
Seorang putri duduk di atas kursi yang jaraknya lumayan jauh dari tempat duduk Quinne. Dia duduk dengan anggun sambil meminum secangkir teh.
Aku tidak mungkin langsung memanggilnya ibu kan, dia mungkin tidak mengenali ku tetapi aku tahu dia ibunya Quinne; gumam Quinne.
"Ehm... katanya kamu dari kalangan LongZen, Apa yang membawa mu kesini " ucapan sang putri.
"Aku eng..." Quinne tidak tahu akan bicara apa.
...~Suara dalam sistem ~...
*Shu-shu apa yang harus aku lakukan?* [Quinne]
*Nona sebaiknya kita tinggal di sini untuk beberapa hari* [Shu-shu]
*Baiklah, tapi kenapa?* [Quinne]
*Sudah percaya pada ku * [Shu-shu]
...~Kilas balik ~...
" Putri aku ingin tinggal di sini untuk beberapa waktu, apakah boleh?" tanya Quinne.
Putri tersebut seketika langsung memeluk tubuh Quinne, ia memeluk nya dengan kasih sayang. Kemudian dia tersenyum dan berkata.
"Sayang ku, Apakah perlu setegang itu bicara pada ibumu ini, oo... Quinne putri ku " Ternyata putri tersebut sudah tahu dia adalah putrinya.
Hm... ternyata naluri seorang ibu tidak pernah salah, aku belum bicara banyak tetapi... Sudahlah aku merindukan kasih sayang dari seorang ibu. gumam Quinne.
"Quinne apa yang terjadi selama empat tahun terakhir, apakah mereka mengurus mu dengan baik atau sebaliknya ?" tanya Amenie.
Quinne tidak menjawab apa-apa, dia mengingat bahwa selama ini dia tinggal di sebuah rumah yang berada di dalam hutan dan juga ketika dia kembali ayahnya sudah mempunyai anak angkat, apakah artinya Hendrik sudah tidak menganggap dia mempunyai seorang istri dan anak kandung?.
" Ibu... aku sangat mengantuk, aku ingin tidur..." Quinne kemudian memejamkan matanya dan tertidur di pangkuan sang ibu.
...****************...
__ADS_1
Dalam hati kecil Quinne masih tersimpan kenangan bersama ibunya di kehidupan yang sebelumnya. Ketika bersenang senang bersama, bercanda, bercerita dan sampai ketika ibunya pergi untuk selamanya.
Masa kecilnya dihiasi dengan luka, ayahnya tidak mau mengurus nya dia diabaikan, selama bertahun tahun, sampai ketika berumur 17 tahun. Sang ayah menikah kembali, setelah itu dia mulai lepas dari kata diabaikan.
......................
Amenie menyuruh seseorang untuk memindahkan Quinne ke tempat tidur. Quinne yang tertidur lelap itu kemudian bermimpi.
"Ibu...ibu...jangan tinggalkan aku... " ucapan Quinne yang masih tertidur. dia mengucapkan nya dengan air mata di pipinya.
Amenie yang melihat hal itu seketika merasa sedih, kemudian dia memeluk tubuh Quinne dan mengelus rambut panjang Quinne.
"Ibu tidak akan meninggalkan mu " ucap Amenie yang memutuskan akan tidur bersama putrinya.
Hari yang sudah berganti malam. Amenie tidur bersama putrinya.
...----------------...
Keesokan harinya, terdengar suara ribut dari luar. Suara tersebut membangun kan Quinne. dia kemudian duduk dan mengusap matanya. kemudian seorang pelayan datang ke kamarnya.
"Putri, saya membawakan roti dan susu, silahkan putri makan." ucap seorang pelayan.
Dia adalah Loowy, pelayan yang sudah lama bekerja di kerajaan Ludon. Ia pernah menjadi pelayan pribadi Amenie untuk sementara waktu. Namun karena pelayan pribadi Amenie kembali jadi dia kembali menjadi pelayan biasa.
Quinne mengambil roti yang sudah dipotong menjadi bagian kecil-kecil. Ia memakan nya dan juga meminum susu yang sudah disiapkan.
"Terimakasih " ucap Quinne dengan senangnya.
"Putri bisa memanggil saya Loowy " ucap pelayan tersebut.
Mendengar suara keributan dari luar, Quinne menggunakan kesempatan itu untuk bicara kepada pelayan tersebut.
"hm... Loowy apa yang terjadi di luar?" tanya Quinne .
"Putri kecil sepertinya tuan putri akan membuat sebuah pesta, tetapi saya tidak tahu itu pesta apa. "ucap Loowy.
__ADS_1
Setelah beberapa saat Loowy keluar dari kamar Quinne. Sebelumnya ia meminta seseorang untuk membantu Quinne bersiap siap.
"Apa yang sebenarnya akan aku lakukan?" tanya Quinne kepada pelayan yang ada di kamar nya.
"Putri Amenie melarang kami untuk memberitahu hal itu kepada putri kecil!!" ucap pelayan tersebut.
Hm... apa ya aku sangat penasaran; gumam Quinne.
Setelah selesai Quinne keluar dan kemudian dia melihat ibunya membawakan sebuah kado. dan juga tempat yang sudah dihiasi dengan gaya ulang tahun.
"Ibu..."
" Putri ku selamat ulang tahun!!" ucap Amenie yang kemudian memeluk tubuh kecil Quinne.
"Meskipun sudah lewat, tetapi masih bisa dirayakan " ucap Amenie kemudian.!!
"Ibu terimakasih " ucap Quinne dengan senangnya.
......................
Setelah selesai dari acara tadinya, Quinne masuk ke kamarnya dan membuka kado yang disiapkan ibunya. Setelah dibuka ia melihat sebuah kalung dengan permata yang menghiasi kalung tersebut.
Quinne kemudian memakai kalung tersebut dan menunjukkan nya kepada ibunya.
" Ibu apakah aku terlihat cantik?"
" tentu saja putri ibu pasti cantik "
...****************...
Setelah beberapa hari sejak pesta itu, suatu hari Quinne mengajak ibunya untuk kembali ke kerajaan Anka.
awalnya Amenie tidak setuju namun karena bujukan dari Quinne akhirnya ia setuju.
" Terimakasih ibu aku menyayangimu " ucap Quinne ketika sang ibu menyetujui hal tersebut.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...