
tibalah hari yang membahagiakan bagi Juve dan Azel. Juve memandang ke arah jendela ruang hias, langit begitu tampak cerah ditambah dengan hujan bunga yang dibuat oleh penyihir Harry.
dilihatnya ke arah cermin, ia menggunakan pakaian seorang ratu yang sangat disimpan rapi oleh orang-orang di istana untuk diberikan kepada ratu berikutnya.
untuk sekarang, Juve masih menggunakan mahkota putri. baju dengan paduan warna putih dan emas, dengan motif yang melambangkan ratu Algeria yang makmur sungguh indah dan mempesona.
Azel juga sudah selesai berpakaian dan kini ia menggunakan baju seorang pangeran. warnanya sama seperti baju yang dikenakan oleh Juve dengan motif seekor serigala.
"cocok sekali untuk calon seorang ratu sepertimu" puji Azel.
"kau juga sama" Juve memuji kembali.
"selamat ulang tahun untukmu" kata Azel.
Juve hanya tersenyum sebagai tanggapannya terhadap perkataan Azel.
"Yang mulia, anda berdua sudah siap?" tanya pelayan dari luar.
"sudah!" jawab Juve.
pintu ruangan tersebut terbuka dan begitu banyak pengawal serta pendamping yang akan mendampingi proses tersebut.
"aku gugup sekali" kata Juve yang menundukkan kepalanya tidak ingin melihat kedepan.
Azel menggenggam tangan Juve. Juve melihat Azel dan Azel sedang tersenyum padanya.
"jangan gugup dihari yang berbahagia ini. tersenyumlah" senyum Azel.
rasa gugup pada diri Juve menghilang, ia pun tersenyum dan tampak bersemangat.
"ayo".
Juve dan Azel sedang menuju ke arah perkotaan untuk mendatangi kuil karena di sanalah ia dan Azel akan menerima mahkota dan juga mengucapkan janji pernikahannya.
keduanya menaiki kereta kuda yang sangat mewah. dari dalam, Juve mendengar riuh suara orang yang bersorak dan juga bertepuk tangan.
ia ingin mengintip keluar, tapi pelayan yang ditugaskan untuk mengawasi keduanya melarang untuk mengintip keluar.
"jangan lakukan itu Yang Mulia, kita juga tidak lama lagi sampai jadi tolong ditahan" kata pelayan tersebut.
"ya" jawab Juve.
Azel yang melihat itu hanya bisa menghela nafasnya dan tersenyum.
sementara di kuil, semua tokoh agama sedang menunggu kedatangan 2 orang itu dan juga Lily serta Juven yang ikut serta menunggu.
__ADS_1
wajah Juven hari ini tampak sedih dan tidak bersemangat. Lily yang melihat itu bertanya padanya.
"ada apa denganmu, Juven?" tanya Lily.
"aku hanya Masih belum bisa memberikan negara ini untuk dipimpin oleh Juve dan juga mahkota yang akan dikenakannya serta jubah ini" jawab Juven.
"jangan begitu, ini adalah hari yang bahagia baginya dan pasangannya. jadilah seorang ayah yang baik dihadapannya" kata Lily.
"itu yang membuatku kepikiran, aku masih belum bisa menjadi mertua untuk suaminya" kata Juven.
Lily tertawa kecil mendengar perkataan Juven. meskipun dirinya juga sama saja.
sampailah kini 2 orang tersebut. begitu Juve keluar dari dalam kereta kuda tersebut, angin berhembus sepoi-sepoi membuat rambutnya dan bajunya berkibar dengan indah.
kembali dilihatnya juga, pemandangan orang-orang yang melambaikan tangannya dan juga bersorak dan bertepuk tangan. serta bunga-bunga yang berterbangan.
"apakah hari ini memang sebegitu meriahnya?" pikir Juve.
"ayo".
Juve menggandeng tangan Azel dan berjalan menuju pintu masuk kuil. disana, pertama-tama Juve dan Azel melaksanakan pernikahannya terlebih dahulu.
"semoga dengan semua yang kalian ucapkan sekiranya dewa memberkati pernikahan ini".
Juve dan Azel menaruh tangannya di dada kiri dan membungkuk untuk memberikan penghormatan.
"Sekarang aku akan melepaskan diri sebagai tuan putri dan berganti menjadi ratu Algeria. Sulit untuk dipercaya. Perjalananku juga terlalu singkat" pikir Juve.
Juve pergi kepada ayahnya untuk menerima apa yang harus diterimanya dan melepaskan apa yang harus dilepaskannya. Dan Azel pergi kepada Lily untuk menerima sesuatu yang melambangkan dirinya adalah bagian dari kerajaan Algeria.
"Tak disangka ya, kau sudah sampai sejauh ini" kata Juven sambil tersenyum.
"Semua ini berkat ayah juga yang ikut membantuku" kata Juve yang berusaha menahan air matanya.
"Menangis saja ketika kau berjalan keluar dari kuil dan melihat rakyat yang sekarang akan kau pimpin" kata Juven yang menyadari bahwa Juve akan menangis.
