Menjadi Seorang Putri

Menjadi Seorang Putri
Lolos


__ADS_3

Asella memutuskan menggunakan teleportasi untuk pergi dari sana, namun dia sulit untuk mencari tempat bersembunyi. Tetapi akhirnya ia tetap keluar menggunakan pintu.


Para wartawan itu segera mengejar Asella yang menerobos sekumpulan dari mereka. Akhirnya berhasil sampai di trotoar jalan. Disana tidak terlihat satu pun taksi, Asella memutuskan untuk menggunakan teleportasi disana.


" Nona apa yang kamu pikirkan... mungkin saja ada yang melihat!!" ucap Shu-shu.


" Sekarang harus bagaimana.?" tanya Asella bingung.


Tin...


Suara klakson mobil. Mobil itu tampak tidak asing, Asella ingat bahwa mobil itu adalah milik Arkant. Tanpa pikir panjang Asella mendekati mobil yang berhenti di dekat nya dan segera masuk ke dalam.


" Cepat jalan..." ucap Asella. Dia tampak gugup.


Tetapi mobil itu tidak berjalan. Asella pun bingung dia sempat berpikir bahwa dia tidak boleh naik ke mobil pacarnya. Asella pun bertanya kepada Arkant yang di depan.


" Ada apa? kenapa tidak jalan?" tanya polos Asella.


" Siapa yang bilang aku ini supir mu! menaiki mobil ku apakah kamu bisa membayar biaya nya " ucap Arkant. Itu membuat Asella kaget.


Apa!!! Tidak disangka aku yang seorang aktris diperlakukan begini, bahkan dia itu adalah pacar ku ' gumam Asella '


" Haha!!! Nona sepertinya kamu tidak dianggap " ucap Shu-shu dari sistem.


" O... berapa banyak yang harus aku bayar tuan Lewis.." ucap Asella.


Asella berpindah posisi dari kursi belakang ke kursi depan. Kebetulan Arkant yang menyetir bukannya supir. Asella mendekat kepada Arkant dan menyentuh wajah nya dan , cup... satu kecupan dari Asella di pipi nya.


Sepasang mata Arkant berbinar, wajah nya tampak memerah. Dia kemudian menatap Asella yang duduk di samping nya. Satu tangan nya menahan kepada Asella dan cup... sebuah bibir menempel di bibir lembut Asella.


" um...."


Arkant melepaskan ciuman itu. Asella tampak kaget, dia melihat ke arah nya seperti gadis polos tak berdosa.


" Kau.. apa yang baru saja kau lakukan " ucap Asella. Dia menutupi wajahnya yang tersipu malu.


" maaf aku tidak bermaksud begitu, siapa suruh kamu memancing hasrat ku " ucap Arkant. Dia tampak memperlihatkan ekspresi nakal nya.


Arkant kemudian menyetir kembali mobil nya dan Asella kembali menggoda nya.


" wah!! tuan Arkant begitu nakal, begitu ganas nya mencium bibir lembut ku ini" ucap Asella, memelas.


Arkant memalingkan wajahnya. " jika di pikir lagi, entah apa yang terjadi saat di hotel " ucap Asella.


" Nona!! kamu menggoda nya !!" ucap Shu-shu dari sistem.


" Jangan sembarangan berpikir, aku tidak menyentuh mu " ucap Arkant dengan jujur.


" Apakah kamu menantikan aku menyentuh mu " ucap Arkant.


Aku hanya bercanda tidak perlu sebegitu nya ' batin Asella.


" Tidak..!! " ucap tegas Asella.


" Tubuh lebih jujur dari pada mulut " ucap Arkant.


" Sudah!! antar aku ke jembatan di tapi laut " .


" Aku pikir kamu ingin pulang sudah selarut ini kamu ingin kemana ?" tanya Arkant.

__ADS_1


" Melihat pertunjukan, apakah kamu mau lihat " ucap Asella.


......................


Setelah beberapa saat akhirnya sampai di jembatan tersebut. Jelas sekali terdengar suara air laut.


Asella duduk diam di dalam mobil. Dan seketika para preman dan dua orang gadis keluar dari persembunyian nya. mereka adalah Luvi dan Arina.


" hey!!! Asella keluar kamu !!" teriak Luvi.


Asella keluar dari mobil itu begitu juga Arkant. Tidak beberapa lama kemudian para preman itu mulai menyerang, Arkant menangani mereka sedangkan Asella dengan Luvi dan Arina.


" Tidak aku sangka kamu masih mempunyai keberanian ya " ucap Luvi.


Arina nampak tidak terlalu memiliki keberanian untuk menyerang Asella, ia berdiri di belakang Luvi. Terlihat jelas tubuhnya gemetar.


" Hari ini adalah hari kematian mu Asella!!!" ucap Luvi. Kini ia mulai menyerang, dia mengeluarkan senjata dan hampir menusuk Asella.


" Cih... Melawan mu aku tidak takut tetapi ada baiknya aku urus Arina dulu!!" ucap Asella. Yang kini tiba-tiba berada di dekat Arina.


Arina mundur, dia terlihat gemetar, Luvi yang melihat hal itu berteriak kepada nya. " hey!! Arina mengapa kau tidak menyerang nya !!" ucap Luvi.


" Aku..." Asella mulai mendekati nya.


Dan dengan satu gerakan Asella berhasil menjadikan nya sandera, ia mengeluarkan sebuah senjata dari saku nya.


" Ternyata kamu juga punya senjata ya " ucap Luvi.


"Jangan bergerak jika tidak teman mu akan mati di tanganku!!" Ancam Sella.


