Menjadi Seorang Putri

Menjadi Seorang Putri
Episode 46


__ADS_3

"ibu, aku tidak bisa berada di sini terlalu lama. mungkin kita bisa melanjutkannya nanti saja" kata Juve yang berdiri dan menatap Lily.


"yah, ibu tahu itu. kau kan sedang ikut perang, jadi harus fokus dengan perang ini" kata Lily yang juga ikut berdiri.


"ibu juga akan ikut bertarung" pikir Juve yang menatap ibunya.


"daah" kata Lily sambil melambaikan tangannya.


kegelapan menyelimuti dirinya. potongan kehidupan Juve dinovel, diperlihatkan pada Juve. ia menutup telinganya karena tidak ingin mendengarnya.


hal itu membuatnya lebih cepat sampai menuju sebuah menara penyihir yang berada di tengah hutan rimba Algeria.


"tuan putri?" tanya penyihir itu yang kaget melihat kedatangan Juve.


"aku butuh bantuanmu, penyihir Algeria" kata Juve.


"saya Harry, siap menerima perintah apapun" hormat Harry.


"tariklah jiwa permaisuri" kata Juve.


Harry mendongakkan kepalanya dan menatap tak percaya dengan permintaan Juve. sebenarnya itu mudah baginya, tapi kenapa memintanya tiba-tiba?


"aku tahu ini terlalu mendadak dan bisa dibilang aku juga tiba-tiba mengatakannya. permaisuri sangat dibutuhkan dalam peperangan ini, jadi aku mohon padamu untuk menarik jiwanya masuk ke dalam tubuhnya" kata Juve sambil menjelaskannya.


"baiklah, mengingat tubuhnya yang tidak sedikitpun berubah, saya bisa melakukannya" sahut Harry sambil tersenyum.


"aku pergi dulu dan lagi terimakasih banyak karena sudah mau mengabulkannya" kata Juve.


Juve membuat sihir teleportasi dan ia segera sampai di lokasi perang. Haast pun menghilangkan sihir yang digunakan untuk menghentikan waktu.


Azel yang telah mendapatkan kekuatan alam menggunakannya untuk membuat tanaman merambat di sekitar musuh. Azel turun dari langit dan berdiri di depan Juve.


"anda beristirahatlah dulu baru melanjutkannya setelah saya" kata Azel.


Azel maju sambil membawa pedangnya.


"....".


Juve juga tidak tinggal diam, ia menghadang musuh yang berusaha mendekati orang-orangnya. tapi, sihirnya telah digunakan terlalu banyak hingga membuat energinya berkurang. bahkan untuk berdiri pun ia tampak kesusahan.


Juve akhirnya terjatuh di samping Juven. namun, Azel ternyata kalah telak dari musuhnya karena kekuatan musuhnya yang menggunakan sihir kegelapan.


Azel terlempar jauh ke dalam hutan, Juve pun berteriak keras memanggil namanya.


"Azel!!".


seorang pria yang tampaknya raja dari musuh, muncul untuk menghadapi Juve.


"cinta tumbuh di tengah perang, sungguh diluar dugaan" kata sang raja.


"kau!!".


"kau masih bisa berdiri juga ya.. padahal energi mu saja tak cukup" kata raja itu.


Juve mengambil pedangnya untuk mencoba mengalahkan raja sialan itu, namun ia juga kekurangan tenaga.


sebenarnya, selama bertarung tadi, Juve mengumpulkan tenaga tambahan namun digunakannya untuk memasukkan setengah dirinya kedalam ayahnya, dengan tujuan untuk membuat ayah bangun juga beserta yang lainnya.


Adelio dan Adelia terus mencoba membangunkan mereka semua dengan sihirnya.


"kau itu sudah kelelahan, jangan memaksakan diri" kata raja itu sambil menyeringai lebar.


Juve kembali terjatuh ke tanah dan terbaring. ketika ia melihat ke arah ayahnya, Juve melihat seorang prajurit musuh hendak membunuh ayahnya.


Juve yang tidak kuat untuk berdiri, menjadi harus berlari secepat mungkin untuk menghentikannya.

__ADS_1


Tiing...


Juve berhasil menyingkirkan pedangnya dan membunuhnya, yang juga membuat pedangnya terjatuh dari tangannya.


Taang...


"sampai kapan kau akan melindungi ayahmu?" tanya raja.


"dia jugalah penyebab ibumu tiada" kata raja.


"dia itu sudah gagal menjadi seorang ayah yang membahagiakan anaknya".


Bzzzt...


Juve membuat sebuah petir untuk membuat raja itu berhenti berbicara. tampaklah lingkaran sihir dikedua mata Juve, kini tenaganya sudah pulih sepenuhnya. sebelumnya, ia tak menggunakannya karena itu bisa membuatnya terbunuh akibat menggunakannya secara berlebihan.


"memangnya apa yang kau harapkan dari seorang ayah yang gagal darinya?" tanya raja itu.


"banyak, banyak yang kuharapkan darinya" jawab Juve.


"kau tidak akan mengetahuinya karena memang kau tidak pernah mendapatkannya. aku selalu berusaha menahan rasa sakitku selama ini, namun itu semua menghilang berkat kehadirannya" kata Juve yang menatap penuh amarah.


Juven dan semuanya terbangun. Juven melihat Juve yang penuh dengan debu dan tanah serta darah.


"aku tidak peduli dengan apa yang akan terjadi padaku. asalkan ayahku baik-baik saja, maka aku pun merelakan segalanya" lanjutnya.


"kau itu sungguh tidak percaya, bahkan sekarang pun dia tidak akan bisa menyelamatkanmu" kata sang raja.


rombongan prajurit musuh bergerak ke arahnya, Juve tetap berdiri dan bersiap untuk menghadapinya.


