Mengerti Arti Cinta (LDR)

Mengerti Arti Cinta (LDR)
Video Call


__ADS_3

Sepulang kerja, aku langsung berbelanja bersama sepupu, dan sekaligus sahabatku Fanny. Sebelumnya kami sudah janjian untuk belanja hari ini, dan bertemu di tempat kerjaku.


Kami membeli banyak barang di Mall, seperti baju, tas, masker, dan beberapa cemilan ringan kesukaan kami. Saking banyaknya hingga kami kewalahan untuk membawanya.


Setelah kuantar Fanny pulang, aku pun langsung bergegas pulang ke rumah, tanpa masuk dan menyapa bibi di dalam. Saat itu, aku tidak ingin membuat kedua orang tuaku khawatir karena langit sudah mulai gelap, dan aku masih keluyuran di luar.


Setibaku di rumah, aku langsung masuk ke kamarku, dan membongkar barang belanjaanku. Aku menebarkannya di atas tempat tidurku. Auto kamarku seperti kapal pecah. Saat kuperiksa semua barang belanjaanku satu per satu, ternyata ada barangnya Fanny yang tertinggal.


Aku langsung menyisihkan barang Fanny dengan belanjaanku yang lain.


Di saat yang sama, ada video call yang masuk. Aku kira, itu telpon dari Fanny, jadi aku langsung mengangkatnya tanpa melihat nama panggilan.


"Fan, barangmu tertinggal, nih!" Aku menunjukkan tas yang ia beli tadi.


"Hai Putri, ternyata kamu cantik dari yang ada di foto."


Suara pria asing itu, langsung membungkam mulutku, dan tas yang kupegang pun jatuh begitu saja. Raj yang baru belajar bahasa tampak fasih, dan mengelabui indraku.


Aku terkejut melihat Raj yang sedang tersenyum kepadaku. Selama ini, kami hanya chatting biasa saja. Setelah tiga bulan kami berkenalan, ini adalah pertama kalinya kami melakukan video call.


Dia terlihat sama persis seperti di foto, sedangkan aku hanya bisa meraba pipiku sambil mengingat foto cewek jelek yang aku kirim padanya.


"Putri, kamu kenapa tiba-tiba diam?" tanya Raj.

__ADS_1


Tersentak aku langsung meletakkan handphone di atas tempat tidurku, dan buru-buru menggunakan masker wajah yang langsung tempel dengan tissunya, tanpa harus mengikuti prosedur mencuci muka terlebih dahulu.


"Ha...ha...ha."


Raj tertawa melihat tingkah konyolku. Pikiranku langsung kosong saat dia tahu kebohonganku. Aku tidak tahu bagaimana caraku untuk menjelaskannya tanpa harus membuatnya marah.


"Ohooo! itu seragam kerjamu?"


Sepertinya Raj sengaja mengalihkan topik lain, dan tidak membahas tentang foto itu.


"Iya, bagus kan!" kataku.


Dengan bangga, aku mengangkat hpku lebih tinggi untuk memperlihatkan seragam kerjaku. Saat itu, aku merasa terselamatkan dari rasa malu, karena hal tadi. Aku merasa senang menjadi wanita karier yang mandiri.


"Ha...haa..haa"


"Setiap hari, ibuku juga berbelanja ke pasar," goda Raj.


"Eh, maksudku bukan itu!"


Aku berusaha untuk mematahkan yang difikirkannya, tapi aku tak berdaya. Barang belanjaan yang begitu banyak menjadi bukti nyata. Padahal mana mungkin aku hanya bisa kerjanya mengabisikan uang, aku kan bukan anak Sultan yang punya segalanya. Semua itu kudapatkan dari hasil kerja kerasku.


Ah! Kenapa aku terlihat konyol sih di depannya?Apalagi di hari pertemuan pertama kami. Memalukan!

__ADS_1


Raj menyadari ketidak nyamananku, dan langsung mengganti topiknya lagi. Kali ini ia memperlihatkan hooka padaku. Selain bermain kriket, dan bermain game. Ternyata dia juga suka menghisap hooka, seperti yang ia lakukan saat ini.


"Kamu terlihat seperti seorang pangeran saat menghisap hooka, Raj," kataku tercengang menatapnya.


Aku berusaha untuk menghilangkan kesenjangan di antara kami dengan memujinya lebih dulu, tapi dia malah menertawakanku lagi dan lagi. Lah salahku dimana, sih? pikirku kosong.


"Kamu juga cantik seperti Tuan Putri."


Saat itu, aku binggung dengan maksud Raj, diam-diam aku serching arti nama "Raj" di Google. Aku terkejut, ternyata kami memiliki arti nama yang sama. Entah sejak kapan ia tahu kesamaan nama kami.


Setelah semua yang terjadi, aku binggung mau ngomong apa sama dia. Tampaknya Raj menyadari perubahan sikapku yang kebingungan, dan mengakhiri telpon kami dengan alasan untuk meneruskan menghisap hooka, padahal aku tahu dia masih ingin menggodaku lebih lama.


Aku langsung merebahkan tubuhku di atas kasur, dan membuang masker wajah yang kupakai dengan sembarangan.


Kupandangi plafon kamarku sambil senyum- senyum sendiri. Entah mengapa, aku merasa senang sekali mengetahui kesamaan nama kami. Pertemuan kami yang begitu singkat namun cukup berkesan bagiku.


Aku semakin mengenal kepribadian Raj yang lues, dan sabar. Selain memiliki wajah yang tampan. Terbesit di hatiku untuk memiliki kekasih yang sempurna seperti dia.


Doa itu tanpa sadar kuucapkan di dalam hati, dan aku pun tertidur di atas tempat tidurku yang masih berantakan.


...Catatan: Hooka adalah alat hisap yang digunakan untuk menghisap tembakau....


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2