Menjadi Seorang Putri

Menjadi Seorang Putri
Sakit


__ADS_3

Setelah kembali dari kamar Zennya, Quinne pergi ke kamar nya. Dia merebahkan tubuhnya, Quinne merasakan lelah dan sedikit sakit di tubuhnya. Shu-shu kemudian menghampiri Quinne.


"Nona, istirahat lah " ucap Shu-shu.


Apakah karena tubuhku masih kecil, aku hanya pergi keliling istana sebentar lalu bermain di kamar Zennya , rasanya sekujur tubuhku mati rasa ; batin Quinne.


"Aku sangat lelah Shu-shu, mata ku berat sekali rasanya sepertinya aku sakit " ucap Quinne.


"Nona itu hal yang wajar " ucapan Shu-shu tidak jelas.


"Wajar ???" tanya Quinne.


"Ya, karena sihir yang baru Nona dapatkan belum stabil " Jelas Shu-shu pada tuanya.


"huh " Quinne menghembuskan napas sedikit kasar.


"Shu-shu jika kau ingin masuk ke sistem aku tidak akan melarang mu, sekarang yang aku inginkan hanya tidur " ucap Quinne.


"tidur lah Nona, kucing ini bisa masuk ke sistem kapan saja " lanjut si kucing.


Shu-shu tidak kembali ke sistem, kucing itu tidur di sebelah Quinne. Sedangkan di samping istana terdapat taman, para pengurus kebun sedang membersihkan taman itu untuk pesta malam ini.


Di lantai 1 ,Ella sedang membantu para koki untuk mempersiapkan hidangan. Para koki disana melarang Ella membantu mereka, mereka mengingatkan Ella bahwa dia adalah pengasuh Nona mereka. Tetapi Ella memaksa untuk tetap membantu.


' sekarang Nona sudah makan belum ya? aku akan membawakan Nona kue ini ' gumam Ella yang tiba-tiba teringat pada Quinne.


"Saya akan membawakan Nona beberapa kue ini, tidak apa-apa kan? " tanya Ella.

__ADS_1


"bawa lah yang banyak " ucap salah satu koki tersebut.


Kemudian Ella membawa kue itu, saat dia membuka pintu kamar, dia melihat Putri Quinne sedang tidur. Melihat itu Ella meletakkan kue itu di atas nakas. Ella sedikit kerkejut melihat seekor kucing yang ikut tidur di samping Quinne.


Ella kemudian mengangkat tangannya dan mengelus rambut Quinne, tidak sengaja tangannya terkena wajah sang putri, Ella ingin langsung mengangkat tangannya tetapi dia merasakan panas ketika tangannya mengenai wajah Quinne.


" Sepertinya Nona sakit, dimana para dayang nya putri seharusnya mereka menjaga putri sekarang ". Ella melihat ke kanan dan kiri.


"kasihan Nona, lebih baik aku saja yang menjaga nya" kemudian Ella menyiapkan kain dan di celup dengan air lalu di tempel di dari putri.


...****************...


Sore hari, Jane terburu- buru berlari ke kamar Quinne. Di kamar, Quinne baru saja bangun dia membuka matanya perlahan dan melihat Ella tertidur sambil memegang tangannya.


Kritt....


pintu terbuka seorang wanita yang nampak sangat panik masuk ke dalam kamar dan menghampiri Quinne. Itu adalah Jane.


"Jane meminta maaf kepada Nona " Jane memegang tangan Quinne. matanya merah seakan terlihat betapa khawatir dan sedih.


"Jane apa ada denganmu?" tanya Quinne melihat Jane yang terus berusaha menyeka air mata.


"saya baik-baik saja, Jane hanya merasa bersalah kepada Nona, sekali lagi Jane minta maaf. " ucap Jane.


Quinne melepaskan tangannya dari Ella juga dari Jane. Lalu ia bertanya " Jane apakah nanti malam akan ada pesta " tanya Quinne.


"iya. Nona juga akan hadir dalam pesta itu "

__ADS_1


"baiklah terimakasih " kemudian Quinne turun dari ranjang nya keluar dari kamar, sebelum kakinya melangkah ke luar kamar, dia berpesan.


"Jane aku tidak mau ke pesta itu" kemudian dia pergi dari kamar nya.


Jane belum sempat berkata apa-apa tetapi dia sudah pergi. Quinne pergi ke taman belakang lagi dan berlatih menggunakan sihir.


"miaww, nona kamu meninggalkan kucing ini sendirian di kamar "


"Sudahlah Shu-shu, itu juga karena kamu tidurnya nyenyak "


"hm... nona apakah kamu sudah sehat kembali ," tanya Shu-shu.


"Kurasa begitu, Oh ya apakah kamu tahu dimana letak buku silsilah keluarga ini?" tanya Quinne.


" untuk apa? lagi pula setelah nona menyelesaikan seluruh misinya kita akan pindah dimensi " jelas Shu-shu pada tuanya.


Shu-shu ada benar nya juga lagi pula setelah semua misi selesai aku akan berpindah ke dimensi lainnya. gumam Quinne.


...****************...


malam pun tiba, para undangan mulai berdatangan. taman disamping istana juga sudah berisi.


Di kamar masing-masing Zennya dan Quinne, sedang bersiap siap. para dayang mereka yang membantu bersiap.


Mengapa aku juga harus datang ke pesta itu, padahal selama ini aku di lantarkan, mengapa dia juga menyuruh aku datang; batin Quinne.


Setelah selesai bersiap Quinne dan Zennya pergi ke taman bersama para dayang nya. Quinne tampak tidak bahagia, sedangkan Zennya bahagia.

__ADS_1


Tiba-tiba saja sebuah kereta kuda yang sangat mewah datang ke taman itu. hampir semua tamu terkejut melihat kedatangan kereta kuda yang mewah itu.


Siapa yang ada di dalam kereta itu?


__ADS_2