Menjadi Seorang Putri

Menjadi Seorang Putri
Episode 55 (terakhir+pengumuman+ucapan terima kasih)


__ADS_3

Sebelum pulang kembali ke istana, Juve dan Azel menyempatkan diri untuk mengunjungi suatu pasar yang terletak dipinggir pantai.


Karena hari masih terang, tidak ada salahnya jika jalan-jalan ke pasar ini. Ditambah lagi banyak benda-benda yang cantik disini.


"Kuharap ini tidak membuatnya kepikiran tentang yang baru saja terjadi" harap Juve dalam hati.


"Bagaimana ini cantik tidak?" Tanya Juve yang berbalik badan sambil menunjukkan sebuah gantungan kunci yang dihiasi oleh kerang dan bintang laut.


"Ini cantik, kurasa sangat cocok untuk Lhy dan Lhya" jawab Azel yang tersenyum dan mengambil gantungan kunci yang sama seperti milik Juve.


"Kalian berdua pasangan yang sangat serasi dan romantis ya".


Perkataan barusan membuat pandangan keduanya mengarah kepada pedagang gantungan kunci tersebut.


"Terimakasih, hubungan kami juga kadang tidak sebagus yang lain" kata Juve sambil tersenyum.


"Bukankah itu berarti bahwa pasangan kalian tidak posesif dan terobsesi?" Tanya pedagang tersebut.


"Tidak, karena dari situlah kami memiliki seorang anak" jawab Juve.


"Apa pekerjaan nona? Dan tuan?" Tanya pedagang tersebut.


"Saya ratu Algeria, bisa dilihat dari simbol elang perak ini dan ia seorang Yang mulia pangeran bisa dilihat dari simbol serigala berwarna emas yang berarti ia adalah seorang suami dari ratu Algeria" jawab Juve.


Ctaar!


Bagaikan petir di siang bolong, Mendengar jawaban itu pedagang tersebut merasa bersalah dan takut karena telah melontarkan perkataan tidak pantas karena ia mengatakannya didepan ratu Algeria beserta pasangannya.


Setelahnya, Juve dan Azel memutuskan untuk pulang ke istana secepatnya karena tentu tidak baik jika keduanya berada diluar terlalu lama.


_____________


______________________


"Aku sangat senang jika hal ini terus terjadi kedepannya hingga akhir hayat kita" kata Juve yang duduk di taman yang disekitarnya terdapat air bersama dengan Azel.


"Malam ini juga lumayan kan untuk dinikmati" kata Azel.


"Benar, sangat tidak terasa untukku kalau sebentar lagi putra mahkota akan diangkat sebagai raja. Kenapa ini terlalu cepat berlalu dan terasa lebih cepat waktu ini berjalan" kata Juve sambil menyandarkan kepalanya di bahu Azel.


"Yang lain telah pergi meninggalkan dunia, hanya keluarga kita yang tersisa di dunia ini untuk terus meningkatkan keturunan yang lahir demi masa depan Algeria. Dan juga pernikahan Jeyve yang akan diadakan" kata Azel.


"Pernikahan ya..".


Setelah kami tidak saling bertemu begitu pangeran dan putri kembar lahir hingga mereka mencapai umur 17 dan 14 tahun, akhirnya aku dan Heli bertemu kembali dengan membawa pasangan masing-masing.


Ada rasa menyedihkan dan tidak rela bila Heli kembali ke Arcellia untuk melakukan pekerjaannya sebagai seorang Duke. Tapi pada akhirnya, Jeyve dan Helina justru membuat kami bersatu. Keduanya saling jatuh cinta setelah 2 tahun bersama di akademi.


Pertunangan juga dilakukan dan sebagainya aku yang seorang ratu, aku melakukan hal agar pertunangan sebelum pernikahan mereka dapat diperlihatkan bahwa keduanya saling jatuh cinta.


Rasanya seperti melihat diriku dan Heli, lalu aku dan Azel. Aku sangat berharap bahwa ini akan berakhir happy ending seperti yang selama ini Juve asli inginkan dan yang aku inginkan.


Aku bisa mengubahnya menjadi lebih baik biarpun ada begitu banyak alur cerita yang membuat ku kebingungan bila mengingatnya dalam bentuk buku yang ku buat menggunakan sihir sehingga terlihat seperti novel.


Ayah juga tampak awet muda dan hanya ibu yang menua karena memang seperti itu, meskipun tidak lama lagi aku akan kehilangan ibu seperti yang seharusnya.

