Menjadi Seorang Putri

Menjadi Seorang Putri
Pulau


__ADS_3

Keesokan harinya pagi-pagi sekali Asella sudah berangkat ke pulau itu, ia menggunakan perahu agar bisa menikmati pemandangan alam.


Cuaca yang cerah sangat mendukung perjalanan menuju pulau. Meskipun sedikit jauh akhirnya setelah 1 jam perjalanan sampai di pulau.


"wah!! cantik sekali!!" ucap Asella yang kini turun dari perahu tersebut.


" Nona lihatlah bangunan itu " ucap Shu-shu menunjuk ke arah sebuah bangunan tua yang berada di depan nya.


Asella pergi mendekati bangunan itu, terdapat pintu di sana. Ia pun mengetuk pintu nya. Seorang gadis muncul setelah pintu terbuka.


" hai!! apa yang bisa aku bantu?" tanya gadis itu.


" Aku ingin mengunjungi seseorang " gadis itu kemudian menyuruh Asella untuk masuk ke dalam.


" Siapa namanya, biar aku carikan!" ucap gadis itu.


" Aku tidak terburu-buru, bagaimana kalau kita bicara sebentar " Saran Asella.


Gadis itu mengangguk kan kepalanya sebagai jawaban iya. Lalu Asella bertanya kepada gadis itu.


" Sudah berapa lama kamu berada di sini?" tanya Sella.


" ... sekitar...aku berada di sini sejak berumur 5 tahun dan sekarang umurku sudah 17 tahun. " ucap gadis itu.


" Aku Ayana kalau kamu?"


" Asella!!"


" Nama yang bagus, aku harap kamu bisa merahasiakan apa yang baru saja aku katakan kepada mu "


Setelah beberapa saat bicara Asella akhirnya menanyakan mengapa dia bisa berada di sini dan siapa yang mengirim nya ke pulau terpencil ini.


Gadis itu atau Ayana hanya diam dia memalingkan wajahnya dan menghembuskan napas sedikit kasar.


" Aku punya kakak kembar, entah kamu kenal atau tidak " ucap Ayana.


?...


Asella bertanya tanya dalam hatinya siapa kakak dari Ayana ini, mungkin saja itu adalah teman nya atau pun musuh nya. Gadis bicara kembali.


" Luvi aku tidak ingat nama panjangnya " ucap Ayana dengan jujur.


Luvi ? Apakah wanita tak berperasaan itu adalah kakaknya, bagaimana mungkin? Ayana gadis yang baik dan cantik, tidak seperti Luvi memiliki hati yang dengki dan benci melihat orang bahagia.


" Keluarga kami punya aturan, gadis yang berumur 5 tahun sudah bisa diprediksi masa depannya "


" saat itu kakak ku jauh lebih cantik dari padaku dan aku sering sakit sedangkan kakak sehat, aku dikirim oleh ibuku sendiri untuk tinggal disini " ucap Ayana.

__ADS_1


Jadi dia sendiri sudah pernah dikurung disini. ; gumam Asella.


" mungkin kamu bingung bagaimana aku bisa keluar dari kurungan itu "


" iya... aku cukup penasaran " timbal Asella.


" Mungkin itu sebuah keberuntungan. suatu hari terjadi badai di pulau ini ...banyak pohon yang roboh dan air laut hampir menenggelamkan pulau ini."


" Sebuah kelapa melayang di tiap angin dan mengenai ventilasi udara, akhirnya ventilasi itu jatuh ke dalam kurungan itu"


" Aku memanfaatkan nya untuk membuat beberapa tangga dengan cara memukul dinding besi itu, hanya beberapa kaki yang muat disana tetapi syukur lah bisa naik ke tempat ventilasi itu "


" Terlihat jelas air laut sudah mendekati bangunan ini, aku tidak bisa apa-apa hanya bisa menangis dan... terlalu banyak jika di ceritakan lagi "


" tidak apa-apa aku bisa mendengar nya lagi " ucap Asella.


" Sudah biar aku antar kamu kepada teman mu "


" Yuna Eetin " ucap Asella.


" Kalau aku tidak salah ingat beberapa hari yang lalu dia dikirim ke sini, aku agak cemas dengannya tidak seperti yang lain Yuna tidak ingin makan!" ucap Ayana.


......................


