
Sebuah mobil berwarna putih parkir didepan. Seorang pria turun dari mobil tersebut, pria itu memakai kaca mata hitam , jas dan lainnya. Sangat terlihat kearoganan nya.
Pria itu masuk ke dalam perusahaan Mealben, para wartawan dan aktris yang berada disana dibuat terkejut dengan ke tampannannya. Mereka mulai berbisik satu sama lain tetapi pria itu mengabaikan Mereka dan langsung menuju ke ruang manager Roy.
Sesampainya disana ia mengetuk pintu dan Roy yang berada di dalam menyuruh nya masuk. Setelah dia masuk Roy terkejut melihat yang datang adalah seorang pria asing, bukannya Asella. Roy sempat mengira bahwa yang mengetuk pintu adalah Asella.
" Kamu siapa? " tanya Roy.
" Aku mencari Asella, di mana dia ?" pria itu bertanya balik.
Eh... Kenapa malah dia yang bertanya; gumam Roy.
" memangnya kamu siapa, ada perlu apa dengan Asella? " tanya Roy ingin memastikan.
" Aku kakaknya, apakah sudah jelas!!" ucap pria itu.
Eng... bukankah Asella pernah berkata bahwa dia tidak mempunyai kakak, sepertinya pria ini ingin membodohi ku ; batin Roy.
" Heh... Kamu mengira aku percaya dengan apa yang kamu katakan!!" ucap Roy dengan nada meremehkan.
" O... kalau begitu tunggu Asella datang kemari, kita akan perjelas " ucap pria itu.
Syuttt....
Suara mobil datang dari bawah, Asella turun dari mobil itu dan bergegas naik ke lantai dua, dimana letak ruangan Roy. sesampainya disana ia melihat seorang pria sedang bersama Roy.
" Manager... " Sapa Asella.
" Asella akhirnya kamu datang!! " ucap Roy.
Roy kemudian mendekati Asella dan bicara tentang apa yang terjadi disini. Tetapi Asella tidak menunjukkan ekspresi terkejut kategori ia sudah tahu. Roy menyarankan agar memutuskan kontak dengan Mealben. Asella setuju dengan nya.
" Tetapi Jenry tidak ada di kantor, kita tidak bisa memutuskan kontak " ucap Roy.
" Mengapa tidak suruh sekretaris nya saja " saran.
" Itu benar, jika bos Mealben tidak disini, sekretaris juga bisa dijadikan pengganti " ucap pria itu.
...~Suara dalam sistem ~...
* Shu-shu bantu aku memindai pria itu!*[Asella]
* Baiklah...*[Shu-shu]
* Hasil yang aku dapat dia adalah: pria dari keluarga Lin dia disuruh oleh ayahnya untuk mencari adiknya yang hilang, kalau tidak salah namanya adalah Erick Lin. *[Shu-shu]
* Jadi apakah dia itu kakak dari pemilik tubuh ini* [Asella]
* Benar *[Shu-shu]
...~Kilas balik ~...
__ADS_1
Suasana yang hening membuat pria itu menjadi canggung. Dia kemudian mendekati Roy dan Asella yang berdiri di dekat pintu masuk.
" Hey... Asella lama tidak bertemu " ucap Erick.
Apakah dia tidak merasa kehilangan adiknya selama ini, dia berbicara seakan tidak terjadi apa-apa di tahun lalu. Batin Asella.
" Ayolah jangan menatap ku seakan kita tidak pernah bertemu " ucapan yang aneh.
" hey... bukankah kita tidak pernah bertemu sebelumnya " ucap Asella.
" Apakah kamu bahkan tidak mengenali kakak kandung mu ini. " ucap Erick.
Aish... semakin pembicaraan kita ditanggapi malah jadi begini, mengapa tidak langsung pada intinya saja; gumam Asella .
" Ya sudahlah jika kamu tidak mengenal ku, kita langsung tes DNA saja " lanjut Erick.
" tidak hanya aku yakin kamu itu kakak kandung ku " ucap Asella.
Roy jadi terkejut mendengar ucapan Asella yang asal setuju bahwa pria itu adalah kakak nya. Roy berpikir bahwa Asella menjawab asal asalan.
Pria itu kemudian mengajak Asella untuk ikut dengan nya. Tetapi karena wartawan belum bicara dengan Asella, jadinya Roy melarang Asella ikut dengan nya.
" hey... Asella harus ikut dengan ku ini lebih penting dari pada wartawan itu " ucap Erick.
" Apa nya yang lebih penting dari ini !!" ucap Roy tidak mau mengalah.
Dan mereka berdua pun mulai saling bertengkar. Mereka berdua sama-sama tidak mau mengalah. Asella hanya duduk menikmati pertunjukan itu.
