
Masih di tempat yang sama. Situasi belum berubah, entah apa yang terjadi pada kesadaran Meery dia tidak bisa memikirkan apapun.
" Nona... Apa yang terjadi padamu!! Jangan terbawa suasana!!" Shu-shu yang berada di sistem mulai ribut.
Deg....
Astaga, apa aku sudah gi la, bagaimana mungkin aku bisa terhipnotis dengan perkataan nya ; Gerutu Meery pada dirinya sendiri.
" hei. bocah lepaskan! aku bisa sendiri tidak seperti mu yang mandi saja tidak bisa " Meery mengekspresikan wajah garang nya.
Alvin yang mendengar hal tersebut langsung melepaskan tangannya.
Bisa Bisanya dia berubah hanya karena mendengar hal tersebut. Wajah nya kini menunjukkan ekspresi yang garang.
" Tidak perlu menghina ku aku juga bisa menghina mu lebih dari yang kau katakan!" Suara yang keluar dari mulutnya terasa sangat dingin.
" Apakah kamu tidak punya malu!!! kakek mu menikah kan mu dengan ku karena itu adalah persyaratan. Kakek tua mu itu mempunyai hutang pada perusahaan besar!!! "
" Karena merasa iba ayahku yang bod0h menyetujui untuk meminjami kakek mu uang dan sebagai gantinya kamu disuruh menikah dengan ku. !!" Jelas Alvin panjang lebar.
__ADS_1
Meery terdiam mendengar semua kenyataan itu, pada halnya dia sama sekali tidak pernah diberi tahu apa-apa oleh kakek nya termasuk masalah hutang tersebut.
Jika bukan ingin menyenangkan ayah, mungkin aku akan kabur sebelum pernikahan ini terjadi; gumam Alvin, menyesali kenyataan tersebut.
" Keluar !"
Satu kata terucap dari mulutnya tetapi mengapa kata itu menusuk tepat di dadaku. Seakan aku lah yang tak mensyukuri semua itu. padahal aku juga ditipu Kakek bilang ini perjodohan sejak kecil, tetapi inilah kenyataan nya....
Meery melangkah kan kakinya hingga sampai di luar kamar mandi tersebut.
Blam....
Alvin sepertinya sangat kesal hingga membanting keras pintu itu.!
" Sudahlah... ini sudah terjadi!!" ucap Meery dengan pasrah.
" Oh. ya kalau tidak salah kamu pernah bilang tugasnya membuat kedua pasangan ini bahagia atas pernikahan nya, sepertinya tidak akan pernah... hah !!" Lagi-lagi dia menghembuskan napas dengan kasar.
" Sudah Nona... jika tidak bisa menyelesaikan yang itu maka selesaikan misi satunya.." Shu-shu mencoba menghibur.
__ADS_1
Apanya menyelesaikan misi satunya, kedua pasangan ini telah hancur diawal jalan dan pula misi satunya kan meneruskan keturunan.
Hanya ada satu cara untuk menyelesaikan nya ; batin Meery
......................
Malam ini rasanya lebih cepat. Tidak peduli apapun yang terjadi mereka tetap lah pengantin baru dan malam ini seharusnya malam pertama.
Alvin merebahkan tubuhnya di kasur lalu menarik selimut dan menutup matanya. Meery tak kuasa juga tak berani tidur satu ranjang dengan Alvin, suaminya.
Ada perasaan campur aduk yang terus berkeliaran di dalam otak nya. Ada juga rasa bersalah dan tak mengerti.... rasanya tidak ingin melanjutkan misi ini lagi.
Entah sudah berapa kali Meery membalikkan badan nya kesana kesini rasanya dia tidak menemukan posisi yang nyaman. yah tidur di sofa itu kadang juga tidak nyaman.
Tik... Tik...
Jam di dinding terus berdetik, sementara Meery masih belum menemukan posisi nyaman untuk tidur nya.
Ayolah... sudah hampir pukul sepuluh malam, mengapa aku belum juga mengantuk, orang itu bahkan sudah tertidur pulas; batin Meery.
__ADS_1
Meery kemudian bangun dari posisi tidur nya. Dan meraih ponsel yang ia letakkan di meja kecil.
" Jika tidak bisa tidur maka jalankan rencana dulu ... xixixi " tiba-tiba saja ia tertawa histeris...