Tetapi Luvi malah merespon sebaliknya, dia berkata " Biarkan saja, memang nya aku peduli!!" ucapan itu membuat tubuh Arina semakin bergetar.


Asella diam-diam berbisik kepada Arina, dia berkata bahwa Luvi lebih mementingkan poluritas nya dari pada sahabat sendiri dan tak lupa Asella mengambil keuntungan. " Jika kamu bersedia mengatakan rahasia Hellan aku akan membiarkan kamu hidup!!" ucapan Asella. Berbisik.


Asella melepaskan tangannya dari leher Arina dan dengan cepat nya Arina berlari namun tiba-tiba saja sebuah mobil muncul di hadapan nya.


Asella langsung mengalihkan pandangan ke arah Luvi dan Luvi juga kembali menyerang, dia sembarangan melayang kan pisau nya ke sembarang arah.


" Lihatlah betapa bodoh nya kamu!!" Luvi mengejek.


" Cih... aku hanya kasihan dengan mu, aku tidak perlu menggunakan senjata hanya dengan satu jentikan kamu sudah bukan apa-apa lagi " ucap Asella. Meremehkan.


" Jangan banyak bicara!!" Kini Luvi mengarahkan senjata nya ke arah Asella.


Klak...


Satu jentikan. Luvi diam tak bergerak. Mulutnya tidak bisa mengatakan apapun. Asella mendekati nya. Dia berusaha untuk menancapkan pisau yang di pegang nya ke tubuh Asella. Tetapi tidak bisa.


" Kenapa, kaget?" tanya Asella.


Apa yang terjadi mengapa aku tidak bisa bergerak dan bicara, padahal dia sudah berada di depan ku seharusnya aku sudah menusuk nya tetapi, aku tidak bisa ' batin Luvi '.


" Sana suruh anak buah mu berhenti, kasihan pacar ku " ucap Asella.


Mulut Luvi tiba-tiba saja dapat bicara namun yang ia katakan adalah berhenti dan berhenti. Dia tidak bisa mengatakan hal lain.


Para preman itu berhenti sesuai perkataan Luvi dan dari suatu arah samar - samar terdengar suara serine polisi. para preman itu ingin kabur namun mereka tidak bisa ...


Setibanya polisi mereka langsung di tangkap begitu juga Luvi dan Arina. " Lepaskan aku!! Aku ini putri tunggal keluarga Yan!! " Teriak Arina.

__ADS_1


" Baiklah aku tahu .. " ucap Asella yang melambaikan tangannya.


Setelah sebuah nya selesai di tangkap, Asella mendekati Arkant. Dia terlihat berantakan ada beberapa bekas pukulan di wajahnya.


" Astaga bagaimana kesayangan ku bisa terluka sampai begini " ucapan itu membuat Erick terkejut.


" Apa!! bagaimana mungkin kamu.." Erick tadinya yang mengurus Arina.


" Sudah.. mari ke rumah sakit "


......................


Setelah sampai di sana Asella meminta dokter mengobati luka Arkant setelah itu dia pergi ke sebuah kamar, sebelumnya Erick bertanya, Asella hanya menjawab pergi menjenguk teman.


Asella masuk ke kamar itu begitu pula Arkant dan Erick, mereka penasaran siapa yang akan di jenguk oleh Asella. Setelah masuk mereka melihat Roy tengah terbaring di atas ranjang.


" Eh... Asella lama tidak bertemu!!" Sapa Roy.


" Bagaimana kamu bisa tahu aku ada disini?" tanya Roy.


" Kau menghilang dari bumi bagaimana aku tidak mencari mu " ucap Asella.


" Maaf aku tidak memberimu kabar, handphone ku rusak jadinya..." ucap Roy. Dia menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


Asella mengeluarkan sebuah ponsel dari dalam tas nya. Itu adalah ponsel nya Roy tadi dia menemukan nya di dalam tas nya Luvi.


Asella memberikan ponsel itu kepada pemiliknya. " Mengapa ponsel ku ada di tanganmu?" tanya Roy sembari menerima ponsel tersebut.


" Kurasa kamu meninggalkan nya di rumah ku beberapa saat yang lalu " ucap Asella, berbohong.


" Apakah benar?"


" Anggap saja begitu " ucap Arkant.


Kemudian Asella pulang dari rumah sakit, dia diantar oleh Arkant sedangkan Erick pulang ke rumahnya.


" Terimakasih ya sudah membantu ku membereskan orang jahat tadi " ucap Sella.


" Tentu.. tetapi Hellan itu masih belum di selesaikan " ucap Arkant.


Asella tersenyum" Tenang saja semua butuh proses " ucap Asella.


Kini mereka tiba di depan rumahnya Asella. Dan Asella masuk ke dalam sedangkan Arkant melanjutkan perjalanan menuju rumahnya.


Aku harus mencari tahu dimana tempat Hellan mengasing kan Yuna! ' gumam Asella '


" Shu-shu bantu aku cari dimana Yuna sekarang. Aku ingin istirahat selamat malam " ucap Asella. Yang kini mulai memejamkan matanya.


" huh...nona kamu malah pergi tidur sedangkan aku di suruh bekerja " keluh Shu-shu.


" Nona... Yuna berada di sebuah pulau terpencil " ucap Shu-shu.


" Pulau apa ?" tanya Asella yang sambil memejamkan mata.


" Tidak ada nama tetapi dari informasi yang di dapat disana memang tempat pembuangan " ucap Shu-shu.


" Baiklah... kita berangkat besok lagi pula aku akan terkenal setelah video nyanyian ku tersebar ke seluruh tempat " ucap Asella.


......................

__ADS_1


...Nantikan update nya ya !!...


...~makasih ~...


__ADS_2