
wanita itu tidak sengaja menabrak Quinne yang ada di depan nya. Quinne terjatuh juga wanita itu. Tubuh wanita itu bergetar, ia kemudian perlahan-lahan menjauhi Quinne.
Mungkin ia merasa tidak aman jika berada dekat dengan orang yang belum di kenali dengan pasti. Quinne melihat itu mengerti bahwa wanita itu takut atau merasa Quinne juga bagian dari orang yang mengurung nya tadi.
Quinne kemudian berdiri, dia mengulurkan tangannya, untuk membantu wanita itu berdiri. Tetapi wanita itu malah memilih berlari berlawanan arah dengan Quinne. Sedangkan suara orang yang mengejar semakin mendekat.
"Hey.... jangan berlari kesana, itu bukan jalan keluar!" ucap Quinne.
Wanita itu menghentikan larinya, dia berpikir jika jalan ini bukan jalan untuk keluar artinya dia sama saja akan mengurung dirinya lagi, di penjara yang lebih dalam.
"Aku bisa membantu mu untuk keluar dari sini!" ucap Quinne sembari membalikkan badan.
"jika kamu tidak mau ,ya sudah!" ucap Quinne yang mulai berjalan kembali.
Wanita itu terus bergetar, dia tidak bisa berbuat apa-apa, mungkin satu satunya cara agar bisa keluar adalah ikut dengan gadis itu (Quinne).
"A- aku akan ikut dengan mu" ucapan nya terdengar gemetar.
"heh, aku bisa membantu asalkan kamu juga bersedia membantu ku!" ucap Quinne.
"Aku bersedia, tolong bantu aku keluar dari sini " ucap wanita itu.
Suara orang-orang tadi semakin mendekat langkah kaki mereka sudah mulai terdengar. Quinne mengucapkan sebuah mantra dan kemudian dia mengeluarkan sihir teleportasi.
...~Suara dalam sistem ~...
* Nona level sihir mu masih tingkat tiga!! [Shu-shu]
__ADS_1
* Aku tahu itu, jangan khawatir kan aku ![Quinne]
...~Kilas balik ~...
"Masuklah, jangan menunda waktu lagi " wanita itu kemudian masuk ke dalam sihir teleportasi itu begitu pun Quinne. Sihir teleportasi itu akan terbuka di kamar nya Quinne.
Sedangkan gadis dan orang yang tadi mengurung wanita tadi. sudah keluar dari dinding itu tetapi mereka tidak melihat kemana pergi nya wanita itu.
"Ah sial!!!! cepat cari dia !!!" perintah gadis itu.
...****************...
Sedangkan di kamar, sihir teleportasi itu sudah muncul. mereka berdua kemudian keluar dari sihir itu.
Quinne melihat tubuh wanita itu, dia kotor dan juga terluka. melihat hal itu Quinne langsung menyuruh wanita itu untuk mandi dan sebelum itu dia menanyakan namanya.
"saya Vera " Jawab wanita bernama Vera.
"O... baiklah "
kemudian wanita itu pergi ke arah kamar mandi yang terletak di ujung kamar. Quinne duduk di sebuah kursi yang berada di dekat jendela. sedangkan Shu-shu tidur di kursi yang satunya.
Beberapa menit kemudian kemudian wanita itu keluar dan masih memakai baju yang kotor. Quinne baru ingat dia tidak memberikan baju ganti untuk Vera.
"Eng Vera ganti baju mu!" ucap Quinne yang kini sedang mencari pakaian untuk Vera.
"Ini pakai lah" ucap Quinne sembari memberikan sebuah baju berukuran besar.
__ADS_1
Vera kemudian masuk kembali ke kamar mandi dan mengganti pakaian nya. Quinne kembali duduk di kursi yang tadi.
......................
Sedangkan di taman, pesta masih berlanjut. Semua tamu bersenang senang. Zennya duduk sendiri di sebuah bangku di tengah taman.
Kenapa Quinne lama sekali, apakah dia pergi tidur gumam Zennya, yang sedang menanti Quinne.
Kemudian Hendrik datang menghampiri Zennya. Dia bertanya kepada nya ,mengapa dia duduk sendiri di sini? Zennya menjawab.
"Ayah aku mengantuk, aku ingin tidur " jawab Zennya.
"pergilah "
Zennya kemudian pergi masuk ke dalam Istana dan pergi mencari Quinne. Setelah sampai di kamar Quinne, Zennya mengetuk pintu.
Tok Tok Tok
Kemudian Quinne membuka pintu, Zennya melihat kucing tadi sudah tidur. Ia juga melihat wanita yang tadi ditolong Quinne.
"Quinne, siapa bibi itu ?" Tanya Zennya.
"pergilah tidur!!" kemudian Quinne menutup pintu kembali.
Zennya masih penasaran dengan wanita yang ada di kamar Quinne. Tetapi ia memilih untuk tidur segera.
...****************...
__ADS_1
Keesokan harinya Zennya mencari ayahnya dan bercerita tentang wanita di kamar Quinne. Ayahnya tidak tahu tentang hal itu, kemudian mereka berdua pergi ke kamar Quinne.