Menjadi Seorang Putri

Menjadi Seorang Putri
Episode 48


__ADS_3

"aku harap kalian berdua tidak lagi melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan" harap Juven.


"tidak masalah, menghadapi anak perempuan seperti dirinya itu gampang" kata Lily yang percaya diri.


"aku juga berharap begitu, tapi Juve bukan anak perempuan sembarangan seperti yang kau kira" kata Juven sambil menghela nafas.


"baiklah, ibu ingin lihat seberapa kuatnya dirimu".


Lily dan Juve berlatih di lapangan kosong. dan tentunya Azel yang berperan penting untuk mengembalikan keadaan seperti semula jikalau tempat itu hancur.


Lily berlari menuju Juve. ia pun mengerahkan seluruh tenaganya untuk memukul Juve.


Juve mengaktifkan kembali lingkaran sihir dimatanya. dan berhasilnya dihentikan sang ibu.


"ibu sangat kuat ya~" puji Juve.


"perasaanku mulai tidak enak" pikir Juven sambil melipat kedua tangannya di dada.


Juve mengepalkan tangannya dan dihajarnya tanah yang dipijak olehnya disitu. Juve juga menimbulkan angin kuat yang membuat Lily melayang ke udara.


"kubilang juga apa" kata Juven yang segera membuat sihir teleportasi dan berhasil mendapatkan Lily.


"ini belum seberapa dibandingkan sebelumnya" pikir Azel.


debu-debu mulai menghilang secara perlahan-lahan. ada sedikit untung karena Lily dan Juve sama-sama menggunakan sarung tangan.


"apa ini benar-benar anak yang kukenal?" pikir Lily yang terkejut melihat retakan tanah akibat pukulan keras Juve.


Kreek..


Azel melihat kedepan dan mendapati bahwa retakan tanah tersebut mulai menyebar.


ia segera menggunakan sihirnya untuk menghilangkan retakan tersebut.


Sriing...


"kubilang juga apa kan? Juve itu bukan sembarang anak perempuan yang bisa diajak main-main. ada untungnya kau tidak dipukul olehnya" kata Juven yang menurunkan Lily dari gendongannya.


"kekuatannya meningkat dengan pesat daripada saat itu. dengan begini, aku bisa menyerahkan Algeria dengan tenang padanya" pikir Juven.


"kita sudahi semua ini, kembali pada kegiatan masing-masing" kata Juven.


Juve mengganti bajunya dan pergi berjalan-jalan di perkotaan untuk melihat-lihat keadaannya.


"aku benar-benar belum siap untuk menjadi ratu. tapi aku harus tetap mengambil gelar itu karena memang sudah seharusnya" pikir Juve yang penuh dengan tekanan.


"oh ya, aku teringat dengan kutukan mengenai pasangan jikalau melahirkan seorang anak. kalau aku jadi ratu, pastinya begitu aku melahirkan nanti aku akan mati" kata Juve seorang diri.


"aku tak ingin hal itu terjadi. karena Azel dan juga anak yang kulahirkan itu adalah hal yang terpenting bagiku, jadi aku tidak ingin mati" lanjutnya.


"kau itu tidak akan mati" kata Haast yang menghubungkan dirinya dengan Juve sehingga dapat berkomunikasi dan itu hanya bisa didengar oleh Juve seorang.

__ADS_1


"mana mungkin, kutukan itu saja sudah membuktikannya!" kata Juve yang tidak percaya.


"ingatlah, kau itu abadi. tidak ada yang perlu kau takuti" kata Haast.


"kau juga ingat kalau dulu ada seorang ratu yang dinyatakan abadi, tapi akhirnya meninggal begitu melahirkan anak pertamanya diumur 37 tahun" kata Juve yang berdebat masalah ingat mengingat kembali.


"iya juga sih, tapi aku yakin kau bisa melewati itu. ditambah lagi kau mempunyai seorang pasangan yang hebat dan juga kemampuan sihirnya yang luar biasa. kutukanmu mungkin bisa dihilangkan olehnya" kata Haast.


"aku tidak sabar menunggu itu" kata Juve yang penuh dengan harapan.


"tapi perlu kuingat kan lagi, melahirkan itu tidak semudah yang dibayangkan karena kau akan melewati rasa sakit yang amat luar biasa" kata Haast yang membuat Juve menjadi marah padanya.


"jangan kau takuti diriku!" marah Juve.


