
Akhir- akhir ini aku sibuk sekali, dalam satu bulan ini aku lembur sampai delapan kali karena menjelang tahun baru. Tiba- tiba ada pesan dari Raj yang membuatku terkejut.
"I Miss You, baby".
Saat itu hatiku langsung meloncat senang, ternyata Raj merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan juga. Tapi aku sedikit ragu padanya.
Aku langsung melakukan video call dengan Raj.
"Benarkah kamu merindukanku?"
"Iya, baby".
"Kenapa kamu panggil aku baby, dan bukan putri seperti biasanya?".
"Maaf, kalau kamu tidak suka kupanggil begitu".
"Aku bukannya tidak mau di panggil baby, tapi aku ingin sebuah kepastian dari kamu".
oh......
"Aku cinta kamu, Raj. Aku ingin kamu jadi pacarku".
Oh Tuhan, apa yang baru saja aku katakan. Aku tidak bisa mengontrol mulutku untuk menembak dia. Image cewek kalem yang melekat padaku selama ini telah hancur, dan lebih mirip dengan cewek bar-bar.
Raj tersenyum mendengar pengakuanku, dia tampak lebih tampan saat tersenyum. Seolah-olah pelangi jatuh di wajahnya.
"Iya, kita pacaran".
Jantungku berdetak lebih kencang dari sebelumnya saat Raj menjawabnya.
"Kamu terpaksa kan ngomong gitu?"
"Ndak baby, aku serius sama kamu, kita resmi pacaran sekarang".
__ADS_1
"Benerannnnn!!!"
"Iya baby, aku juga cinta kamu".
Kata-kata Raj yang meneduhkan hati membuatku melayang hingga ke surga.
Sejak saat itu kami menggunakan nama honey dan baby untuk memanggil satu sama lain. Walaupun sekarang aku memiliki seorang kekasih, tapi kehidupanku sama seperti seorang jomblo pada umumnya. Ini tidak enaknya pacaran LDR. Saat malam minggu, hanya diam di rumah tanpa di temani seorang kekasih.
...**********...
Pada malam harinya, paman Aska sekeluarga datang ke rumah untuk makan malam bersama.Sesekali paman Aska berkunjung begitu juga sebaliknya.
Seusai makan malam, paman Aska dan ayah berdiskusi mengenai pernikahan Angga yang akan diadakan beberapa bulan lagi.
Bibi Rita dan ibu sibuk beres-beres di dapur. Fanny bermain game dengan adikku Rico. Sedangkan aku duduk di teras sambil menatap bintang di langit.
Phaaak.....
"Selamat ya nga, akhirnya kalian sebentar lagi akan menikah".
"Makasi, put".
"Gimana hubungan kamu dengan dia?"
Angga duduk di sampingku dan melihat bintang bersama. Angga lebih tertarik akan kisah cintaku daripada tentang dirinya.
"Aku jadian sama dia".
Angga menatapku dengan serius, tapi aku tetap melihat bintang.
"Kamu sadar dengan apa yang kamu lakukan?"
Aku hanya diam seribu bahasa.
__ADS_1
"Jika kamu dihina di sana, tidak ada yang dapat menolong kamu".
"Aku tahu, nga. Ini memang mustahil, tapi aku benar-benar mencintainya. Aku akan menanggung semua resikonya".
"Terserah kamu!!!"
Suara Angga tampak getir dan ia sengaja menggoyang-goyangkan kakinya untuk menutupi kekesalannya padaku.
"Emangnya apa yang kamu suka dari dia?"
"Dia pria yang sopan," jawabku singkat.
Raut wajah Angga berubah seketika saat mendengar pengakuanku.
"Kalau alasannya cuma itu, kamu kan bisa cari pria Indonesia!!" bentak Angga.
Angga tampak tak dapat mengendalikan emosinya lagi.
"Entahlah nga, tapi aku merasa nyaman denganya".
"Aku harap dia tidak se******* pria yang pernah meyakitimu dulu".
Tak lama kemudian Fanny datang mencari Angga.
"Kak, di suruh ke dalam sama ayah!!".
"Ayo kita juga masuk put, di luar dingin", ajak Angga.
Aku berjalan mengikuti Angga ke ruang tengah. Kami membahas lamaran dan pernikahan yang akan diadakan di Bali sedangkan resepsi akan tetap diadakan di sini.
Sempat terbesit di benakku, jika aku dan Raj di takdirkan untuk bersama. Mungkin prosesi pernikahannya juga sama ribetnya dengan pernikahan Angga nanti.
Bersambung.......
__ADS_1