Mertua Vs Menantu

Mertua Vs Menantu
Bab 26


__ADS_3

"Mami siapa Sapi itu?" tanya Sabrina, baru saja otaknya agak baikan. Kini otak Sabrina sudah buat shock lagi, karena tiba -tiba ia mendengar mertua ajaibnya ini menyebutkan nama hewan penghasil susu itu.


"Siapa yang kau panggil Sapi!" sentak Sofia.


"Ya kamu atuh, kan anak kambing mah si Timmy kesayangannya anak unta," jawab Sasa santai.


(Cerita anak kambing dan dan anak unta ada di novel TAMBATAN HATI TIMMY)


"Astaga sejak dulu kau tidak berubah, kau tetap saja hanya seorang wanita kampung yang bodoh!" ejek Sofia.


"Kamu juga gak berubah, dari dulu tetep aja jadi perempuan jahat. Gak apa-apa aku dari kampung terus bodoh juga, buktinya aku bisa kalahin kamu yang katanya cantik dan orang kota,"


"Apa kau bilang!" bentak Sofia tak terima dengan kenyataan yang diucapkan oleh Sasa. Karena memang benar, Sasa yang hanya notabene perempuan dari desa. Tapi mampu menaklukkan hati Ramon, yang digandrungi banyak wanita. Sasa memang hanyalah seorang wanita polos dan baik baik hati, akan tetapi dengan kepolosan dan juga keluguannya ia mampu mendapatkan tempat yang paling istimewa di hati Ramon.


Sofia hampir saja menamp@r Sasa, untung saja di sana ada seseorang yang menghentikannya.

__ADS_1


"Sofia hentikan!" ucap seorang pria tampan tinggi dan bertubuh cukup kekar, sepertinya usianya tak beda jauh dari Ramon.


"Joe, kenapa kau menghentikanku!"


"Sudahlah, jangan selalu membuat keributan! Apa kau tak lelah?" ucap pria yang Sofia panggil Joe itu.


Sofia terlihat menghembuskan napas kasar, sepertinya ia merasa keberatan dengan apa yang diucapkan oleh Joe. Akan tetapi, ia pun sepertinya tak bisa menolak perintahnya. Siapa sebenarnya pria yang bernama Joe itu, apa ia suami dari Sofia.


Hanya satu yang membuat Sabrina tak suka dari pria yang bernama Joe itu, sejak tadi ia memandang wajah Sasa dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Entah apa yang pria itu pikirkan, yang jelas pria ini bukanlah seorang pria yang baik. Dan sepertinya Sabrina harus waspada terhadap pria yang bernama Joe ini, karena Sasa sama sekali tak terlihat peduli pada pria yang ada di depannya.


"Ayo," tapi sebelum pergi Sasa kemudian berbalik lagi untuk mengatakan sesuatu kepada Sofia.


"Hei Tuan jangkung! Lain kali jagain Istrinya, jangan sampe kabur. Nanti tebar-tebar erosi sama orang!" ucap Sasa dan kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.


"Erosi itu apa Mih?" tanya Sabrina yang masih belajar bahasa anak-anak pokemon.

__ADS_1


"Erosi itu esmosi sayang,"


"Maksud Mami emosi?" tanya Sabrina, takut jika ia salah mengartikan kata.


"Iya," jawabnya sambil tergelak, membuat Sabrina harus memijat kepalanya. Karena bahasa yang digunakan oleh mertuanya ini sangatlah ajaib. Hanya personil anak pokemon yang mampu mengartikannya. Karena Siena tidak termasuk kriteria istri 4R, jadi ia tak pernah tahu tentang bahasa-bahasa ajaib Sasa dan kawan-kawan.


Pria bernama Joe itu tersenyum penuh arti saat melihat dua wanita cantik beda generasi itu. Keduanya terlihat sangat cantik dengan pesona masing-masing. Membuat hati Joe tertarik melihat mereka, hingga tanpa ia sadari senyum mengembang keluar dari bibirnya.


"Jangan bilang kau tertarik pada mereka?" ujar Sofia karena melihat tatapan mata yang Joe tujukan pada mereka.


"Sayangnya aku memang tertarik," jawabnya dan kemudian meninggalkan Sofia mematung sendiri di sana.


"Sial ... Sasa awas kau!"


"Astaga, bicara saja masih belum benar," sinis Sofia

__ADS_1


__ADS_2