
Setelah keluar dari kamar Quinne dan Shu-shu pergi menuju perpustakaan. Sesampainya di depan perpustakaan terlihat banyak pengawal yang menjaga tempat itu.
"banyak sekali penjaga nya padahal itu hanya perpustakaan " ucap Quinne yang merasa aneh dengan penjaga perpustakaan yang begitu banyak.
"Sudahlah nona cepat selesaikan semua misi dan kita lanjut ke dimensi berikutnya. " 🐱
Kemudian Quinne berjalan menuju pintu perpustakaan itu ,saat dia ingin membuka pintu pengawal itu menghalangi nya. Lalu salah seorang dari mereka bertanya kepada Quinne.
"nona tolong beri tahu siapa namamu?" ucap pengawal yang sedang memegang buku.
" nama saya Quinne " pengawal itu langsung menulis nya di buku yang ia pegang dan kemudian pegang yang tadi menghalangi nya untuk masuk kini memperbolehkan nya masuk.
Quinne masuk ke dalam perpustakaan itu dia segera mencari buku yang dibutuhkan nya. Dalam perpustakaan itu wanita yang bertugas mengawasi tamu terus memperhatikan Quinne, tetapi Quinne tidak nyaman karena dia diperhatikan.
" ughh.. huh nyonya bisakah jangan terus memandangi ku" ucap Quinne
Wanita itu tidak berkata apapun dia kemudian berbalik dan meninggalkan Quinne sendiri.
...~ Suara dalam sistem ~...
*Nona, yang diatas adalah buku sihir * [Shu-shu]
*Apakah yang ini *[Quinne]
*benar ayo pinjam dan keluar dari sini *[Shu-shu]
...~Kilas balik ~...
"permisi apakah saya boleh meminjam buku ini ?" tanya Quinne pada seseorang wanita.
" untuk meminjam buku yang mulia harus memberikan izin terlebih dahulu"
Apa!!! bagaimana mungkin aku hanya ingin meminjam buku kenapa malah minta izin sampai ke raja !!! untungnya raja kerajaan ini ayahku sendiri jadi pasti di izinkan ; gumam Quinne.
"saya yakin yang mulia raja mengizinkan saya untuk meminjam buku ini " ucap Quinne.
"..... paling lambat akhir bulan depan mengembalikan bukunya, terimakasih "
"baiklah, terimakasih juga " ucap Quinne dengan senang.
Lalu ia pergi dari perpustakaan itu dan sekarang dia akan menuju taman belakang istana untuk mulai berlatih sihir.
__ADS_1
...----------------...
Keluarga kerajaan Anka tidak menyukai sihir mereka lebih memilih menggunakan pedang, kepala keluarga bangsawan Anka adalah Voutens Abride Anka.
Pada dasarnya keluarga Anka adalah keluarga bangsawan bukannya kerajaan namun karena suatu hubungan yang terjalin dengan keluarga kaisar, sekarang keluarga Anka dan keluarga kekaisaran Villions bersatu di dalam suatu hubungan.
Keluarga Anka adalah bangsawan yang paling kuat tidak ada yang berani menentang keputusan mereka. Bangsawan Anka memiliki tiga orang anak yaitu :
-Lirya Aszeran Anka
-Hazel Viscount Anka
-Erick Gyuonant Anka
Tiga bersaudara itu tidak memiliki hubungan yang baik atau bisa di sebut hubungan mereka retak.
...----------------...
Di taman belakang jarang digunakan jadi cocok untuk berlatih sihir. Quinne membuka buku sihir itu dia memahami dasarnya dan mencoba melakukan nya. sebuah mantra diucapkan nya .
dan seketika dia mengeluarkan sihir ,tampaknya dia sangat senang meskipun itu masih dasarnya.
"nona memang sangat hebat hanya dengan memahaminya sudah bisa melakukannya " puji si kucing.
"tidak hanya ini yang bisa aku lakukan, lihatlah " Quinne mengeluarkan sihir yang lain dan sihir ke tingkat yang selanjutnya.
Ting!!!
"Eh.. nona lihatlah nona sudah menyelesaikan satu misi tersisa tiga misi lagi "
"benarkah, akhirnya satu misi selesai "
Quinne meneruskan membuka buku itu dan mempelajari nya lagi, melihat itu Shu-shu tampak heran.
"nona kenapa masih membaca buku sihir nya " tanya Shu-shu penasaran.
"Aku tidak ingin hanya menguasai dasarnya tingkatan selanjutnya aku juga harus tahu" ucap Quinne.
Apakah Nona sangat suka belajar ? atau sia suka dengan sihir? gumam Shu-shu.
"O,ya nona jangan sampai dibunuh, nona harus berhati-hati ." ucap Shu-shu yang membuat Quinne khawatir.
__ADS_1
"Apa maksudnya jangan sampai di bunuh? " Quinne menutup buku itu dan mencoba melakukan sihir yang tadi di pahami nya.
Quinne berhasil mencapai tingkat tiga menengah dalam sekali baca. Shu-shu kemudian menceritakan keluarga Anka.
"nona keluarga Anka ini tidak menyukai sihir, mereka menggunakan pedang walaupun ada wilayah yang dibolehkan mempelajari sihir". "Vhoshi".
" baiklah aku mengerti " Quinne kembali ke kamar nya sesaat masuk ke dalam kerajaan dia bertemu dengan Zennya.
Tapi tap tap
Quinne seperti tidak melihat Zennya, dia berjalan tanpa melihat ke arah Zennya.
Itu kan Quinne, apakah dia masih marah padaku : gumam Zennya. kemudian Zennya berbalik dan berlari menyusul Quinne. !!!
"Quinne "panggil Zennya.
Tetapi Quinne tidak menoleh sedikit pun, akhirnya Zennya berlari dan berhasil menyusul Quinne.
Greppp
Zennya memegang tangan Quinne. "Quinne, apakah kamu masih marah padaku ?" tanya Zennya.
"tidak " jawab Quinne, acuh tak acuh
"baguslah kalau begitu ,O ya Quinne nanti malam akan ada pesta "
"pesta" tanya Quinne.
"benar, aku tidak tahu itu pesta apa jadi apakah kamu berteman dengan ku" ucap Zennya.
Apa!! berteman, tetapi di lihat dari ekspresi nya sepertinya dia tulus lagi pula lebih baik banyak teman dari pada musuh.
"baik, lagi pula kita kan saudari " ucap Quinne .
"Terimakasih , Quinne Apakah kamu ingin melihat Kamar ku "
"baiklah, aku ingin lihat "
......................
Setelah itu mereka pergi ke kamar Zennya dan sepertinya mereka akan menjadi sahabat yang baik .
__ADS_1