Menjadi Seorang Putri

Menjadi Seorang Putri
Lanjutkan misi


__ADS_3

Seseorang putri turun dari kereta kuda itu, putri yang turun itu putri Charlotte, yakni putri dari Lirya. Charlotte memiliki rambut panjang berwarna ungu dan mata berwarna kuning.


"Kakek!!!" Charlotte berteriak setelah turun dari kereta .


Seorang pria tua datang menghampiri Charlotte, dia adalah ayah dari Hendrik (Hazel), dan dua lainnya.


Quinne tidak tahu siapa pria tua itu dan juga putri yang baru saja berteriak memanggil kakek.


"Quinne lihat dia sangat tidak sopan " bisik Zennya yang tiba-tiba ada disamping Quinne .


"Eh!!.. Zennya? " Quinne yang kaget.


"Sepertinya mereka memperhatikan kita, ayo pergi dari sini " bisik Zennya kemudian.


"Bagaimana kalau ke taman belakang "


"baiklah "


Mereka berdua pun pergi ke taman di belakang istana. setelah sampai di taman kedua gadis itu duduk di sebuah bangku, yang berada di dekat air mancur.


"Zennya, apakah kau tahu dimana ibu?" tanya Quinne kepada Zennya.


"Ibu... ibuku ... " Zennya Gemetar.


"Aku tidak pernah melihat ibu!! hiks... dari kecil aku hanya tahu ayah dan kakek hiks...." Zennya menangis mendengar pertanyaan Quinne.


......~Suara dalam sistem ~......


*Shu-shu apakah aku ini sedang menindas nya* [Quinne]


*Tidak nona, mengapa nona menanyakan tentang hal itu kepadanya?* [Shu-shu]


*Aku ingin segera menyelesaikan semua misi, jadi kamu bantu harus membantu ku* [Quinne]

__ADS_1


*Tenang saja nona * [Shu-shu]


...~Kilas balik ~...


"maaf, aku jadi membuat kamu menangis " ucap Quinne sembari menepuk pelan pundak Zennya.


"tidak apa-apa " timbal Zennya.


"Kamu pasti tidak tahu siapa putri yang tadi aku bilang sombong " lanjut Zennya.


"Dia? aku memang tidak tahu " Quinne mengangkat bahu nya.


"dia itu adalah Charlotte, putri dari bibi Lirya, anak pertama kakek " jelas Zennya.!!


Aku sadar dia menyebut kakek beberapa kali, apakah pria tua yang tadi itu adalah kakek nya!!. Gumam Quinne.


"Kakek yang kamu maksud apakah yang tadi menghampiri Charlotte?" tanya Quinne.


"benar, apakah kamu tidak tahu?" tanya Zennya.


Shekk... Shekkk


"Eh kenapa rumput itu bergerak " !!


Miaww


"Bagaimana bisa kucing ini masuk?" tanya Zennya


"itu karena kucing ini milik ku " ucap Quinne.


"Zennya kembali lah ke taman, aku akan membawa kucing ini kembali ke kamar " lanjut Quinne.


kemudian Zennya pergi ke taman kembali, Quinne mencari cara untuk masuk ke dalam rumah, hanya pintu belakang yang tidak dijaga.

__ADS_1


Quinne melangkah kan kakinya beberapa langkah, lalu kemudian ia menghentikan nya. Langkahnya terhenti karena melihat seorang gadis tengah diam-diam masuk ke dalam istana, gadis itu diiringi seorang lelaki dan juga seorang perempuan.!!


Penampilan gadis itu tampak tidak asing bagi Quinne, seakan dia pernah melihatnya. ' gadis itu, sepertinya aku pernah melihatnya?' ; gumam nya.


Kemudian gadis itu dan dua orang di belakangnya masuk ke dalam istana, Quinne mempercepat langkahnya dan berusaha mengikuti mereka.


"nona apakah kamu ingin mengikuti mereka?" tanya Shu-shu, miaww!!!.


"Entah mengapa aku bisa merasakan gadis itu bisa membantu ku untuk menemukan ibu dari gadis ini !!" jelas Quinne.


Kemudian Quinne mengikuti mereka secara diam-diam. Dan ternyata tujuan dari mereka adalah untuk pergi ke penjara bawah tanah dimana semua pengkhianat kerajaan dikurung, mereka yang dikurung itu cukup beruntung karena tidak mendapat hukuman mati .!!!


Quinne masih terus mengikuti mereka, juga Shu-shu. Setelah cukup jauh dari pintu masuk, tiba-tiba mereka bertiga berhenti di sebuah dinding, wanita yang tadinya asa dibelakang gadis itu maju dan mencari sesuatu.!!!


Dan tiba-tiba saja dinding itu terbuka, lalu mereka bertiga pun masuk ke dalamnya. Quinne yang dari tadi mengikuti mereka juga ikut masuk ke sana. Setelah berjalan beberapa langkah. ia berhenti di sebuah ruangan yang sangat terang. di ruangan itu terdapat seorang wanita yang diikat dengan tali di sebuah kayu. Tubuh wanita itu banyak luka dan dia juga kurus, wajahnya pucat dan sepertinya sedang pingsan.


Gadis itu mengeluarkan sebuah senjata dari saku nya, ia mengarahkan senjata itu di leher wanita itu. Kemudian lelaki yang berada di belakang gadis itu berteriak agar wanita itu terbangun.


"BANGUN!!!!" teriak lelaki itu.


Wanita itu kemudian bangun. gadis yang berada di sana menyimpan kembali senjata itu.


" Apakah kamu tahu dimana anakmu?" tanya gadis itu.


Wanita itu menggeleng. kemudian seorang wanita melemparkan sebuah roti kepada nya. Lalu mereka bertiga pun pergi dari sana.


......................


Quinne sudah lebih dahulu pergi, sekarang ia sudah di luar dinding itu.


Sedangkan wanita yang tadinya di ikat berdiri karena dia sudah berhasil melepaskan tali yang mengikat nya. Sesaat kemudian dia berlari mendahului mereka bertiga.


Gadis dan dua orang itu mengejar nya.

__ADS_1


Apakah wanita itu akan tertangkap?


__ADS_2