Menjadi Seorang Putri

Menjadi Seorang Putri
Liburan


__ADS_3

Syukur lah penerbangan nya berhasil sampai tujuan. Kini Meery berada di kota J salah satu kota besar di negara F ini.


Pemandangan yang tampak indah terpancar dimana mana. Kota J kadang kala di sebut juga dengan kota wisata karena kota ini memang banyak mempunyai tempat wisata yang indah.


" Nona tidakkah kamu mau berjalan jalan dulu ? disini cocok sekali untuk berlibur lagi pula peluang menyelesaikan misi kurang dari 10 % "


" Jika di pikir lagi apa yang kamu katakan ada benarnya, aku akan ke apartemen dulu "


Sesampainya di sana Meery meletakkan semua pakaian dan barang-barang di dalam lemari. Apartemen yang luas terdapat di tengah kota tersebut.


Banyak turis yang berdatangan, membuat kota ini semakin maju.


Liburan pertama ini Meery datang ke pantai. Pantai ini sering disebut pantai jingga karena jika melihat matahari terbenam dari sini akan membuat momen yang indah. Tentu saja dengan naik kapal.


Kapal pesiar kadang kala di sewa kan untuk para turis dari luar kota maupun di dalam kota itu sendiri. Saat ini Meery sedang berdiri di luar Kapal menikmati matahari yang terbenam.


Kapal yang ia naiki sekarang tidak terlalu ramai karena sekarang pantai ini juga menyediakan fasilitas balon udara, dimana bisa melihat matahari lebih jelas.


Lebih banyak orang yang naik ke sana di bandingkan dengan yang ada di kapal ini. Angin bertiup menerbang kan beberapa helai rambut Meery.


Rasanya penat di dalam pikiran itu hilang, melayang terbawa angin hanya tinggal kesenangan. Seorang gadis keluar dari kapal tersebut dan menghampiri Meery.


" Pemandangan nya indah ya ~" ucap nya seraya membenahi rambut miliknya.

__ADS_1


Meery menoleh ke arah gadis itu. " Benar sangat indah, rasanya aku ingin terus disini!" ucap Meery.


" hahaha.... " gadis itu tertawa..


" untuk apa terus disini apakah anda tidak ingin memikirkan hal kedepannya, mungkin beberapa saat lagi kita bisa mengajak pasangan ke sini dan memesan khusus untuk berdua " ucap Gadis itu, matanya menatap lurus ke arah kapal yang berada tak jauh dari kapal ini.


Meery pun ikut melihat ke arah kapal tersebut, disana nampak kedua pasangan sedang menikmati pemandangan dengan penuh kasih sayang.


" Kau lihat kan kedua pasangan itu, aku juga ingin bahagia seperti itu nantinya ~" ucap gadis itu dengan senyum terukir di wajahnya.


Apakah aku dan Alvin juga bisa seperti itu, tapi mana mungkin hah... tidak perlu berpikir tentang nya, nikmati saja ini.. ; batin Meery.


" Aku doa kan!!~" ucap Meery kemudian.


" Iya semoga " ucap Meery, menanggapi ucapan gadis itu.


Tapi itu tak mungkin; gumam Meery.


" Oh ya namamu siapa?" Meery mulai bertanya.


" O... aku Rilla " ucap gadis bernama Rilla itu.


" Nama mu bagus ! aku Meery " ucap nya

__ADS_1


" Tentu saja itu nama pemberian nenek ku lho... dan juga namamu lumayan ~ " Ucap Rilla.


Meery hanya tersenyum. Mendengar ucapan gadis itu, Rilla. Entah mengapa dia jadi teringat saat ibu dan ayah nya memberikan nya pada kakek nya.


Ayah dan ibu Meery tidak mengharapkan anak perempuan namun sayangnya ia lahir sebagai perempuan. Rasanya kehadiran nya tak pernah di anggap, dan ketika adik nya lahir adalah laki-laki, 3 hari setelah itu dia diberikan kepada sang kakek.


Adik laki-laki nya bernama Azel, dalam ingatan nya hanya sekali ia melihat wajah adik nya itu karena setelah itu dia tidak diperbolehkan masuk ke kamar ibunya.


Sejak umur 5 tahun Meery telah tinggal bersama kakek nya.


......................


" Meery , mengapa melamun ? " tanya Rilla kemudian.


" Eh.." Meery tersadar dari lamunan nya tadi, mengingat semua yang telah terjadi benar-benar membuat nya tidak mood.


" Ayo masuk!, matahari nya sudah terbenam diluar sekarang dingin " ucap Rilla.


Ternyata dia melewatkan momen indah itu karena lamunan yang tak jelas itu.


" Baiklah ayo !!" mereka berdua pun kemudian masuk ke kapal..


Umur Meery sudah 22 tahun namun sepertinya tidak mengubah sifat nya yang mudah bergaul dengan orang lain.

__ADS_1


__ADS_2