Menjadi Seorang Putri

Menjadi Seorang Putri
Zennya yang polos


__ADS_3

Pada siang hari ketika Quinne hendak pergi ke lantai bawah atau satu, untuk makan siang dia bertemu dengan ayahnya. Hendrik baru saja turun dari lantai 3 dan langsung pergi ke kamar Quinne.


Orang ini, aku tidak akrab dengannya meskipun dia ayah dari Quinne, tetapi Quinne itu bukan aku. Sudahlah untuk apa memikirkan nya ; gumam Quinne melihat Hendrik hendak menghampiri nya.


Quinne seakan tidak melihat keberadaan Hendrik, ia melewati nya dan langsung menuju ke tangga. Tetapi sesaat akan melangkah kan kakinya, Hendrik itu menyuruh nya berhenti.


"Berhenti!!" ucapan itu sangat tidak bersahabat.


Mengapa orang itu malah menyuruh ku berhenti, aku sudah sangat lapar dan aku juga tidak terlalu suka bertemu dengan nya, ; gumam Quinne.


"Ayah! ada apa ? " Quinne malas bicara.


"Ikut denganku ada sesuatu yang ingin aku bicarakan!!" ucapan nya terdengar aneh.


Hah, apa begitu caranya berbicara pada seorang gadis kecil. Karena aku terlalu malas bicara dengannya lebih baik pura-pura tidak paham akan apa yang dia katakan ; batin Quinne.


"Eh... Ayah aku tidak terlalu mengerti apa yang kamu katakan tadi, Apakah Ayah punya rahasia untuk diceritakan padaku " Ucap Quinne.


Apakah ini efek samping karena terlalu lama tinggal di hutan, mengapa aku merasa kamu sangat memerlukan bantuan belajar. gumam Hendrik melihat kelakuan Quinne.


"Ehem... Setelah makan pergilah ke lantai 3 " Hendrik itu kemudian menuruni tangga, mendahului Quinne.


......................


Setelah makan siang, Quinne naik ke lantai 3 di sana terlihat sangat bersih dan ditata menggunakan tema. Tema tersebut adalah kerajaan masa lampau.


Apa yang akan dibicarakan oleh orang itu, mengapa harus aku yang ke lantai 3, padahal dia yang ingin bicara. Gumam Quinne sembari mencari Hendrik di lantai tiga itu.


Tiba-tiba saja Hendrik datang dia langsung membahas inti pembicaraan nya, yaitu menanyakan siapakah wanita yang berada di dalam kamarnya.

__ADS_1


Quinne terkejut, mengapa Hendrik bisa tahu dia membiarkan seorang wanita tinggal di kamarnya. Quinne mencoba mengingat apakah ada yang pernah masuk ke kamarnya kecuali para dayang nya. Setelah beberapa saat Quinne hanya mengingat Zennya yang datang kepada nya kemarin malam.


Kemarin Zennya menemui ku, Apakah dia yang memberitahu Hendrik ini ? batin Quinne.


......................


"Ayah, hm.... " Quinne tak tahu akan bicara apa.


Apa yang terjadi padaku, mengapa aku seperti berbuat salah padahal aku hanya menolong wanita itu. Gumam Quinne.


"Ayah... dia itu sepertinya wanita yang baik jadi aku membantu nya" Ucap Quinne.


"Dari mana kamu bisa bertemu dengan wanita itu," tanya Hendrik.


" Dari penjara bawah tanah !!" ucap Quinne dengan jujur.


"Quinne. Apakah kamu tahu apa itu penjara?" tanya Hendrik.


"Tentu aku tahu " jawab Quinne.


Quinne kemudian berjalan memutar di sekitar Hendrik. Lalu Quinne mendekati tangga dan turun dari lantai 3 itu dan meninggalkan Hendrik sendiri di sana.


"Quinne hari ini adalah ulang tahun mu, karena kau sudah berada di hutan selama 4 tahun lebih, jadi aku memberikan kamu 5 permintaan kepada ku " ucap Hendrik.


Quinne yang mendengar itu berhenti melangkah kan kakinya Lalu dia naik kembali ke atas dan berjalan mendekati Hendrik kembali.


"Benarkah, apa ini asli?" pertanyaan Quinne yang terdengar aneh.


"Jika begitu permintaan pertama aku ingin tahu siapa nama ibuku? " permintaan pertama.

__ADS_1


"Mengapa kamu menanyakan itu " ucap Hendrik menanggapi permintaan Quinne.


" Memangnya kenapa aku hanya ingin tahu " penjelasan Quinne.


"Namanya... Amenie " jawab Hendrik yang menunjukkan ekspresi tidak senang.


"Kedua, dari mana dia berasal dan sekarang dia tinggal di mana "? tanya Quinne kembali.


"Istana Ludon, ibumu ada di sana " jawab Hendrik.


Istana Ludon, aku akan membawa Istri mu ke istana ini lagi. Misi yang harus aku selesaikan masih ada.


Quinne kemudian berlari dan pergi ke kamarnya yang berada di lantai 2. Ia kemudian menarik dengan paksa wanita yang bernama Vera itu. Hendrik masih berdiri disana kemudian melihat Quinne menarik paksa seorang wanita.


Sesaat mereka berdua sampai di lantai 3 .Tangan Quinne tidak sengaja mengenai rambut wanita bernama Vera itu, namun setelah itu rambut Vera menjadi aneh. Quinne melihat itu kemudian langsung menarik rambut Vera yang terlihat aneh itu.


Setelah ditarik rambut itu lepas yang artinya Vera menggunakan rambut palsu untuk menutupi rambut aslinya. Namun setelah rambut palsu milik Vera di lepas. Hendrik memperhatikan nya dengan jelas, Vera melihat hal itu menutupi wajahnya.


Namun Hendrik sudah bisa mengenali siapa sebenarnya Vera itu. Dia adalah Yupiler, pengkhianat yang sudah menjadi berobat sejak 4 tahun lalu.


...~Suara dalam sistem ~...


* Selamat nona, anda sudah menyelesaikan satu misi lainnya. [Shu-shu]


* Apa maksudnya Shu-shu ?" [ Quinne]


* Nona sudah menemukan pengkhianat kerajaan karena hal itu nona sudah sudah menyelesaikan nya! [Shu-shu]


...****************...

__ADS_1


__ADS_2