
Hari ini adalah hari pertamaku masuk kerja pasca oprasi usus buntu. Teman- teman kerjaku menyambut dengan hangat, termasuk Nana.
"Nana senang bisa melihat kamu lagi, put".
"Aku juga, na".
Kami berbaris mengantri untuk chek in kerja. Personalia mengerti akan kondisiku, maka ia hanya menempatkanku di stand dulu, dan bukan di kasir seperti yang aku lakukan sebelumnya selama satu bulan.
Pekerjaanku lebih ringan dari biasanya dan lebih santai. Apalagi aku di tempatkan di stand yang jarang dikunjungi oleh customer.
Saat jam istirahat, Nana selalu setia menemaniku walaupun aku membawa bekal dari rumah. Semenjak pasca oprasi, semua makananku hambar. Kalau tidak di rebus, ya di goreng saja tanpa ada rasa sambal sedikitpun.
Aku harus mengerti lambung dan ususku yang belum bisa mencerna sambal dengan baik.
Nana tampak iba melihat menu makan siangku setiap hari yang hambar, tapi ia tidak berani untuk mencercanya. Ia mengerti hanya makanan hambarlah yang terbaik untuk tubuhku.
...*****...
Aku tidak mengerti dengan Raj, semakin hari ia semakin jarang mengirimiku pesan. Tapi aku selalu mengabarinya apa yang aku lakukan sepanjang hari, termasuk saat aku pertama kali masuk kerja pasca oprasi. Raj hanya melihat pesanku tapi tidak membalasnya.
__ADS_1
Seminggu telah berlalu, tiba-tiba Raj mengubah foto profilnya di WA.
Dia sedang memakai baju oranye dan memiliki ekspresi tersenyum bahagia. Tidak ada yang salah dengan pose itu, tetapi ia berfoto berdua dengan seorang wanita yang wajahnya hanya terlihat sebagian saja.
Mereka sama-sama menggunakan pakaian oranye, yang mengusik hatiku. Aku langsung bertanya pada Raj mengenai wanita itu.
"Siapa dia?"
"Dia sepupuku".
"Oh!!!", jawabku singkat.
Aku tidak ingin berdebad dengan Raj tentang masalah ini. Aku selalu mencoba menekan perasaanku dan bilang pada diriku bahwa "Raj bukanlah milikku".
Aku mencoba untuk mengalihkan perhatianku ke Facebook. Disana aku ingin mengganti suasana hatiku dengan melihat semua postingan orang-orang dan menonton drakor.
Tanpa sengaja aku menemukan postingan Raj mengganti foto profilenya yang sama dengan di WA dua hari yang lalu.
Hatiku sakit dan tubuhku lemas melihatnya. Ternyata Raj memiliki rasa pada wanita itu dan menggapnya special.
__ADS_1
Gara-gara foto itu, aku jadi malas memegang hp. Bahkan aku menyimpannya di rumah seharian.
Keesokaan harinya, aku lihat Raj masih menggunakan foto itu sebagai profilenya. Rasa cemburuku memuncak, aku sudah tidak tahan untuk menghapus foto wanita itu.
"Aku tidak suka dengan foto profilmu, honey. Cepat ganti!!", perintahku.
"Kenapa?"
"Kamu terlihat romantis di foto itu, aku tidak suka".
Dengan polos Raj membalasku.
"Mana romantis? itu hanya ekspresi bahagia".
"tetap saja aku tidak suka," jawabku ketus.
Diam- diam Raj langsung mengganti foto profilenya yang ada di Facebook dengan foto dirinya yang baru. Tapi ia masih tetap menggunakan foto itu di profile WA -nya.
Aku semakin tak mengerti dengan jalan pikiran Raj. Bahkan kini aku malah berfikir yang negatif tentang dia. Aku semakin ragu padanya mengenai hubunganku. Bahkan aku mengira bahwa wanita itu adalah tunangannya dan wanita yang mendampinginya di pelaminang nanti.
__ADS_1
Aku tidak mau Raj menjadi milik wanita lain, tapi apa yang dapat aku lakukan dengan kemiskinanku ini.
BERSAMBUNG.........