Mengerti Arti Cinta (LDR)

Mengerti Arti Cinta (LDR)
TIBA


__ADS_3

Setelah terbang begitu lama, akhirnya tiba juga di bandara Internasional Indira Ghandi. Langit telah gelap saat kami telah tiba, sedangkan celanaku yang basah, sudah setengah kering. Setelah mengambil semua barang bawaan, kami pun mencari salah satu staf hotel yang kami booking untuk menjemput kami di bandara.


Begitu kami keluar ruang bandara, ternyata ada banyak orang yang menunggu untuk di jemput baik itu dari pihak keluarga ataupun travel agen. Dari puluhan orang yang berdiri , ada satu pria India yang membawa papan nama Mr. Aska. Kami pun datang menghampirinya.


"Hallo!"


"Hello !!" jawabku dan paman bersamaan.


"Apakah anda tuan Aska? tanya pria India itu menggunakan bahasa asing.


"Ya!!" Jawab paman singkat.


Pria itu langsung mengalungkan bunga marrigold pada kami semua satu- persatu.


Walaupun kami telah bertemu dengan orang yang kami cari, tapi mataku masih berkeliling bandara itu, mengharapkan Raj datang menjemputku. Aku sudah mengirimkan foto tiketku pada Raj, atau menelponnya{walaupun Rak tidak mengangkat telpon}.Sayangnya orang yang aku harapkan tak kunjung datang hingga kami masuk mobil.


Sebelum berangkat, kusempatkan untuk memfoto bandara itu dan mengirimkannya pada Raj.


Bandara Internasional Indira Ghandi cukup indah untuk di nikmati. Tapi sayangnya kami tidak bisa berlama-lama di sana. Bahkan aku tidak sempat untuk mengganti celanaku yang bau dan basah.

__ADS_1


Saat di tengah perjalanan menuju hotel, tiba-tiba Raj menelponku.


"Kamu di mana?" tanya Raj.


"Di mobil!"


"Kamu tinggal di hotel mana?" tanya Raj lagi.


"Raddison Blu Plaza hotel"


"Okey!"


tutttt.....


"Telpon dari siapa, nak?" tanya bibi Rita.


"Teman kantor, bik" jawabku cepat.


Fanny yang duduk di sebelahku langsung berbisik ke telingaku.

__ADS_1


"Tadi itu, pasti cowok India yang kakak taksir, kan".


"Fanny!!!" Jawabku tidak senang.


Fanny tau betul kalau tebakannya benar dan ia tau walaupun nada suaraku tinggi untuk menutupi rasa maluku. Fanny langsung menjaga jarak dariku dan tersenyum kecil melihatku salah tingkah.


...*****...


Kami tiba di hotel jam sembilan malam waktu setempat, sedangkan di Indonesia sudah jam sebelas malam dan jam segitu aku sudah tidur pulas.


Pandangan mataku yang sudah lima watt, mencoba untuk menikmati gemerlapnya lampu malam di pinggir jalan. Kami tidak dapat melihat pemandangan dengan jelas di malam hari, hanya sorot lampu saja dan kendaraan yang ramai lalu lalang di jalan besar.


Dari bandara menuju hotel kurang dari tiga puluh menit sampai. Setiba di lobby hotel, aku kagum dengan dekorasi hotel yang begitu indah. Wajah kantukku langsung hilang dan membangkitkan jiwa selfieku. Maklum, ini juga pertama kali aku masuk yang namanya hotel.


Aku bahkan mengajak Fanny untuk berselfie ria dengan berbagai pose sebelum memasuki kamar. Bahkan aku sudah lupa bahwa aku masih menggunakan pakaian kotor.


Paman Aska memesan dua kamar resident suit. Aku satu kamar dengan Fanny, sedangkan paman Aska berada di kamar sebelah.


Begitu tiba di kamar, aku langsung menuju kamar mandi dan mengetes air yang ada di sana. Saat aku tahu, bahwa disana ada air panasnya, aku langsung bergegas untuk mandi.

__ADS_1


Seusai aku mandi, barulah Fanny mengikuti untuk mandi di malam hari. Rasa segar menyelimuti badan yang telah lelah dan membuat tidurku lelap.


Bersambung.....


__ADS_2