
Keesokan harinya, cuaca hari tampak mendung. Asella bangun dari tidur nya. Ia melihat disekitar tempat tidur tampak asing. Seketika ia langsung bangun, dan keluar dari tempat itu.
Namun ingatan pemilik asli, tidak merespon lingkungan yang asing itu, malah seperti tempat yang dia tinggal. Asella berpikir bahwa tempat itu adalah rumah keluarga nya, keluarga Lin.
" Eh Asella sudah bangun ya !!" Sapa Erick dari kamar sebelah.
" ya..." Asella kemudian pergi ke dapur, namun dia berpapasan dengan ayahnya ketika masuk kesana.
Pria itu menatap tajam kepada Asella yang berpapasan dengan nya. Sebut saja namanya Hery. Dia sedang membawa secangkir kopi hangat.
" O. jadi kamu anak haram itu!" ucap nya sambil berjalan keluar dari dapur.
Seketika Asella langsung berpikir maksud dari perkataan nya. Anak haram, tidak ada siapapun disana kecuali Mereka berdua, pastinya yang dimaksud adalah Asella.
...~ Suara dalam sistem ~...
* Shu-shu bantu aku memindai pria itu dan maksud dari perkataan nya tadi * [Asella]
* Sebentar...* [Shu-shu]
* Pria itu berumur 41 tahun, dia adalah suami sah dari ibumu, soal perkataan nya itu memang benar, pemilik tubuh ini adalah anak haram dari istri nya dan pria asing, sang suami tidak mau menerimanya lalu ia mengirim nya ke panti asuhan tanpa sepengatahuan istri nya * [Shu-shu]
* Aku tidak ingin tinggal di sini aku akan kembali ke rumah ku * [Asella]
...~ Kilas balik ~...
" maaf sudah merepotkan anda, saya akan keluar sendiri " ucap Asella yang kemudian membatalkan niatnya untuk ke dapur.
" Bagus kalau kau tahu !!" ucap Hery yang kemudian duduk di ruang tamu.
Asella kemudian masuk kembali ke kamar dan mengambil tas nya lalu ia pergi menuju pintu. Tidak sengaja Erick melihat hal itu, dia menghentikan Asella agar tidak pergi.
Namun Asella menolak dan tetap pergi meninggalkan rumah itu. Erick berusaha mengejar Asella namun sang ayah tidak menyuruh nya karena dia keluar atas kemauan nya sendiri.
Erick mendengar hal itu hanya bisa diam, dia juga tidak mau memaksa Asella untuk tinggal bersama nya. Akhirnya Erick membiarkan Asella pergi. Meskipun dia agak ragu.
Di trotoar jalan, Asella memakai kaca mata hitam yang ia simpan di dalam tas nya. Banyak orang di sana melihat ke arah nya, Karena itu Asella mempercepat langkahnya dan segera mencari taksi. Untungnya pada saat itu banyak taksi yang lewat, dia berhasil pergi dari tempat itu.
Di dalam taksi, dia masih menggunakan kaca mata hitam itu. Supir taksi itu bicara kepadanya, bahwa suaranya mirip dengan seorang aktris muda. Asella tersenyum dan berkata.
" Benarkah, aku tidak berpikir begitu hha" ucap nya dengan sedikit tawa.
" Nona ingin kemana? " tanya supir tersebut.
__ADS_1
Rumah pemilik asli ini cukup kecil sebaiknya cari rumah baru saja, lagi pula saldo di rekening nya cukup banyak; gumam Asella.
" Antar saja ke home Liotta " tempat cocok untuk membeli rumah.
......................
Sesampainya di sana Asella langsung dilayani dan di tawarkan banyak pilihan rumah, rumah itu beragam ada yang memiliki dua tingkat ada pula yang tiga dan banyak lagi lainnya.
Asella memilih rumah dua tingkat, tetapi dia ingin mengubah tema rumah itu, para pekerja disana menuruti keinginan Asella. Dia meminta agar tema nya di pandukan dengan tiga jenis tema yang berbeda beda, minimalis, mewah, dan kerajaan.
Setelah pekerjaan selesai Asella membayar biaya yang disudah ditetapkan. Sekarang dia sedang bersantai di teras rumah barunya. Suara ponsel berbunyi dari kamar, seketika ia langsung mengambil nya dan mengangkat telepon itu, di layar tertulis nama manager Roy.
Asella pun mengangkat telepon nya. "Ada apa ? " tanya Sella.