Ayana menyuruh Asella untuk mengikuti nya. Di sepanjang lorong banyak sekali orang yang berada di kurungan, tidak hanya remaja bahkan anak-anak dan orang dewasa juga ada.


Asella melihat Yuna sedang berbaring di lantai, samar- samar terdengar suara tangisan. Asella memanggilnya.


" Yuna!" panggil Asella, Ayana pergi meninggalkan mereka berdua. Tetapi Asella menarik tangannya.


Yuna hanya diam tak bergerak.


Bagaimana mungkin gadis yang waktu itu ingin aku dorong agar menemui ajalnya, sekarang berada di hadapan ku, kaki ku masih sakit Hellan bodoh itu tidak memberi ku pengobatan yang cukup; batin Yuna.


" Mengapa kamu berada disini Asella Lin. mengapa kamu tidak berada di dalam perusahaan, hah !!!" ucap Yuna.


" Memangnya kenapa jika aku disini!!" ucap Asella..


" Jangan harap aku akan memberitahu kamu rahasia Hellan, meskipun aku membenci nya tetapi aku tidak akan membiarkan kamu menang." ucap Yuna.


" Cih... Hellan hanya memanfaatkan mu dan kedua teman juga " ucap Asella.


" mana mungkin Luvi dan Arina ikut menyalahkan ku " ucap Yuna.


Luvi? apakah itu kakak, tapi mengapa.. ; gumam Ayana.


" Sekarang semua orang menyalahkan mu!! poluritas dan nama baik mu sudah hancur!!" ucap Asella.

__ADS_1


" Tunggu saat aku kembali aku akan membalas semua pengkhianat neraka begitu pula kamu Asella " ucap Yuna.


" Siapa yang akan mengeluarkan mu? Ayahmu, ibumu tetapi kunci kurungan nya berada di tangan Hellan"


" Dan juga kalau tidak salah sekitar 1 tahun yang lalu ayah dan ibumu berpisah "


" Sebaiknya kamu pikirkan baik-baik karena kesempatan tidak datang kedua kalinya " ucap Asella.


Hellan hanya diam. Dia berpikir apa yang dikatakan Asella ada benarnya jika tidak ada yang mengeluarkan nya maka seumur hidupnya akan berada di dalam kurungan ini.


" Aku mohon... keluarkan aku ... tenang saja apa yang kamu inginkan ada di tanganku.." ucap Yuna.


" Bagus kalau begitu berikan dulu barang nya lalu aku keluarkan..."


Yuna memberikan sebuah dokumen yang selalu ia bawa kemana-mana.


" Bagaimana kamu akan mengeluarkan nya, kunci kan tidak ada di sini " ucap Ayana, merasa bingung.


" Siapa bilang harus menggunakan kunci yang sama kalau ada yang bisa, apa nya yang susah "


" miaww. nona kamu akan menggunakan apa ?" tanya Shu-shu..


" Saat aku menyelesaikan misi sebelumnya aku mendapatkan kunci yang bisa berubah bentuk " Asella bicara dengan nada rendah .


......................


Asella mencoba membuka kunci kurungan Yuna dengan kunci yang ia dapatkan dari misi sebelumnya, kunci itu benar-benar bisa membuka kurungan itu.


" Bagaimana mungkin!!" ucap Yuna dan Ayana serempak.


Yuna keluar dari sana dengan ekspresi yang masih terkejut. Lalu Asella bicara kembali.


" Ayana bagaimana jika kamu ikut kami pergi dari pulau ini?" tanya Asella.


Ayana hanya terdiam. " Aku ingin... tetapi jika aku pergi dari sini, siapa yang akan memberi semua orang disini makan "


" Jika bisa mengeluarkan mereka semua, bagaimana?"


" Tetapi itu tidak mungkin " .


Asella diam-diam membuat salinan dari kunci tersebut lalu memberikan kepada Yuna dan Ayana, agar bisa membantunya untuk membuka semua kurungan itu.


" Sekarang buka semua kuncinya!!!" ucap Asella.


Ayana hanya diam lalu mencoba membuat salah satu kurungan di sana. Begitu juga Yuna. Kurungan itu benar-benar bisa terbuka.


" Kalian buka lah semuanya, aku akan meminta bantuan untuk mengangkut kita semua !!" ucap Asella yang pergi meninggalkan mereka semua.

__ADS_1


Yuna dan Ayana menurut dan membuka semua kurungan di sana dan kemudian mengumpulkan mereka di depan.


__ADS_2