"perang sudah lama sekali. 4 hari lagi adalah hari dimana ulangtahun ku, upacara pernikahan dan juga pengangkatanku menjadi seorang ratu akan diadakan" kata Juve.


"lebih baik kau bersiap dari sekarang. tempat yang kau kunjungi ini akan segera dihias, jadi kembali lah ke istana untuk mencoba beberapa baju".


Juve segera pulang ke istananya. tapi diperjalanan menuju istana, ia memutuskan untuk duduk di ayunan di dekat taman.


"padahal 4 hari lagi adalah pernikahan ku, tapi pikiranku masih tidak lepas dari masa lalu yang seharusnya sudah bisa ku lupakan" pikir Juve.


"ukh!" rintih Juve ketika ada sesuatu yang menyerang dadanya.


muncullah seseorang yang mendekati Juve, siapa lagi kalau bukan Heli yang mendekatinya.


mata Juve menjadi kosong dan wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apapun.


"aku akan mengatakan segalanya padamu".


Heli menghilangkan kesadaran Juve, sehingga apapun yang dikatakannya, Juve akan menurutinya tanpa disadari.


"jadi kembalilah padaku" kata Heli yang memeluk Juve dengan erat.


"dengan begini, kau akan menjadi milikku seutuhnya seperti yang kuinginkan" pikir Heli yang tersenyum puas karena baru kali ini ia kepikiran akan hal ini.


.


apa yang terjadi? kenapa aku tidak bisa melihat apapun? aneh sekali.


Juve dibuat tidur oleh Heli. ada tujuan kotor yang dibuat oleh Heli dan tentunya ialah membuat Juve untuk melahirkan anaknya dan membatalkan acara pernikahan Juve.


"dengan begini, aku bisa melihatmu selalu" kata Heli.


Druuak..


tempat dimana Juve dan Heli berada telah hancur. rupanya yang muncul adalah Azel.


"bagaimana dia bisa tahu kalau aku membawa Juve kemari?" pikir Heli yang segera mundur beberapa langkah.


"sial!" umpat Heli.

__ADS_1


"aku menghormatimu sebagaimana mestinya karena kau adalah seorang Duke. tapi, apa kau tahu bahwa mengambil pasangan orang lain itu adalah sebuah kesalahan?" tanya Azel dan aura yang mencekam.


"justru kau lah yang mengambilnya bukan aku" jawab Heli.


"yah, seperti yang kuduga. orang yang mengambil pasangan orang lain, akan mengatakan hal sebaliknya" kata Azel yang menatap penuh amarah pada Heli.


Tririring..


lingkaran sihir dengan cahaya berwarna merah di munculkan disekeliling Juve. itu digunakannya untuk melepaskan Juve dari ketidaksadarannya.


"kau yang meninggalkannya, jadi tidak ada gunanya juga kau untuk kembali padanya" kata Azel yang menghajar Heli.


untungnya, Heli langsung teleport ke tempat yang aman sehingga ia baik-baik saja.


Azel mendekati Juve dan dibangunkannya Juve.


"Juve" panggil Azel.


Juve segera terbangun dari tidurnya. ditatapnya tempat yang asing ini.


"dimana aku?" tanya Juve yang masih terbaring.


"kau itu diculik" jawab Azel.


"?" bingung Juve.


"apa kau bisa jalan?" tanya Azel.


"tidak, tubuhku sangat sulit digerakkan" jawab Juve.


"ya sudah, aku akan menggendongmu".


Azel menggendong Juve dan membawa keluar dari tempat itu.


"aku takut begitu pulang nanti akan dimarahi" kata Juve.


"mereka tidak tahu, jadi aman saja. toh beruntung juga karena aku sedang terbang, jadi enak untuk menemukanmu" sahut Azel.


"kalau aku tidak terbang tadi, mungkin akan terjadi hal yang buruk" kata Azel.


"apa?" tanya Juve yang penasaran.


"kau tidak akan jadi pasanganku melainkan pasangannya" jawab Azel.


"maksudmu, Heli?" tanya Juve.


"iya, kau hampir saja dis*tubuhi olehnya" jawab Azel.


"tapi aku benar-benar tidak diapa-apakan kan?!" tanya Juve yang kaget mendengar jawabannya.


"tentu saja" jawab Azel.

__ADS_1


"sekarang, pegangan yang kuat karena aku akan membawamu langsung menggunakan sihir teleportasi tingkat tinggi yang bisa membuatmu terjebak seketika" suruh Azel yang segera dituruti oleh Juve.


TO BE CONTINUED~


__ADS_2