Menjadi Seorang Putri

Menjadi Seorang Putri
Hari terakhir


__ADS_3

Hari ini tepat di mana Mei Liancha akan membeli sebuah buku.


"Ibu, aku akan keluar sebentar" ucap Liancha sembari mendekati pintu keluar.


"baiklah... hati-hati " timbal ibunya


Marinda, Ibu tiri Liancha, dia membenci Liancha sejak pertama kali bertemu. Dan sudah hampir satu tahun ini dia menikah dengan ayahnya Liancha .


Beberapa bulan yang lalu ayah Liancha meninggal karena diracuni. Setelah kejadian itu semua pembantu yang ada di rumah di pecat.


"nak, sebelum kamu keluar apa Ibu boleh bertanya padamu!?" ucap Marinda dengan nada rendah


Liancha sudah banyak mengetahui rahasia Miranda. Kematian ayahnya disebabkan oleh ibu angkat nya, dia lah yang memberi racun ke minuman ayahnya.


Meski begitu dia masih berpura-pura tidak mengetahui apapun, karena dia tahu bahwa Miranda ingin menyingkirkan nya. Jadi demi keamanan sementara dia harus bisa menjaga mulutnya dan perilakunya agar tidak ketahuan.


^^^^^^^^^^


Liancha diam sejenak setelah mendengar apa yang keluar dari mulut ibunya. Tetapi demi tidak terlihat mencurigakan dia memberanikan dirinya untuk menanggapi pembicaraan Miranda.


"ya.. Ibu ingin bertanya apa? tanyakan saja tidak perlu sungkan " ucap Liancha yang kemudian tersenyum di akhir kalimatnya.


ck... ternyata dia masih begitu polos dan lugu, sudah cukup lama aku tinggal bersama nya ternyata aku belum di curigai ; ucap Miranda dalam hati.


"Jadi begini, Ibu beberapa hari terakhir Ibu merasa sakit, jadi bagaimana kalau temani Ibu berobat nanti "


sakit!!? ternyata penyihir tua seperti dia itu juga bisa sakit. ckck... sungguh menjengkelkan ; batin Mei.

__ADS_1


"astaga bagaimana Ibu bisa sakit " ucapnya dengan nada khawatir.


"Ibu, setelah aku pulang nanti aku akan menemani Ibu berobat "


Dia mengatakan kalimatnya sembari membalikkan badan, segera pergi dari rumah.


"Ibu tunggu aku " kalimatnya itu diucapkan sambil berlari meninggalkan rumah


sementara di sisi Miranda, dia terkekeh dengan apa yang diucapkan oleh Mei.


"astaga kenapa kamu begitu lucu Mei, sampai aku ingin menyingkirkan kamu selamanya " ucap Miranda yang masih terkekeh.


"huh... seandainya kamu bukan putrinya Kaily, aku akan mencintaimu seperti anakku sendiri "


......................


Jalan yang sering digunakan akhir-akhir ini sering macet, jadi susah untuk berjalan. Liancha lebih memilih jalan lama, yang jarang digunakan.


"waah.... tidak sabar aku ingin langsung membaca buku ini "


Jalan disana sangat bersih, setelah gotong royong pembersihan jalan minggu Kemarin.


Jelas tidak ada mobil disana yang ada palingan sepeda motor milik penduduk sekitar. Entah dari mana asalnya sebuah mobil melaju dengan kecepatan yang sangat cepat, terlihat oleng seperti membaca gerakan Liancha.


"astaga, bagaimana ini" Liancha sangat panik, mobil itu seakan ingin menabrak nya.


Tak lama kemudian mobil itu menuju ke arah Liancha, sesaat ingin berlari ke seberang, mobil itu menambah kecepatannya yang menyebabkan Liancha tidak bisa lari ke seberang.

__ADS_1


...****************...


Kaily adalah ibunya Mei , ia sudah meninggal sejak Mei berusia 5 tahun.


Dahulu Miranda dan Kaily adalah sahabat baik sampai pada akhirnya Kaily menikah dengan pria yang juga disukai oleh Miranda.


Sejak saat itu Miranda menjauh dari Kaily. Dia menggunakan segala cara agar Dani menceraikan Kaily. Dani adalah nama ayahnya Mei.


Rasa cintanya kepada Dani semakin berjelonjak, sampai dia berani menjual dirinya sendiri agar Dani menyerah pada dirinya.


Tetapi itu tidak seperti yang dibayangkan bahkan. Dani tidak peduli tentang dirinya bahkan tidak melarang nya melakukan hal berbahaya .


Setelah sekian tahun berlalu Miranda masih menyimpan dendam kepada sahabatnya. 5 tahun yang lalu, kesempatan besar bagi Miranda untuk masuk ke dalam kehidupan pria yang bernama "Dani" itu.


Memanfaatkan kesempatan saat Kaily terpuruk di rumah sakit untuk menggoda suami temannya. Tidak disangka Dani dan Kaily ternyata sudah memiliki seorang anak. Itu membuat Miranda sakit hati.


......................


"to....tolong " itu adalah ucapan Liancha. tubuhnya bergetar dan kepala nya mengeluarkan darah kental yang menyebar di sekitar tubuhnya.


"Liancha!! maaf aku tidak akan menolong mu" ucap Miranda dengan terkekeh.


"ughh...Ka..mu.." Kata terakhir yang diucapkan Liancha sebelum "pergi".


Sedangkan di dalam hati Miranda ini adalah hal baik. Menyingkirkan semua orang yang dia benci merupakan impian nya sejak dahulu.


"maaf" ucap Miranda dengan penuh bahagia.

__ADS_1


__ADS_2