Menjadi Seorang Putri

Menjadi Seorang Putri
Episode 52


__ADS_3

Azel telah selesai mengantar Jeyve ke akademi. Begitu juga dengan Juve, Azelhy dan Azelhya, ketiganya sudah selesai melakukan latihan.


Ketiganya sedang beristirahat sejenak di bawah pohon sambil menikmati makanan dan minuman yang dibawa oleh pelayan.


Azel pergi menyusul mereka karena ada yang ingin Azel dibicarakan dengan Juve.


Hari ini, Juven dan Lily memutuskan untuk berkunjung ke kerajaan Juve. Sekedar untuk menjenguk anak dan cucunya.


Lily teringat begitu mendapatkan kabar kalau Juve hamil sebulan sebelum umurnya 18 tahun. Itulah sebabnya, Juve melahirkan anak di umur 18 tahun dan juga saat berkeliling kota hari itu saat dirinya diresmikan menjadi ratu dan juga menikah, ia lebih banyak duduk dan juga dilindungi dari sinar matahari oleh pelayan yang memegang payungnya.


Kini, mereka telah sampai di istana. Pelayan memberitahu bahwa Juve, Azel, serta anak-anak mereka berada di taman belakang istana yang merupakan lapangan kosong.


Pelayan juga menambahkan bahwa anak pertama Juve, putra mahkota Jeyve dikirim ke akademi.


Keadaan sebelumnya baik-baik saja. Tapi, Azelhy dan Azelhya dibawa kembali ke istana oleh pelayan tanpa ibu dan ayahnya.


"Ada apa?" Tanya Lily.


"Baginda ratu dan Yang mulia pangeran sedang bertengkar. Tapi mohon untuk jangan pergi ke sana" jawab pelayan.


"Apa yang membuat mereka berdua seperti itu?" Tanya Lily.


"Jangan. Ibu dan ayah pasti punya alasannya sendiri" jawab Azelhya sambil memeluk kaki neneknya.


"Tapi kalau dibiarkan bisa bahaya!" Kata Lily yang tidak ingin mendengarkan perkataan pelayan dan juga cucunya.


"Biarkan saja, kalau kita ikut campur, kitalah yang akan terkena dampaknya" kata Juven.


Dum..


Terdengar suara dentuman keras dari arah lapangan kosong tempat keempat tadi berada.


Seperti yang dikatakan oleh pelayan tadi, Juve dan Azel memang sedang bertengkar.


Sebelumnya~


Azel mendatangi Juve dan menariknya untuk pergi ke suatu tempat yang tidak jauh dari Azelhy dan Azelhya.


"Ada apa?" Tanya Juve.


"Kemarin, kenapa kau kurang memperhatikan keadaan sekitar? Sampai-sampai Jeyve diculik?" Azel berbalik bertanya pada Juve.


Juve terkejut karena Azel mengetahuinya. Semalam, ia tidak berani menceritakannya karena tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

__ADS_1


Tapi, Juve tidak menyangka kalau Azel mengetahuinya. Dan sudah pasti, Jeyve lah yang memberitahu hal itu.


"Aku sudah katakan padanya bahwa dia hanya harus menunggu didepan toko. Jeyve bilang, bahwa dia merasa panas berada didalam toko" jawab Juve.


"Tapi begitu aku keluar, dia sudah tidak ada" lanjut Juve.


"Lalu kenapa bisa berakhir begitu?" Tanya Azel.


"Dia menolong seorang gadis kecil yang katanya terpisah dari orangtuanya ketika sedang jalan-jalan di kota. Jadinya Jeyve menolong nya untuk bertemu kembali dengan orang tuanya" jawab Juve.


"Aku benar-benar tidak percaya kau membiarkannya begitu" kata Azel yang memalingkan wajahnya dari Juve.


Juve mengigit bibirnya tapi rasanya percuma saja baginya untuk menahan amarahnya yang meluap-luap.


Juve melayangkan pukulan ke arah Azel. Menyadari hal itu, Azel segera melompat menjauh. Sementara Juve terus mengejarnya untuk memukulnya.


Azel bersikap tenang tanpa ekspresi apapun meskipun tahu bahwa istrinya sedang marah.


Juve melompat tinggi untuk mencapai Azel. Tangan Juve sangat dekat sehingga jarak antara mata dan tangannya hanya berjarak beberapa sentimeter saja.


Sebelum pukulan tersebut mengenai dirinya, Azel membuat Juve melayang di udara karena ia membuat sebuah ledakan. Ledakannya tidak melukai siapapun bahkan dirinya maupun Juve, hanya membuat lubang di tanah dan menyisakan tanah hijau yang dipijak oleh Azel.


Lubang yang tercipta lumayan besar untuk kolam ikan.


Juve terjatuh ke tanah lumayan keras. Tapi itu sama sekali tidak membuatnya terluka sedikitpun.


"Kau pikir kau akan berakhir begitu saja?" Tanya Juve.


Triririing...


Dibelakangnya, Juve membuat lingkaran sihir berwarna emas dan mata Juve juga terdapat lingkaran sihir.


