
Sebuah mobil mewah berhenti di depan sebuah rumah besar. Meery turun dari mobil tersebut dengan membawa koper besar miliknya.
" Apa dia tidak akan membantu ku " gumam Meery melihat Alvin yang kini berjalan menuju pintu.
Seorang wanita menghampiri Meery. Ia hendak mengambil koper yang dibawa oleh istri tuannya, tetapi tidak sesuai yang diharapkan, Meery malah menolak untuk dibantu.
" Tidak perlu, aku bisa sendiri... " ucapnya sambil menarik koper itu.
...****************...
Di dalam kamar Alvin sedang membuka pakaian nya, Karena kepanasan dia malah tidak memakai baju. Terlihat Meery sedang menyeret koper itu.
" Hus.... Akhirnya sampai..." gumam Meery. Dia merasa berat membawa koper tersebut.
Baru saja masuk dan melangkah kan kakinya matanya kini tertuju pada roti sobek yang sedang berada di atas kursi. Alvin menyadari bahwa Meery melihat ke arah nya, dirinya yang sibuk bermain ponsel kini meletakkan ponsel tersebut.
" Apa yang kau lihat ? " tanya Alvin, melihat sang istri masih menatap lurus roti sobek nya.
" Apa yang ia pikirkan, roti ini hanya milikku tidak akan pernah aku berikan kepada nya " gumam Alvin.
Meery yang tersadar, mengalihkan pandangan nya dan mulai membuka lemari untuk meletakkan pakaian nya.
" Aish... aku hanya merasa tubuh mu itu kurang menarik " ucap Meery dengan tangan yang diletakkan di pipinya.
Alvin merasa kesal karena istrinya berkata seperti itu, bawah hal nya dia merasa bahwa tubuhnya itu bisa menggoda 4 - 6 gadis. Dia berdecik kesal dengan istrinya itu.
Lemari yang dibuka oleh Meery tidak mempunyai muatan lagi kemudian dia membuka lemari di sebelah nya. Tetapi disana dia malah melihat banyak pakaian wanita.
" Apa kau punya selingkuhan!!?" tanya Meery dengan wajah was was .
__ADS_1
" Jangan berkata sembarangan... itu milik mu apakah kau tidak lihat merek di pakaian nya pun masih ada, lagi pula siapa yang menyuruh membawa koper itu!! " ucap Alvin dengan wajah posesif .
" Ckckck..... suamiku garang sekali lain kali aku harus membujuk nya !" ucap Meery.
Alvin kemudian mendekati nya dan menarik tangan Meery lalu menyeret nya ke depan kamar mandi.
" Lebih baik kamu mandi, dari pada kamu jadi cicak yang terus terdecik " ucap Alvin.
" Kamu itu kura-kura sombong yang tidak pernah mandi... wekk... " ucap Meery. Dia tidak suka jika dikatakan cicak oleh suaminya.
Mendengar perkataan Meery, Alvin tidak terima dia malah berjalan mendekati Meery.
" Apa kau tidak pernah berpikir..apa frekuensi nya menyinggung bos besar seperti ku .. " ucap Alvin. Mendengar hal itu Meery mundur perlahan, karena perusahaan ayahnya juga bekerja sama dengan perusahaan milik suaminya ini.
" Jika begini bukan hanya perusahaan, nama baik ayahku bisa saja di kacaukan oleh orang ini " batin Meery.
" Karena..." Tiba-tiba saja Alvin merangkul pinggang Meery, hampir saja dia menabrak dinding karena terus mundur.
Kini sepasang suami istri itu berada di dalam kamar mandi..
" Mengapa kau juga masuk.. aku harus mandi keluar lah " ucap Meery, mendorong tubuh kekar Alvin.
Tetapi tubuh itu sama sekali tidak bergerak ataupun bergeser. Tangan yang tadinya di pinggang kini dia letakkan di dinding begitu pula dengan tangan yang satunya.
" Sudah begini mandi saja bersama " kini Alvin menatap tubuh mungil Meery dengan tatapan nakal nya.
" Huh... kamu mandi lahhhhh..... " teriak Meery melihat Alvin mulai menurun kan celana panjang yang digunakan nya..
" Hei.... jangan buka di hadapan ku ..." ucap Meery menutup matanya.
__ADS_1
" Memangnya kenapa!!" ucap Alvin.
" Kau akan terus menutup matamu?" tanya Alvin.
" Ha.. Habisnya kamu tel4njang di depan ku. Mana boleh aku lihat..." ucap Meery dengan wajah yang sudah memerah..
" Bukankah mau mandi.. Apa salahnya membuka pakaian!!" ucap Alvin yang kini mulai menghidupkan shower.
" Mengapa? apa kau berpikir aku akan melakukan ehem ehem kepadamu?" tanya Alvin yang membuat wajah Meery semakin memerah.
" Mengapa orang ini bertanya seperti ini." gumam Meery.
Tiba-tiba saja Alvin menarik tangan Meery yang membuatnya pakaian basah saat terkena air.
" Aku bisa mandi sendiri... " ucap Meery.
" Benarkah... kalau begitu Mengapa tidak sekarang?" tanya Alvin.
" Bukankah sudah aku katakan mandi... bukan melakukan hal itu~? " bisik Alvin kepada Meery.
" Kamu.... " Meery benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa.
"Hais.... ini pilihan yang sangat sulit... huhuhu... " gumam Meery yang kini terjebak dalam suasana tersebut.
" Aku..."
......................
...Mau lihat episode penuh cinta, yuk like dan komen dulu.......
__ADS_1