
Setelah sampai di kerajaan, Quinne dan Ella masuk ke dalam kerajaan itu.
Kerajaan Anka sangat luas, bentuk nya memang bagus tetapi masih terlihat kuno. Gumam Quinne tengah berjalan di aula kerajaan.
"Putri, Ella saya akan mengantarkan kalian ke kamar, silahkan ikut dengan saya" ucap pria yang tadi, sebut saja namanya Forgan.
Lalu Ella mengikuti pria itu. Sedangkan Quinne berjalan berlawanan arah dengan mereka.
Aku ingin tahu, bagaimana rupa aayah gadis ini, gumam Quinne.
...----------------...
Sepertinya Ella tidak memperhatikan bahwa Quinne tidak ada di belakangnya. Kini mereka sampai di ujung istana, terlihat 2 kamar disana.
"Disini ada 2 kamar, kalian berdua akan tidur di kamar masing-masing. " ucap Forgan.
"Putri, kamu ingin kamar yang mana, disebelah kanan atau kiri." ucap Ella dengan polos nya, ia tidak tahu bahwa Quinne tidak berada disana.
Lalu Ella menoleh ke belakang, dia tidak melihat Putri! "astaga dimana putri?" Dia tampak khawatir.
"Tuan tolong saya mencari tuan putri " Ella meminta bantuan kepada Forgan. Tetapi Forgan berkata " tidak perlu khawatir, putri pasti baik-baik saja, istana ini kan rumahnya Putri " ucap Forgan berusaha menenangkan Ella.
Ella hanya tersenyum dan masuk ke dalam kamar yang berada disebelah kiri. ' Semoga putri baik-baik saja ' batin Ella yang masih mengkhawatirkan Quinne.
Sedangkan Quinne sekarang pergi ke ruangan tahta, dimana raja biasanya duduk di singasana.
Mengapa istana ini begitu besar, susah sekali mencari sebuah ruangan, gumam Quinne.
Dia melihat ke arah luar istana terlihat kolam ikan yang besar. Tiba-tiba saja seseorang bicara padanya.
__ADS_1
"nona aku sudah menemukan dimana raja "
Quinne melihat ke sumber suara, disana terlihat seekor kucing ,berwarna putih. Quinne bertanya dalam hati ' Apakah kucing ini yang tadi bicara?'. Lalu kucing itu bicara lagi.
"benar nona aku lah yang bicara " ucap kucing itu.
Lalu Quinne menanggapi pembicaraan kucing misterius itu. "Kucing, siapa yang mengirim mu kesini." tanya Quinne pada seekor kucing. "hhee... sebenarnya aku adalah hewan dari sistem, dan nona aku pilih menjadi majikan ku" ucap kucing itu.
"Sistem? bagaimana mungkin" tanya Quinne.
"nona izinkan aku memperkenalkan diri namaku Shu shu. soal sistem ini salah ku " Kucing itu bicara.
"jangan bilang selama aku mempunyai sistem, dan selama ini kamu tidak keluar dari sistem, ya " *tatapan mematikan *
"ahhaha... nona belum terlalu lama disini, jadi bisakah memaafkan ku"
"hah... setelah nona melintasi waktu, nona memiliki sistem dan misi sistem yang harus di selesaikan, disetiap dimensi terdapat misi, jika telah menyelesaikan semua misi akan pindah dimensi, meskipun bisa melewati dimensi!.dan juga mendapatkan hadiah berupa pertahanan sistem dan pembaruan sistem. " jelas Shu shu pada Quinne.
"Apakah ini adalah dimensi ke satu?"
"bisa dibilang begitu " hhe
Quinne lalu menatap Shu shu dengan tajam!! "Kenapa kamu baru bilang sekarang!!!!" "Apa misi pertama yang harus diselesaikan ".
"maaf...nona..., untuk misi nya ada 3, pertama
• Mengembalikan kasih sayang raja terhadap mu • Mengusir para pengkhianat kerajaan
• Mempelajari sihir tingkat 1 sampai 3.
__ADS_1
Ada juga tugas utama yaitu menemukan ratu istana ini." penjelasan panjang.
"Cukup! aku ingin bertemu raja dulu, dimana dia?" tanya Quinne.
"ikuti aku nona" Kemudian kucing itu berjalan di depan Quinne.
"Shu-shu, apakah orang lain juga bisa mendengar kamu bicara "
"yang mereka dengar hanya miaww, jadi tenang saja dan jika kamu sedang bicara pada ku orang akan melihat kamu bicara tetapi tidak bisa mendengar nya ".
"hmm ..."
"sudah sampai, seharusnya dibalik pintu ini adalah tempat singasana raja itu"
Mengapa pintu masuk nya berada di dalam istana, bukan di depan pintu masuk, 'Tanya Quinne dalam hati '.
Lalu Quinne membuka pintu itu, setelah di buka memang benar itu ruang singasana sang raja. "ehh... apakah mereka sedang rapat penting" ucap Quinne melihat banyak orang di ruangan itu. Lalu Quinne kembali menutup pintu.
"ada apa?"tanya si kucing.
"nanti saja raja sedang sibuk "
Tiba-tiba saja ada yang memegang bahu Quinne!!.. 'Eh..' Kemudian Quinne menoleh ke belakang.
Ternyata itu adalah seorang gadis kecil sepertinya berambut panjang warnanya biru dan matanya kuning. Lalu gadis bicara!!
"Kamu siapa?" tanya gadis itu.
Apa yang aku Jawab , batin Quinne.
__ADS_1