__ADS_1


Aku masih diberikan kesempatan untuk melanjutkan perjalanan ini, berarti di dunia modern novel ini tetap berlanjut dengan cerita yang begitu singkat. Mungkin side story saja untuk ditambahkan biarpun yang menjalankannya adalah aku bukan Dahlia seperti yang seharusnya.


Tapi aku sangat senang karena bisa merasakan hal seperti ini. Dari Tuhan kembali ke Tuhan, hal seperti ini pada akhirnya akan kembali pada Tuhan. Aku tidak terlalu boleh mengharapkan lebih dari yang diberikan oleh Tuhan.


Pada akhirnya acara itupun digelar tepatnya dihari ulang tahun si kembar karena itu adalah rencananya Jeyve untuk memberikan hadiah ulang tahun kepada adik kembarnya yang telah berusia 15 tahun dan menghadirkan kakak iparnya.


"Hahaha, aku senang karena bisa melihat Helina menikah dan tampak begitu bahagia" kata Heli yang tertawa kecil melihat Helina bahagia sembari melakukan tindakan konyol.


"Aku lebih senang melihat putri kembar sangat senang menyambut kakak baru yang hadir dilingkungan mereka tapi aku benar-benar juga senang melihat raja muda Jeyve bahagia memiliki pasangannya meskipun seharusnya dilaksanakan 3 tahun lalu" kata Juve.


"Sistem pewaris tahta Algeria membuatku bingung" kata Heli.


"Anak yang lahir lebih dulu, itulah yang akan menjadi pewaris tahta karena Algeria menganut sistem anak pertama yang dijadikan pewaris tahta dan pemimpin kerajaan berikut" kata Juve.


Bila anak yang merupakan pewaris tahta ini meninggal, maka akan diberikan kepada yang paling bungsu bukan anak kedua atau seterusnya, melainkan anak yang paling akhir. Tapi bila orang itu memiliki anak tunggal karena ibu dari anak itu meninggal, maka ia diperbolehkan untuk menikah kembali dan tentunya anak yang lahir dari pernikahan kedua tidak bisa dijadikan pewaris tahta bila anak pertama raja itu sakit segala usaha untuk menyembuhkannya akan dilakukan, tapi bila terpaksa maka akan dilakukan.


"dan syukurlah sepanjang sejarah Algeria, hal itu tidak pernah terjadi" jelas Juve panjang lebar.


"Kau tahu banyak tentang itu ya" kata Heli sambil tersenyum.


"Aku sudah tinggal begitu lama disini bahkan sudah berumur 40 tahun lebih atau mungkin 50 tahun, jadi sejarah Algeria bisa dikatakan aku mengetahui semaunya" kata Juve.


"Aku saja lupa umurku berapa" kata Heli.


"Kalau begitu kita senasib".


Doong..


"Tapi aku heran denganmu, kau tidak tampak menua sedikitpun seperti pasanganmu dan ayahmu".


"Kakek~~".


"Kau sombong ya sekarang" ledek Heli.


"Terserah aku!".


"Ibu! Waktunya pemberian mahkota raja!" Teriak Jeyve.


"Ukh! Setidaknya sopan lah kepada orang yang lebih tua darimu!" Kata Juve yang sedang bersiap memarahi Jeyve.


"Tapi justru kau yang tampak lebih muda darinya" ledek Heli lagi.


Hari ini, aku secara resmi telah melepaskan statusku sebagai seorang ratu dan memberikan status baru kepada putraku.


Begitu memberikan segalanya kepada Jeyve, Juve memeluk erat tubuh Jeyve.


"Tidak ibu sangka, kau sudah tumbuh sebesar ini dan bahkan memiliki pasangan. Sungguh tidak dipercaya ya~" kata Juve.


"Aku juga seperti ini berkat siapa" kata Jeyve.


Parade dilakukan besar-besaran di kota, dan Juve membuat berbagai pertunjukan menggunakan sihirnya yang dibantu oleh Azel dan Juven.


Sorak Sorai ini bahkan lebih meriah dibandingkan dirinya yang dijadikan ratu Beberapa tahun yang lalu. Mungkin karena hari ini adalah ulang tahun putri kembar yang ke 15 makanya ini begitu meriah dan terbilang cukup mewah dibandingkan dengan acaraku sebelumnya.


"Sebagai rakyat kalian kejam sekali!" Teriak Juve dalam hati.

__ADS_1


Halo~ jadi ini sebenarnya cuma cerita sampingan atau side story. Jadi cerita ini berakhir di episode 46 dan semua yang terkumpul disini hanya side story yang terkumpul sebagai akhir dari semua ceritanya.