"Juve! larilah!!" teriak Juven.


"hahahaha, kau bahkan tidak berniat maju untuk melindungi anakmu" tawanya.


"tetaplah di posisimu, Juve! biarkan ibu yang mengatasinya!" kata Lily yang muncul dari atas langit.


Lily pun menghajar semua prajurit hingga tumbang dengan kekuatan pukulannya.


"mana mungkin aku membiarkan suamiku serta putriku dihina oleh orang sepertimu" kata Lily yang berdiri di depan Juve.


"...".


Juven melihat ke depan dan sesekali mengedipkan matanya karena tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Lily" panggil Juven.


"Juven!".


Lily berlari ke belakang dan pergi melihat Juven yang tampak lemah.


"apa yang terjadi padamu?" tanya Lily.


"aku terkena ilusi tapi Juve menyelamatkanku" jawab Juven.


"eh? itu kakak?" pikir Lena sambil mengedipkan matanya karena tidak percaya juga dengan apa yang dilihatnya.


"Lena" sapa Lily sambil tersenyum.


air mata Lena tidak dapat ditahannya lagi, ia langsung menangis.


"apa yang terjadi? kenapa kau bisa disini?" tanya Juven.


"aku dibangkitkan oleh penyihir Algeria kita, jiwaku ditarik olehnya. sekarang kita bisa bersama-sama lagi dan tidak berpisah" jawab Lily sambil tersenyum.


"aku tahu perasaanmu. kau pasti cukup menderita selama ini" kata Juve.

__ADS_1


semua orang melihat ke arah Juve.


"kau kehilangan anak yang sangat kau sayangi akibat perceraian mu beserta istrimu. kehilangan putramu, membuat dirimu tidak dapat mengontrol diri. aku sedih, kau menjadikan anak-anak yang memiliki orang tua merasakan kehilangan salah satunya, kemudian sebaliknya juga. kau membuat luka menyedihkan dihati orang tua yang kau bunuh anak-anaknya" lanjut Juve.


"kau pasti berusaha untuk membuatku lemah kan?! ka pikir itu mempan?!" tanya raja.


Lily dan Juven meletakkan tangannya dipunggung Juve untuk menyemangati nya.


"meskipun kau tidak pandai menari seperti ibu, menarilah" kata Lily.


"jangan lupa caramu berpedang" tambah Juven.


"bertarung dengan berpedang..." pikir Juve.


"baiklah, aku akan membuktikan bahwa aku bisa melakukannya" kata Juve yang mengambil pedang disampingnya dan berlari menuju raja beserta prajuritnya.


Juve menarikan tarian dengan pedangnya, ia berhasil mengalahkan banyak musuh dengan kekuatannya. semua orang membantunya juga, mereka yang tadinya terbaring segera bangkit berdiri dan menyerang musuh.


semuanya telah berhasil dikalahkan, sekarang ini hanya tersisa rajanya.


"bunuh lah aku, biarkan aku melupakan rasa sakit ini" kata raja itu sekaligus yang merupakan permintaannya.


Juve menusuk musuhnya dan berhasil mengalahkan semuanya berkat bantuan dari semua orang. mereka yang tumbang karena ilusi, telah bangun.


Lily memeluk Juve dengan erat dan Juven yang mengelus kepala Juve.


"ibu, aku harus menemui seseorang" kata Juve yang melepaskan pelukannya.


"eh? iya".


Lily juga melepaskan pelukannya, dan melihat Juve yang berlarian masuk kedalam hutan.


"anda berhasil mengalahkan mereka?" tanya Azel.


Juve menoleh ke kanan, dan melihat Azel yang baik-baik saja.


"iya" jawab Juve dengan singkat.


Juve menggenggam tangan Azel, hendak membawanya ke suatu tempat.


"jangan panggil dirimu dengan sebutan 'saya' dan aku 'anda'. panggil lah aku dengan lebih Santai" kata Juve.


Juve membawa Azel berlari menuju sebuah bukit yang menampakkan bulan purnama yang bersinar terang.


"Azel, aku mencintaimu" kata Juve yang berani mengungkapkan perasaannya.


"semenjak pertama kali bertemu denganmu, aku terus penasaran dan juga ingin sangat dekat denganmu".


"kau adalah orang kedua yang menghiasi hidupku selama ini".


"aku sangat ingin hidup bersamamu dan menginginkan hal yang lebih dari sekedar seorang kekasih" kata Azel yang mendekatkan kepalanya hingga dahi keduanya saling bersentuhan.


"aku juga ingin menjadi bagian dari hidupmu" lanjutnya.


"aku mencintaimu, Juve".


akhir, Juve dan Azel berciuman di tengah sinar rembulan malam dan juga pemandangan bulan yang indah.


akhir episode yang singkat, namun beginilah alur ceritanya. tak sesuai dengan harapan saya juga, dan tanpa saya duga, episode sebelumnya itu adalah sebuah perjalanan menuju ending.


Lily kembali hidup dan kembali bersatu. setelah saling mengungkapkan perasaannya, Juve dinobatkan sebagai ratu Algeria dan menikah dengan Azel. sementara Juven dan Lily pergi menguasai negara yang pernah diberikan Juven kepada Juve.


Juve dan Azel dikaruniai 3 orang anak. 1 anak laki-laki berambut perak dan mata berwarna merah seperti ibunya, yang dinamai Jeyve Azelio Algeria dan 2 anak kembar perempuan berambut perak dan mata emas seperti ayahnya, yang dinamai Azelhy Juvey Algeria dan Azelhya Juvey Algeria.


anak laki-laki mengikuti sifat ibunya sementara dua anak kembarnya mengikuti sifat ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2