Rita masuk ke rumah dan langsung duduk di ruang tamu. Tak lama kemudian, ibu pun datang membawa teh hangat dan biskuit.


"Kak putri, coba tebak mama mau bilang apa?" bisik Fanny di telingaku.


"Sudah lama kak Rita dan Fanny tak datang ke rumah. Ada apa ya kak?" tanya ibu sambil menyuguhkan teh hangat di atas meja.


"Pasti istrinya Angga sudah melahirkan, kan!" jawabku dengan nada keras.


Hush!

__ADS_1


"Ngawur kamu nak, masa kandungannya kan baru lima bulan, lagian ibu kan tanya bibimu bukan kamu!"


Ha...ha...ha!


"Salahhhh!" jawab Fanny sambil tertawa.


Dengan tenang, bibi Rita meletakkan gelas teh yang baru di minumnya tanpa memperdulikan tebakanku.


"Sebenarnya aku ke sini mau minta izin sama kamu tut. Kalau aku, bang Aska dan Fanny mau mengajak putri jalan-jalan ke India bersama.


"Aku mau! jawabku cepat.


Aku sangat senang mendengar berita baik itu, saking bahagianya tanpa sadar air mataku keluar.


Aku mau, aku mau ikut ibu!" rengekku.


"Karena putri mau, ajak saja kak", jawab ibu pasrah.


Seperti kejatuhan durian di siang bolong rasanya mendengar berita itu. Uang yang menjadi penghalang kami untuk bertemu, kini telah teratasi.


Aku tak menyangka, akhirnya aku bisa bertemu dengan Raj, orang yang selama ini aku cintai. Fanny memelukku, seolah-olah ia mengerti isi hatiku.


"Sebenarnya semua ini idenya kak Angga, dan dia yang meminta papa untuk liburan ke India serta mengajak kak Putri ikut".


"Terus Angga ikut, kan?"

__ADS_1


"Ndak kak Putri, kak Angga temenin istrinya yang sedang hamil".


"Terima kasih bibi Rita, terima kasih Fanny sudah mengajak aku jalan- jalan ke India, nanti aku akan menelpon Angga juga".


"Iya nak, kami juga senang! Liburan kali ini lebih ramai dari sebelumnya".


Rencananya kami akan berangkat minggu depan. Tepatnya, tiga hari sebelum hari valentine tiba. Kemungkinan nanti kami akan mengadakan double date di hari valentine nanti.


Setelah bibi Rita dan Fanny pulang, aku langsung menelpon Angga.


"Hallo Angga, aku sudah mendengar semuanya dari Fanny".


"Aku harap kamu bisa bertemu dengannya dan bahagia, Putri!"


"Terima kasih Angga, kalau bukan karena kamu, mungkin selamanya aku tidak bisa bertemu dengannya".


Angga adalah suami yang siaga. Ia selalu menemani istrinya untuk pemeriksaan kandungan ataupun memberikan apapun yang diminta istrinya saat ngidam.


Waktu menunjukkan pukul tiga sore sedangkan di India sekarang sedang jam satu siang.Aku tahu Raj sangat sibuk dengan pekerjaannya saat ini. Jadi aku hanya bisa mengiriminya pesan singkat.


"Aku akan datang minggu depan ke India, honey. Tolong luangkan waktumu saat aku tiba nanti".


Sesuai dugaanku, Raj tidak membalas pesanku. Tapi aku yakin bahwa ia akan membacanya saat malam, seusai bekerja.


Bersambung................

__ADS_1


__ADS_2