
setelah kejadian di istana, Juve memanggil tukang bangunan untuk memperbaiki ruang kerja Juven. dan tentunya, biayanya cukup mahal bahkan lebih mahal dari sebelumnya.
"ternyata kakak merupakan kerabat jauhnya ayah" kata Juve sambil tersenyum.
"aku sangat senang bertemu denganmu. melihatmu saja sangat mirip sekali dengan ayahmu, pantas saja orang-orang disini bilang bahwa kau adalah kopiannya Juven" kata Laly yang juga ikut tersenyum.
"kakak sedang hamil?" tanya Juve yang fokus ke arah perut Laly yang tampak besar.
"iya" jawab Laly dengan singkat.
"ouwaah! sudah berapa bulan?" tanya Juve yang terlihat sangat senang.
"baru 5 bulan jalan 6 bulan" jawab Laly.
"begini jugalah ibumu saat mengandungmu dulu" kata Laly sambil mengusap perutnya.
"hah? apa maksudnya?" tanya Juve.
"ibumu dulu bersemangat sekali karena kau ada di kandungannya" jawab Laly yang langsung ke intinya.
"bagaimana dengan ayah?" tanya Juve lagi yang penasaran.
"malahan, ayahmu yang paling bersemangat dan bahagia begitu mengetahui bahwa ibumu hamil" jawab Laly sambil mengingat kembali pada saat Juven terlihat bahagia saat mengetahui Lily hamil.
"sebenarnya, aku penasaran dengan 1 hal" kata Juve yang murung.
"ada apa memangnya?" tanya Laly.
"ayah selalu melarangku pergi jauh dari kawasan istana akhir-akhir ini, bahkan aku saja dilarang keluar lagi" jawab Juve.
"ayahmu melakukan tindakan yang tepat" kata Laly.
"kenapa kakak bisa mengatakan itu?" tanya Juve.
"kau itu incaran musuh. musuh ingin mengambil jantungmu untuk dikonsumsi, dengan tujuan agar mereka bertambah kuat. selain itu, mereka juga akan mendapatkan sihirmu" jawab Laly.
Azel masuk ke dalam rumah kaca Laly, dimana juga disitu ada Juve.
"putri, sudah waktunya anda untuk pulang. kalau musuh mengetahui keberadaan anda, anda tidak akan dalam bahaya tapi kakak anda" kata Azel.
"aku pulang".
__ADS_1
Azel dan Juve berjalan di tengah kota tanpa menggunakan kereta kuda. karena memang keinginan Juve untuk jalan kaki.
karena kebetulan sekali keduanya melintasi toko buku, Juve tertarik dengan sebuah buku yang terpajang di rak buku yang bertuliskan "rangking buku terpopuler".
"Azel, Azel" panggil Juve.
Azel juga berhenti di depan toko buku. ia pergi juga ke Juve yang masuk ke dalam toko buku.
"anda ingin cari buku apa?" tanya Azel sambil melihat Juve yang celingak-celinguk mencari buku.
"ah itu!" kata Juve sambil menunjuk ke arah rak buku yang tadi dilihatnya.
"anda ingin buku yang ada disitu?" tanya Azel dengan satu alis terangkat.
"tolong ambilkan, aku tidak sampai" kata Juve sambil menunjuk ke satu buku.
Azel mengambil buku diatas itu. padahal ini cukup tinggi, kenapa tidak disediakan tangga?
Azel melihat bahwa buku itu memiliki episode yang terus berlanjut, ia mengambil semua buku yang judulnya sama hingga di akhir buku.
total bukunya ada 15. Juve yang melihat Azel begitu kuat mengangkat 14 buku dengan satu tangannya, tercengang. ditambah lagi, ia terkejut juga dengan buku yang menumpuk.
"saya mengambil semua buku hingga akhir" kata Azel yang menaruh buku itu dilantai.
"daripada anda penasaran dengan lanjutan dan akhirnya, lebih baik diborong saja" kata Azel yang perkataannya memang benar adanya.
buku yang diminta oleh Juve adalah sebuah buku novel terkenal di Algeria. novel tentang pertarungan seorang pangeran dengan seorang gadis prajurit dari negara musuh yang amat dicintainya.
