Menjadi Seorang Putri

Menjadi Seorang Putri
Kerja Bagus


__ADS_3

Malam bergulir, pagi pun datang. Meery bangun dari tidur nya.


" Selamat pagi nona!!" Sapa Shu-shu dengan ceria. Sedangkan Meery masih belum mengumpulkan seluruh kesadaran nya.


Mata nya mulai melihat ke sekitar dan berhenti saat menatap jam dinding. Hari sudah menunjukkan pukul 09.45 .


Gubrak....


Meery tiba-tiba turun dari ranjang nya dan berjalan mendekati jam tersebut. Ia mulai mengucek matanya untuk memastikan angka yang ia lihat kali ini benar. Mungkin dalam benak nya ia masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


Jarum panjang yang tadinya menunjukkan angka sembilan kini sudah bergeser hampir menunjuk angka sepuluh. Bisa dikatakan 09.48 .


" Dasar Shu-shu!! bagaimana kau tidak membangunkan ku sejak pagi tadi !!" Ucap Meery dengan wajah sedikit kesal.


Shu-shu mengangkat bahu nya " Aish... Sejak kapan aku jadi jam alarm ". Shu-shu mulai menggerakkan jarinya ke atas dan bawah, " Salah sendiri tidak pasang alarm, jangan salahkan aku " .


Meery menatap Shu-shu dengan cemberut dan segera pergi ke kamar mandi tak lupa ia membawa handuk nya.


......................


Pukul 10.30 Meery pergi ke luar, niatnya ingin mencari kerja namun karena ia terlalu malas memasak akhirnya pergi ke luar mencari tempat makan.


Meery pergi ke sebuah kedai kopi yang tidak terlalu ramai, ya mungkin kedai itu juga menyediakan makanan.


Meery benar-benar ingin menghemat uang. Dia memesan kopi dan spagethy.


" Shu-shu cari tahu tentang pria bernama Alvin itu, tentang pekerjaan nya dan mungkin rahasia nya pergi ke kota ini!" ucap nya sambil bermain ponsel, sembari menunggu pesanan.


" Untuk apa dicari nona, bukannya setelah puas berlibur kita akan kembali ke sistem dan pergi ke dimensi berikutnya?" tanya Shu-shu.


...Note : Hanya Meery yang bisa mendengar ucapan Shu-shu dan jika pun orang lain melihat, mereka hanya akan mendengar kucing tersebut mengeong. ...


" Ya meski begitu-- " tiba-tiba saja seorang pelayan disana menghampiri Meery dengan pesanan di nampan nya.


" Nona sedang menelepon ya ? maaf tadi saya melihat nona seperti sedang bicara sendiri!!" ucap pria itu.


Meery langsung mendekat kan ponsel nya ke telinga. " Ya saya sedang menelepon teman" .


" ...... Baiklah ,permisi " pria itu segera meninggalkan meja tersebut.


Hais Hampir saja; gumam Meery.


Tak terasa kedai yang tadinya cukup sepi sekarang sudah menjadi ramai. Pintu kedai itu rasanya seperti tidak ditutup, langkah kaki orang-orang terdengar jelas.


Krik....


Pintu itu Lagi-lagi terbuka, seorang gadis masuk ke dalam, ia memakai dres merah dengan rambut panjang tergerai hanya di hiasi satu jepit rambut, kulitnya yang putih membuat nya tampak cantik.


" permisi Apakah saya boleh duduk disini? " tanya gadis itu di sebuah meja dekat jendela, ya itu mejanya Meery.


Meery yang sedang memegang garpu, menghentikan tangannya. Ia melihat ke samping sebentar dan dia tidak melihat wajah gadis itu.

__ADS_1


" Tentu... " ucapnya acuh.


Gadis itu segera duduk, seketika di sekeliling meja itu terc1um bau yang harum. Itu parfum. Bau vanila dan sedikit bau rose.


" Anda sudah lama disini ya ... ku harap tidak mengganggu mu ... " Ucap gadis itu.


Meery meminum cangkir kopi nya yang sudah mulai terasa dingin. Kemudian ia melihat ke arah gadis itu.


Wajah ini ..... Rilla ; batin nya.


Ya benar gadis itu adalah Rilla, gadis yang kemarin bersama nya saat di kapal.


Wajah yang ceria terpancar jelas, senyum yang manis, wajahnya yang putih mulus membuat nya cantik walaupun tidak berhias .


Gadis itu tengah memesan makanan. kepada pelayan, sesekali gadis itu tertawa dan menatap Meery yang ada di depan nya. Saat dua mata bertemu mereka berdua sama-sama diam.