Eh... Kenapa malah minta pendapat ku ; gumam Asella.
" Aku akan memilih ikut bersama Erick " ucap Asella..
" Erick siapa? jangan bilang nama pria ini ya " ucap Roy.
" Tentu saja itu namaku!! bagaimana bagus kan " ucap Erick dengan senang.
" Mengapa kamu memilih ikut dengan nya Sella, bukannya pendapat kepada wartawan di bawah." ucap Roy mendengar pilihan Sella.
" Karena aku sudah dimintai pendapat tadi " ucap Asella.
"Kenapa tidak bilang dari tadi, sudah aku akan ikut dengan kalian. Nanti takutnya ada hal yang baik terjadi " ucap Roy.
" heh. Kamu pikir aku akan melecehkan adikku sendiri, tidak mungkin " ucap Erick.
" tidak bisa percaya padamu, mau bagaimana lagi body nya Asella itu memang menggoda " ucap Roy.
Asella yang mendengar itu memberikan tatapan mematikan kepada Roy. Roy jadi takut melihat nya.
......................
Setelah beberapa saat mereka sampai di tujuan. Asella melihat bahwa tempat itu adalah rumah sakit. Seketika Asella langsung berpikir siapa yang sedang sakit.
__ADS_1
Lalu Erick menyuruh mereka berdua untuk masuk, dan Erick pergi ke lantai dua. Ia masuk ke suatu kamar pasien. Asella dan Roy menunggu di luar. Lalu kemudian Erick menyuruh Asella masuk tetapi Roy tidak ikut.
Asella kemudian masuk ke dalam kamar itu. Setelah ia masuk dia melihat seorang wanita sedang berbaring di kamar itu. Lalu Asella berbisik kepada Erick, Siapa bibi itu.
Erick menjawab itu adalah ibunya yang berarti itu juga ibunya Asella. Namun karena mendengar ucapan Erick, Asella jadinya gemetar ia pernah hal seperti ini sebelumnya.
"Aku ... Aku ingin keluar " ucap Asella sembari membalikkan badan nya.
" Jangan, aku mohon padamu jangan keluar " Lalu mata wanita itu terbuka.
" Ibu... Lihatlah aku sudah menemukan adik " ucap Erick.
"benarkah, ibu sangat senang " ucap wanita itu.
Lalu Asella mendekati ranjang wanita itu. Dan ia memegang tangannya. Seketika wanita itu melirik kepada nya.
" Apakah kamu putri ku " ucap nya
" Ia aku ini putrimu ibu.... " Asella kemudian memeluk tubuh wanita itu.
" Asella putriku...maafkan ibu... ibu tidak bisa menjaga mu, kamu hilang diumur satu tahun...maafkan ibu... " tangis wanita itu.
" Tidak ini bukan salah ibu, jangan menangis lagi" Sella kemudian mengusap airmata nya.
" Nak hanya kalian berdua harta yang ibu miliki, baik-baik ya ..." ucap wanita itu.
" Erick terima kasih sudah memenuhi keinginan ibu ... jaga diri kalian masing-masing. uhukk "
" Ibu ...."
" Jangan khawatir... ibu akan... selamanya ber..sama ... kali... an ... " wanita itu menghembuskan napas terakhir nya.
Asella menangis melihat hal seperti ini terjadi lagi didepan matanya. Kenapa hal ini harus aku rasakan lagi, sudah berusaha payah akun melupakan hal ini mengapa harus terjadi lagi ...
" Ibu... muka mata mu... jangan tinggalkan aku sendiri... " tangis Asella dengan sedih nya.
Erick kemudian memeluk Asella yang sedang menangis dengan sedihnya. Dia mengingatkan Asella bahwa dia masih memiliki seorang ayah. Tetapi Asella malah semakin menangis.
Ayah... apakah hal itu tidak akan terjadi lagi aku sudah muak dengan hal ini .... ; batin Asella mengingat kejadian di kehidupan Sebelumnya.
" Aku.... ingin ibu .... "
Tidak ada satu pun yang aku harapkan setelah ibuku pergi aku hanya berharap akan bersama nya lagi suatu hari nanti.
" Asella ada kakak... jangan menangis " ucap Erick.
" Ibu aku hanya ingin ibu.... " Asella kemudian pingsan.
" Asella buka matamu "
Ibu aku akan selalu menjaga Asella, jangan khawatir meskipun ayah tidak akan menyayangi kami ,tetapi aku yang akan selalu ada di dekat Asella. Istirahat lah dengan tenang. dunia ini sudah tidak bisa menahan ketidakadilan ini. aku pasti akan merubah nya . Ibu....
__ADS_1