
Asella pergi dari bangunan itu dan mengirimkan pesan kepada Arkant untuk menyewa kapal agar bisa mengangkut semua orang yang berada di pulau ini.
" Nona mengapa tidak langsung menelepon nya saja ?" tanya Shu-shu.
" Jika aku menelepon nya, dia akan curiga.. karena di pulau seperti ini sulit mendapatkan sinyal!!" ucap Asella.
Di sebuah restoran mewah, Arkant sibuk mempersiapkan dekorasi restoran tersebut. Ia ingin mengatakan sesuatu Kepada Asella nantinya.
Ting...
sebuah pesan masuk, itu adalah pesan yang tadinya di kirimkan Asella.
Pesan itu berisi: Tuan Lewis bisakah kamu menyewa sebuah kapal dan membawanya ke sebuah pulau.
Pulau apa ? mengapa dia berada disana? tanya Arkant dalam hati.
Kemudian Asella mengirimkan lokasi pulau tersebut. Karena merasa khawatir Arkant segera pergi ke dermaga dan menyewa sebuah kapal.
Sesampainya di pulau tersebut ia melihat dari dalam kapal ada sekitar 20 orang berdiri di pulau itu. Ia pun turun setelah melihat keberadaan Asella berdiri di samping seorang gadis.
" Asella...!" ucap Arkant.
Asella pun menghampiri nya. " Akhirnya kau sampai aku sudah lama menunggu mu " ucap Asella.
Arkant masih dalam keadaan bingung ia menatap Asella dengan ekspresi aneh.
" Mengapa ada banyak orang disini " tanya Arkant.
" hm.. nanti akan aku jelaskan, tapi kita harus pergi dahulu!!" minta Asella.
" baiklah "
__ADS_1
Orang-Orang yang berada disana pun satu per satu naik ke kapal tersebut. Begitu pula Ayana, Asella dan Arkant. Perjalanan menuju ke dermaga di mulai, kapal sudah kembali menuju kota.
Arkant mengajak Asella untuk duduk di sebuah ruangan khusus yang telah ia siapkan selagi menuju ke pulau tadi, meskipun sederhana itu tetap cantik.
" kau yang menghias nya ?" tanya Asella.
" hm.. iya "
" maaf tidak seperti yang kau bayangkan, ini sederhana tetapi tenang saja aku akan menggantinya " ucap Arkant.
Huft....
Asella tertawa. " Arkant, asal kau tahu saja ya, aku tidak perlu hal yang sangat mewah aku hanya ingin hal itu adalah sesuatu yang tulus dari hatinya. "
" Jadi jangan menunjukkan ekspresi begitu. Haha " Asella bermaksud agar Arkant mengubah ekspresi wajahnya yang tampak tidak enak itu.
Arkant langsung memalingkan wajahnya yang terlihat malu. Dia merasa bahwa Asella sedang bermaksud untuk menggoda nya.
" hm.. berhenti menggoda ku, jika tidak-" Asella langsung saja menyela perkataan Arkant.
" Jika tidak apa ?" tanya nya.
" jika tidak.... jika tidak makanan nya akan dingin.." ucap Arkant.
" wah!! wajahmu memerah apakah aku sedang menggoda tuan Lewis, haha!" Asella tertawa di akhir kalimatnya.
Bukan hanya menggoda ku kau bahkan hampir membuat jantung ku berhenti berdetak, astaga dimana harga diri mu Arkant, bisa bisa nya wanita yang menggoda mu; gumam Arkant, dia menggeleng kan kepalanya.
" Ada apa ?" tanya Asella.
" tidak... hanya saja aku merasa ada yang aneh " ucap Arkant.
__ADS_1
" Ha... "
" Sudah lupakan saja, ayo lanjutkan makan nya " ucap Arkant.
......................
Sedangkan di tempat lain, Ayana duduk di samping Yuna, dia melihat ke arah laut. Kemudian dia bertanya kepada Yuna, karena dari tadi dia tidak melihat Asella.
" Yuna... apakah kamu tahu dimana Asella ?" tanya Ayana.
" Asella? Mungkin sekarang dia sedang bermesraan dengan pacarnya " ucap Yuna.
" hah bermesraan? pacar? apa itu ?" Tanya polos Ayana.
" Duh.. kamu kan hidup di pulau itu sejak 5 tahun jadi kamu tidak mengerti apa yang aku katakan " ucap Yuna terus terang.
" Ya. meskipun begitu apakah kamu bisa menjelaskan nya padaku?" ucap Ayana.
Apa yang dia pikirkan, aku bahkan tidak bisa menjelaskan nya ; gumam Yuna.
" Sudahlah lupakan saja, kamu lihat saja pemandangan laut ini, kamu kan jarang melihatnya " ucap Yuna.
" Aku sering melihat laut, lagi pula kan pulau itu sangat dekat dengan air laut " ucap Ayana.
" aish... benar juga ya "ucap Yuna.
" Sudahlah kita sebentar lagi akan sampai di dermaga jadi persiapan dirimu untuk melihat dunia luar lagi " ucap Yuna.
" Iya " Jawab Ayana.
Perjalanan terus berlanjut untuk sampai di dermaga.
__ADS_1