Pelayan itu sudah pergi. Dan kini hanya ada tatapan diantara keduanya. "~ A ini Meery kan !" Ucap nya mencairkan suasana yang diam itu.


" Ternyata Rilla masih ingat ya " ucap Meery.


" Mana mungkin bisa melupakan nya, baru juga kemarin Haha!!" ucapan yang diakhiri dengan tawa.


Meery hanya tersenyum. " O... ya kamu tinggal dimana? siapa tahu kita tetangga lho!!" ucap Rilla kembali.


Mana mungkin tetangga; gumam Meery.


" Mana mungkin deh, aku tidak lihat ada gadis cantik seperti mu di sekitar tempat tinggal ku " ucap Meery..


Keduanya tertawa. Tetapi seseorang mengawasi mereka dari jauh. Apakah orang jahat? atau bukan ?.


Perbincangan mereka terasa sangat hangat, waktu sudah berjalan 30 menit. Tak terasa. Meery yang ingin mencari pekerjaan sepertinya lupa akan hal itu.


...----------------...


Seorang pria paruh baya berjalan mendekati meja mereka. Keduanya tampak bingung beberapa detik.


" Permisi..." suara berat yang keluar dari pria itu, membuat Rilla seperti familiar.


Rilla melihat ke atas dan memperhatikan wajah pria itu dan itu adalah....


" Pak Sutradara!!" ucap Rilla.


Meery dan pria itu langsung beralih melihat Rilla.


" Hm.... Rilla !?"


Pak Sutradara? Rilla? mereka saling kenal ya dan sutradara apakah...Rilla seorang Aktris..??; gumam Meery.


" Sepertinya kalian ingin membahas suatu hal, aku tidak akan mengganggu, permisi---" baru saja ia berdiri tetapi pria itu bicara kembali.


" Tunggu sebentar! Ada yang ingin saya katakan!!" ucap nya, membuat Meery duduk kembali.

__ADS_1


" Nona -- " ucapan nya terpotong.


" Namanya Meery pak " Lapor Rilla.


" ... Baiklah, nona Meery saya bermaksud untuk mengundang anda untuk beradu akting di depan kamera. Mungkin katakan saja Akting. "


" Tapi mengapa saya, bukankah banyak aktris terkenal lainnya??" tanya Meery.


" Saya tahu namun, sikap anda, dan kepribadian anda membuat saya tertarik. Saya bisa pastikan debut pertama mu akan berjalan baik ." Ucap Sutradara.


" Saya tidak bisa akting ..." ucap Meery terang terangan.


Ya jujur saja dia memang tidak bisa tetapi mungkin untuk selamanya tidak bisa.


" hm.. akting itu kebohongan, dimana kita menunjukkan ekspresi bahagia, sedih, marah, dan kesal. Itu hanya untuk memikat penonton agar bisa hanyut dalam drama tertentu. " .


" Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana caranya agar para penonton bisa merasakan kehadiran seseorang, baik itu pemeran utama ataupun lainnya. Jika seorang pemeran hanya lurus mengikuti alur drama dia tidak akan bisa membuat penonton merasakan keberadaan nya. "


" Maka dari itu setiap pemeran harus berekting sungguh sungguh untuk tampil".


" Aku bisa mengajari mu !? " ucap Rilla.


"Ayolah nona terima saja, mana tahu bakat dari Asella menurun kepada mu !!" ucap Shu-shu.


hah... ya sudahlah ; gumam Meery.


" ....Baiklah mungkin asa kesempatan untuk ku !!"


" Baiklah, tolong tanda tangan disini " tiba-tiba saja sebuah kertas berisi kontrak, berada di meja itu.


" Golden wings ? " Meery membaca sebuah kata.


" Benar itu perusahaan besar di ibu kota lho !!" ucap Rilla.


" Ibu kota? bukan di kota ini?" tanya Meery.


" Benar perusahaan saya berada di ibu kota karena Meery sudah menandatangani kontrak ini jadi sekarang kamu orang dari GOLDEN WINGS. "


" Nikmati lah dulu satu minggu ini lalu kita berangkat ke ibu kota " ucap pak Sutradara.


" Saya Herton Gafillen, panggil saja Pak Herton atau ..." Pria itu melihat ke arah Rilla yang tengah menikmati jus .


" Pak Sutradara!!" ucap Rilla.


" Ya kamu boleh memanggil saya dengan sebutan itu "


" hm... baik... saya Meery Lin , ... mohon bimbingannya " ucap Meery tersenyum.


" Iya... "


...Sejak saat itu Meery benar-benar melupakan bagaimana cara menyelesaikan dimensi ini, kehidupan baru muncul. Kini Meery akan mulai fokus dengan dunia...

__ADS_1


... ...hiburan ......


__ADS_2