"Aku tidak akan membiarkanmu!" Kata Juve.


Sebuah rantai keluar dari dalam lingkaran sihir tersebut dan menuju ke arah Azel. Tapi Juve benar-benar lebih cepat dari rantai tersebut, Azel yang sedang bersiap-siap menjadi terkena pukulan tersebut hingga terpental jauh.


Seluruh tubuhnya gemetar karena pukulan keras tersebut dan juga dirinya yang harus bergesekan dengan tanah.


Ia berusaha untuk bangun. Lalu tubuhnya mengeluarkan cahaya, dan tubuhnya perlahan-lahan mulai memudar.


Sriing...


Azel menghilang dari hadapan Juve. Lingkaran sihir dimatanya dan dibelakangnya juga menghilang. Melihat hal itu, Juve menyesali perbuatannya.

__ADS_1


"Azel?" Panggil Juve.


"Ti-tidak mungkin. Apa yang telah kuperbuat?" Tanya Juve yang tidak percaya.


"Azel!!".


Sementara itu, Azel berpindah tempat ke sebuah hutan gelap. Ya hutan yang diselimuti oleh kegelapan, tempat dimana ia dilahirkan dan dijadikan bahan percobaan berubah wujud dari burung menjadi manusia.


"Aku harus memulihkan kondisiku dulu, setelah itu barulah aku meminta maaf padanya" kata Azel yang berjalan dengan tertatih-tatih.


"Meskipun aku trauma berada ditempat ini. Tapi setidaknya, tempat inilah satu-satunya aku bisa memulihkan keadaanku setelah Juve" pikir Azel.


Azel lahir dari keluarga miskin yang hidup dihutan. Ayahnya harus keluar dari hutan untuk membeli perlengkapan rumah dan juga makanan di kota yang membutuhkan waktu sekitar 4 hari untuk ke sana dan 4 hari untuk pulang ke rumah.


Suatu hari, dirinya diculik oleh sekumpulan orang yang berpakaian aneh dan dirinya dilempar kedalam kereta kuda. Tak peduli terhadap Azel yang menangis kesakitan karena dilempar seperti itu dan juga menangis karena dirinya diculik.


Dirinya sangat ketakutan dan bahkan tidak tahu harus berbuat apalagi. Azel hanya bisa pasrah terhadap orang-orang tersebut agar dirinya tidak disiksa.


Azel juga mengalami pemerk*saan oleh orang-orang disitu. Setiap waktu mereka akan melakukan itu padanya dan itulah membuat tubuhnya kurus karena kekurangan gizi.


Ia disekap selama beberapa tahun. Dan juga harus melakukan hubungan ******l karena dipaksa, jika ia berani menolak maka dirinya akan dilempar ke dalam air mendidih. Ia tidak punya pilihan lain selain melakukan itu.


Mereka tidak peduli mendengar tangisan anak umur 7 tahun tersebut dan yang penting ialah mereka bisa melakukannya.


Hingga umurnya yang ke 15 tahun, dirinya kini telah siap untuk dijadikan bahan percobaan mengubah wujud.


Berbagai eksperimen dilakukan tidak manusiawi. Azel yang seharusnya melewati masa kecil yang bahagia menjadi masa kecil hingga remaja yang dipenuhi dengan trauma dan ketakutan.


Akhirnya eksperimen tidak manusiawi tersebut berhasil. Azel bisa berubah wujudnya menjadi elang dan manusia. Ia sangat menderita.


Meskipun tidak manusiawi, dengan cara itu jugalah ia berhasil kabur dari tempat percobaan itu dan orang-orang tersebut mati dibuatnya karena ia memiliki sihir yang baru aktif saat umurnya 15 tahun.


"Kenapa baru aktif sekarang? Kenapa tidak dari saat aku ditangkap?!".


Ia terus menanyakan itu Kepada dirinya sendiri. Penyebab sihirnya baru aktif ialah karena dirinya baru mengetahui bahwa ia memiliki sihir, sejak kecil ia tidak diberitahu karena orangtuanya sendiri juga tidak tahu kalau dia memiliki sihir dan juga ia baru mempelajari mantra sihir meskipun ia membacanya secara sembarangan.


Ia bebas berkat percobaan mengerikan itu serta sihirnya yang baru aktif. Kemudian, ia mendapatkan majikan dan dijual dipasar karena perubahan bulunya yang dari putih menjadi hitam kecoklatan.


Sejak lahir memang dirinya memiliki mata emas dan rambut perak keputihan. Beberapa tahun kemudian, ia bertemu dengan seorang gadis yang merupakan penyelamat baginya.


Azel tidak punya pilihan lain selain mengatakan dirinya adalah siluman padahal sebenarnya tidak. Itu dilakukan agar dirinya bisa terlepas dari masa lalu yang dipenuhi trauma dan kegelapan.


Begitulah pada akhirnya ia menikahinya karena jatuh cinta.

__ADS_1


"Juve, kau segalanya bagiku".


__ADS_2