" Asella, aku sudah memutuskan kontak dengan Mealben, tadi malam aku melihat Jenry diam-diam masuk ke ruangan nya jadinya aku buat semua orang tahu dan semuanya sudah tidak urusan dengan Mealben " ucap Roy.
" Jadi apa intinya, seharusnya bukan ini kan? " tanya Asella .
" Benar, hari ini aktris terkenal Meisha mengundang kita untuk datang di acara ulang tahunnya. " ucap Roy.
" O... kamu saja yang datang, aku ada urusan!!" ucap Asella, malas.
" Tapi... mengapa? " tanya Roy.
......................
Meisha Jieman, dia mungkin terlihat baik di luar tetapi busuk di dalam. Entah apa yang akan dia rencanakan, aku tidak mau tahu: gumam Asella.
Shu-shu kemudian keluar dari sistem dan bicara kepada Asella, dia berkata bahwa jika dia benar-benar merencanakan sesuatu maka mungkin hal itu bertujuan dengan Sella.
Asella diam sejenak dan kemudian ia memutuskan untuk datang ke acara itu. dengan persiapan untuk membongkar hubungan gelap Meisha dengan seorang pria.
......................
Di malam hari pesta di sana sudah sangat ramai. Asella datang ke sana, dia tidak tidak berkumpul dengan orang-orang, ia hanya duduk di sebuah kursi yang letaknya cukup jauh dari area utama.
Tetapi Meisha datang menemui Asella. Dia sedang bersama seorang pria, pria itu adalah Vektor, putra ke dua keluarga Eldi.
" wah!! kakak datang di acara ulang tahun ku " pusat perhatian beralih ke tempat itu.
" Tapi jangan menggoda pacar ku lagi, itu sebagai hadiah tidak apa-apa. " ucap Meisha.
" Tidak perlu... aku mempunyai pacar sendiri " ucap Asella.
__ADS_1
" Huh... kakak jangan memaksakan diri, meski pacar mu tidak sekaya dan tampan Vektor, kamu harus bersyukur. " ucap Meisha dengan nada rendah.
" O... begitu, bagaimana jika aku bilang pacar ku adalah Arkant Lewis " ucap Asella
Apanya yang begitu, mana mungkin tuan muda Arkant mau memacari gadis seperti itu, ; gosip para tamu.
" Kak... jika ketahuan kamu berkata begitu, maka bawahan keluarga Lewis akan menghabisi mu " ucap Meisha.
Mana mungkin dia mendapatkan pria keluarga Lewis, aku saja baru bisa menggoda pria keluarga Eldi. gumam Meisha.
" Siapa yang bilang kalau dia bukan pacarku " tiba-tiba saja Arkant berada di sana. Para tamu memusatkan perhatian kepada nya.
" Tuan Lewis, jangan di masukkan ke hati ucapan kakak tadi ya, dia tidak bermaksud begitu. " ucap Meisha.
" Arkant kamu datang, biar aku perlihatkan kepada kalian " ucap Asella.
Dan cup satu ciuman dari Asella di pipi Arkant, semua orang terkejut melihat keberanian Asella untuk berbuat begitu. Terutama Meisha.
" Ini tidak cukup... " ucap Arkant..
" Astaga kakak jangan bilang kamu itu simpanan " ucap Meisha.
" Simpanan ? mana mungkin sekali pun begitu maka yang simpanan adalah dia " ucap Asella.
" Jangan mau di tipu wanita ini, dia pernah mencoba naik ke ranjang ku " ucapan yang mengada-ngada .
" O jika begitu apa yang ada di layar..." ucap Asella yang membuat semua melihat ke layar lebar di belakang.
Asella meretas sistem komputer itu dan memutar video di mana Meisha sedang bersama pria lain. dan juga memutar video Vektor sedang bersama seorang wanita. Para tamu terkejut melihat hal itu.
Banyak juga yang merekam video itu dan memposting nya di Internet. Para tamu dan fans Meisha kecewa dan marah kepada nya.
" Kalian memang pasangan yang cocok " ucap Asella.
Meisha tidak bisa bicara apapun, dia gemetar dan kemudian menuduh balik Vektor.
" Vektor yang menyuruh ku... apa yang bisa aku lakukan " ucap nya dengan nada rendah.
Mendengar itu Vektor menjadi marah dan kemudian mereka saling bertengkar.
" Apanya yang menyuruh mu... aku tidak pernah menyuruh mu ..." ucap Vektor.
Asella mengajak Arkant untuk pergi dari sana . Dan memutuskan untuk makan malam di sebuah restoran.
__ADS_1