Juve hanya memiliki satu buku novel ini saja di kamarnya, tapi karena kebetulan sekali ada terjual di toko buku ini.
Juve membayarnya senilai 100 ribu Al atau sekitar 1.500.000 juta.
"tak kusangka kalau bukunya semahal ini" kata Juve sambil membawa dua tas yang berisikan buku.
"ya kalau mengingat perkataan anda mengenai buku ini populer, nyatanya saja mahal" kata Azel.
"Sekarang pun kita impas karena masing-masing bawa dua tas" lanjut Azel.
"dan lagi, meskipun anda tuan putri tidak dipastikan bahwa harganya akan diturunkan".
Doong...
__ADS_1
setelah sampai di istana dan menaruh bukunya di kamarnya, Juve langsung tertidur pulas karena kelelahan.
"sepertinya bisa kutinggalkan" pikir Azel.
Azel pergi keluar lewat balkon. meskipun itu tindakan yang tidak sopan, ia juga harus cepat. dan tujuannya sendiri adalah bertemu dengan Heli karena keduanya sudah janjian untuk bertemu. bertemu di tengah hutan yang ada lapangan kosong.
"langsung saja ke intinya, aku malas berurusan disini" kata Azel yang menatap malas pada Heli.
"aku minta kau untuk menjauhi Juve, karena bagiku".
Heli membuat lingkaran sihir yang tujuannya adalah untuk menyerang Azel. ia memunculkan petir dan api, Azel sempat kesulitan untuk menghadapinya.
"tapi aku tidak bisa menyerangnya" pikir Azel.
Azel dilarang oleh Juve untuk menyerang orang lain, kecuali musuh. pasalnya, kekuatannya dan kekuatan Juve itu bisa membuat orang mati hanya dalam sepersekian detik. kalaupun ingin membuatnya lumpuh sementara, tidak bisa dipungkiri bahwa orang itu bisa terbunuh juga.
Azel menggunakan sihirnya untuk menahan serangan yang tiba-tiba datang.
"Juve itu milikku!" kata Heli yang nyatanya memang masih belum menyerah.
"kau yang meninggalkannya tapi kau juga yang tidak mau ia pergi dengan orang lain. seharusnya, kau sadar diri" kata Azel sambil menghela nafasnya.
Heli memancarkan petir yang kuat dan Azel memang tidak bisa berbuat apa-apa lagi, karena kalau mencoba untuk membuat perisainya butuh jarak yang cukup jauh agar sihirnya tidak mengenai Heli. memang niatnya tidak ada untuk membunuh orang kecuali itu musuhnya.
"....".
Azel memejamkan matanya. tapi, ia mendengar bunyi keras yang seperti memukul sesuatu.
Triing...
"ternyata memang ada gunanya aku mempelajari teknik ini meskipun aku sudah lama mempelajarinya" kata Juve yang tiba-tiba muncul di depan Azel.
Juve mengaktifkan kembali lingkaran sihir dimatanya dan juga lingkaran sihir disekelilingnya yang bertujuan untuk membalas serangan tanpa melukai siapapun.
"Heli, aku tidak tahu bagaimana ceritanya kau malah ingin kembali padaku. tapi yang pastinya, aku sudah memilih orang lain. jadi kumohon kau untuk menyerah" kata Juve yang mencoba untuk membujuk Heli.
tentu saja perkataan itu tidak diterima oleh Heli. serangan apapun yang diberikannya, Juve tetap berhasil untuk membalasnya.
"aku tidak benar-benar ingin seperti ini" pikir Juve.
"sebenarnya aku masih belum bisa melepaskanmu bahkan pikiranku tidak henti-hentinya memikirkan mu, terlebih mengingat kenangan yang sudah sering kita lalui. aku selalu kembali ke masa-masa itu hanya untuk melihat kenangan yang bahkan tidak berguna" kata Juve sambil berusaha untuk berbicara baik-baik.
__ADS_1
"tapi, kau pergi meninggalkanku untuk bersama orang lain dan juga menggunakanku hanya untuk mendapatkan hati gadis lain. karena itu, aku memutuskan untuk berhenti dan kau pun harus berhenti" lanjut Juve.
TO BE CONTINUED~