
Siang ini Ramon dikejutkan dengan kedatangan Sasa ke kantor, dengan penampilan Sasa yang tidak biasanya. Karena, Sasa memakai dress yang sangat pas di tubuhnya, make up tipis yang menghiasi wajahnya. Belum lagi kaca mata hitam yang ia pakai, membuat Sasa terlihat masih sangat muda dan juga cantik. Bahkan ia bisa menggaet hati pemuda yang lebih muda dari dirinya, dengan penampilan seperti itu.
Tumben sekali istrinya berpenampilan seperti ini pikir Ramon, jangan-jangan istrinya ini habis berkencan ataukah ia sedang jatuh cinta pada pria lain, hingga ia berdandan sangat cantik seperti ini.
Astaga, perasaan Ramon mendadak tidak enak dan jantungnya pun gemetar membayangkan istrinya jatuh cinta pada pria lain. Dengan tidak sabar, Ramon pun langsung menghampiri Sasa yang sangat cantik ini.
"Sayangku, Sasako apa yang terjadi padamu? Apa kau salah minum obat? Ataukah kepalamu itu terbentur pohon cabe?" tanya Ramon pada Sasa sambil ia peluk dan sembunyikan wajah cantiknya itu.
"Aihh, Sasa udah cantik kaya gini masa disangka tabrakan sama pohon cabe, gak keren atuh. Coba tabrakannya sama Suga, pasti Sasa bakal pura-pura pingsan biar digendong," jawabnya sambil mengerucutkan bibirnya kesal, karena suaminya yang tampan ini malah memfitnahnya tabrakan dengan pohon cabe yang hanya setinggi lututnya.
"Apa? Suga? Siapa itu Suga? Apa dia selingkuhanmu?"tanya Ramon panik.
"Maunya sih gitu, cuman sayang Suganya gak mau sama Sasa," jawabnya sambil tertawa. Karena mana mungkin ia berselingkuh dengan artis dunia pikirnya.
"Astaga Sasa kau membuatku patah hati! Bagaimana kau bisa jatuh cinta pada pria selain pada suamimu? Memangnya siapa Suga itu, dimana rumahnya, aku ingin tahu!" tanya Ramon kesal.
__ADS_1
"Dia mah tetangganya Lee Min Hoo, udahlah gak bakal kenal juga atuh," jawabnya santai.
"Bagaimana aku bisa tenang, kalau istriku udah jatuh cinta pada pria lain!" Manusia Abon yang kudet ini sewot, akhirnya Sasa sadar kalau suaminya ini ternyata tidak mengerti candaannya.
Sasa pun mengambil ponselnya dan kemudian memperlihatkan siapa yang ia maksud dari tadi, setelah itu barulah suaminya yang kudet ini paham siapa yang Sasa maksud pria yang ia suka itu. Dan kini ia bisa bernapas dengan lega, karena tidak mungkin pria yang ada di ponselnya itu mau menjadi selingkuhan istrinya.
"Dasar Micin! Semakin hari pikiranmu itu semakin gurih saja!" Ramon langsung memijat kepalanya yang terasa pusing gara-gara istrinya ini.
"Ngomong-ngomong, ada apa kau datang kemari?" tidak biasanya kau datang tanpa memberitahu dan juga kau berdandan sangat cantik sekali. Aku kan jadi semakin mencintaimu." Ramon berucap sambil menarik pinggang Sasa yang ramping itu.
"Tapi kau terlihat sangat cantik sayang,"
"A Abon mau bikin adik buat Rasya?" pertanyaan Sasako ini malah membuat pisang tanduk milik Ramon berdiri tegak tanpa diminta.
"Memangnya kau mau?" tanya Ramon antusias karena tawaran istrinya ini adalah sumber energi untuknya.
__ADS_1
"Enggak ahh, nanti di rumah aja. Masa mau ngadon di kantor, kalau ada yang lihat gimana? Sasa gak rela gagang sapu milik suami Sasa diobral terus keliatan sama karyawan di sini,"
"Pintunya akan aku tutup, jadi tidak akan ada yang melihat kita,"
"Nggak mau, Sasa bilang nanti aja di rumah. Emang A Abon gak malu itu gagang sapunya keliatan sama A Ivan?"
"Apa! Astaga aku lupa jika ada dia di sini," gumam Ramon.
Sedangkan Ivan yang sedari tadi hanya bisa mengusap perutnya yang mual karena melihat kebodohan bosnya ini.
'Sejak dulu mata Abon itu memang rusak jika sudah ditaburi micin,' Ivan hanya bisa membatin melihat Ramon yang selalu konyol jika sudah berada didekat Sasa.
***
Jangan lupa votenya ya sayaaaaangg 😚😚😚
__ADS_1