Boleh bagi pengalaman sedikit kan? Biarpun tidak seperti penulis novel lainnya yang pengalamannya penuh dengan kejadian yang lebih besar dan juga butuh perjuangan dibandingkan saya:')


Selama novel ini mulai bekerja, ada banyak sekali kejadian yang tidak diinginkan selama penulisan. Bahkan kejadiannya sama sekali tidak diinginkan oleh seluruh penulis yang ada.


Tinggal dilingkungan baru, ada banyak faktor kurang mendukung. Keluarga besar sangat sulit untuk menerima saya yang kurang menarik dan juga berusaha untuk membuat mental itu jatuh tapi setelah itu kepikiran untuk menulis itu mulai bermunculan.


Kadang menulis novel itu cuma dijadikan pelampiasan saja ataupun sekedar mengutarakan isi pikiran untuk ide-ide baru yang berakhir membuat ceritanya tidak nyambung.


Kemudian ceritanya keseringan Hiatus karena alasan hp rusak dan harus bolak-balik ke konter sampai capek.


Keadaan ekonomi yang sulit membuat kesulitan juga untuk menulis dan bahkan bisa tidak update karena kehabisan kuota 😂


Tapi karena ada bantuan saudara sepupu dari keluarga ayah, saya bisa melanjutkan menulis kembali seperti sediakala meskipun update nya kadang sebulan sekali atau 5x dalam sebulan dan itupun cuma 1-2 episode karena sering malas untuk lanjut akibat kekurangan dukungan [padahal saya penyebab utamanya] 😌


Terimakasih banyak kepada pembaca yang selalu mendukung saya hingga akhir. Padahal ingin sekali melanjutkan ini seperti yang direncanakan, tapi ya manusia itu cuma bisa merencanakan dan Tuhan yang akan menentukan. Bisa dibuktikan kalau saya ingin bisa sampai 125 episode, eh ternyata berhenti di episode 46 dan hanya bisa menulis side story dengan jumlah episodenya.


Ada cerita bonus nih~


Disuatu pagi hari yang cerah, seorang gadis berambut hitam dan mata berwarna merah muda seperti permata sedang duduk di kamarnya sambil membaca sebuah buku novel yang terdapat gambarnya diatasnya dan cerita dibawah gambar tersebut.


Tok tok tok!


Terdengar suara ketukan di Pintu kamarnya dan ia pun segera pergi ke depan pintu kamarnya. Ia tahu persis siapa itu. Siapa lagi kalau bukan ayahnya.


"Akhirnya ayah pulang juga setelah sekian lama~" sambut sang gadis sambil memeluk ayahnya.


"Ayo kita pergi ke kantor ayah" ajak sang ayah.


"Setidaknya Kita mall saja".


"Lebih baik bantu ayah agar kau bisa menjadi CEO terbaik di negara kita".


Gedung-gedung tinggi terlihat dimana-mana. Senang sekali rasanya bisa jalan-jalan di kota besar ini bersama dengan orang tercinta.


Kalau tidak salah, nona Angelina dari keluarga CEO dinegara tetangga akan berkunjung kemari. Aku harus bertindak sebaik mungkin karena aku adalah calon CEO dimasa depan.


Srek!


Sebuah buku terlihat sedang berada diatas meja gadis barusan. Buku itu terbuka dan mengeluarkan cahaya.


Buku yang semulanya tidak memiliki warna apapun dan hanya terlihat sebuah gambar serta tulisan, kini berubah menjadi memiliki warna dan gambar yang jelas selayaknya komik yang dibuat sedetail mungkin.


Diceritakan, dahulu kala seorang putri dari keluarga bangsawan yang hebat terlahir dengan kekuatan yang luar biasa. Ia mampu mengubah dunia seperti yang diinginkannya.


Ia memiliki rambut berwarna perak keputihan dan mata merah selayaknya pertama.


Suatu ketika terjadilah sebuah perang besar-besaran yang membuat tempat itu dibanjiri oleh darah dari prajurit musuh dan prajuritnya.


Tapi mereka salah memilih lawan, putri itu adalah orang yang memegang sihir teratas yang bahkan mampu membuat tanah terbelah.


Hingga akhirnya dirinya dinobatkan sebagai ratu dan memiliki anak-anak serta hidup abadi agar keturunan yang lahir berbeda, ia dan suaminya bisa melahirkan anak yang diinginkan. Tapi meskipun berbeda, mereka akan disayang karena ada aturan hukum Algeria mengenai anak.


Nama Putri atau ratu tersebut ialah:

__ADS_1


Juvelle Athelinda Algeria



__ADS_2