Juven melepaskan lambang kupu-kupu yang ditaruh di baju dada kanan Juve dan menggantinya dengan lambang elang. Beberapa perhiasan yang dikenakan oleh ratu terdahulu juga dipasangkan pada Juve sebagai hiasan tambahan untuk melengkapi lambang elang.
Dilepaskannya juga mahkota putri yang berada dikepala Juve, dan digantikan dengan mahkota ratu. Dilanjutkan dengan jubah yang menggambarkan kupu-kupu itupun juga dilepas lalu digantikan dengan jubah keratuan.
Setelah keduanya selesai menerima dan melepaskan apa yang dikenakannya, Juve dan Azel berjalan keluar dari kuil yang diikuti oleh Juven dan Lily dibelakang.
Juve dan Azel berhenti ditempat yang seharusnya. Dilihatnya lah rakyat yang sangat bergembira dengan ratu baru mereka meskipun raja mereka masih hidup, aturan Algeria dari dulu ialah anak laki-laki atau perempuan yang sudah berusia 18 tahun layaklah dirinya untuk dijadikan pemimpin karena sudah memasuki usia dewasanya.
Dan dari jauh, Heli melihat ke arah Juve. Dilihatnya bahwa Juve sangat bahagia dengan pasangannya, ditambah lagi ia yang bergandengan tangan.
__ADS_1
Duak!
Seorang gadis tanpa sengaja menabrak Heli yang terdiam di tempat gelap. Menyadari ada yang menabraknya, Heli berbalik badan untuk membantu orang itu.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Heli yang khawatir sambil mengulurkan tangannya.
"Aku baik-baik saja, terimakasih" jawab gadis itu sambil mengulurkan tangannya juga dan digapai oleh Heli.
Heli pun membantunya untuk berdiri dan begitu keduanya bertatapan mata, tempat gelap itu langsung disinari oleh cahaya matahari.
Seolah-olah, dewa menjodohkan keduanya. Dan tanpa disadari bahwa keduanya langsung jatuh cinta. Gadis berambut hitam bergelombang dan mata emas persis seperti Heli telah menemukan cintanya.
Juve melambaikan tangannya dan air matanya menetes. Ia sangat senang dengan melihat bahwa rakyatnya sangat senang dengan kehadirannya.
•••••
Musim dingin telah tiba, salju menutupi akses perjalanan didaerah pedesaan dan perkotaan, tapi karena kepekaan Juve terhadap itu, dikirimnya prajurit untuk membantu rakyat membersihkan jalur yang bersalju dan memberikan pakaian hangat serta makanan tambahan.
Juve dan Azel sedang berada ditaman sambil menikmati pemandangan salju yang menghiasi taman istana. Kegiatan Juve sekarang ialah sedang menyulam kain, dirinya tidak memiliki kegiatan lain karena pekerjaan diselesaikannya dengan tepat waktu dibandingkan ayahnya yang selalu menunda-nunda pekerjaannya dengan berbagai alasan.
Sementara Azel, sedang membuat boneka salju. Juve juga sempat membantunya untuk melakukannya, tapi ia menyulam kain begitu apa yang dimintanya datang.
Terdengar suara langkah Kaki-kaki makhluk kecil yang berlari menuju mereka. Seorang anak laki-laki kecil langsung memeluk kaki Azel dan disambut oleh dua adik kecilnya. Juve segera bereaksi begitu melihat kelakuan ketiga anaknya tersebut.
"Kalian bertiga jangan bersikap seperti itu pada ayah, nanti bola saljunya hancur" kata Juve yang langsung berlari menuju keempat orang tersebut.
"Rasakan hantaman salju ku ini, ayah!" Kata anak laki-laki tersebut yang melempar bola salju ke arah Azel dan Juve, sementara Juve melindungi 2 anak perempuan kecilnya dibelakang.
"Rasakan kembali serangan dari ibu!".
"Uwow! Ayah tolong selamatkan aku dari ibu!".
"Kakak kalah!".
"Ahahaha".
Diperlihatkan pada sebuah lukisan potret yang terdapat Juve serta Azel yang dilukiskan pada saat dikuil.
Kemudian lukisan yang didalamnya terdapat Azel yang sedang menggendong 2 anak perempuan kembarnya yang berumur 4 tahun dan Juve yang menggendong 1 anak laki-lakinya yang berumur 7 tahun.
Lukisan tersebut dibuat saat ulang tahun anak pertama mereka dan menjelang ulang tahun 2 anak kembarnya.
Anak laki-laki bernama Jeyve Azelio Algeria, ia mirip dengan Juve. Berambut perak keputihan dan mata berwarna merah persis seperti Juve.
2 anak perempuan kembar bernama Azelhy Juvey Algeria dan Azelhya Juvey Algeria, Keduanya mirip dengan Azel. Berambut perak keputihan dan mata berwarna emas persis seperti Azel.
__ADS_1
TO BE CONTINUED~