Mertua Vs Menantu

Mertua Vs Menantu
Bab 31


__ADS_3

"Lalu kenapa kau menyuruh putriku bekerja!" sewot asisten pelit ini.


"Aku tidak menyuruhnya," bantah menantu kurang berbakti.


"Iya Pah, Rasya tidak menyuruhku bekerja. Ini semua atas keinginanku," ucap Sabrina, karena memang benar adanya jika Sabrina bekerja atas keinginannya sendiri, bukan karena Rasya yang memintanya.


Tatapan asistent pelit pun langsung beralih pada Sabrina, ia menatap heran pada putrinya ini. "Kenapa kau ingin bekerja sayang, kau tidak boleh bekerja dan tinggallah di rumah,"


"Aku bosan Pah, lagi pula untuk apa Papa menyekolahkan aku jika hanya untuk duduk dan diam. Setidaknya manfaatkanlah sedikit kemampuanku, agar aku merasa berguna," jawab Sabrina.


Mendengar jawaban dari putrinya, pandangan Bagas kini mengarah pada Rasya. Seperti biasa pandangannya pada sang menantu selalu tak bersahabat dan seperti sedang mengajak berduel.


'Jika saja aku tak mencintai putrinya, sudah aku jadikan mertua goreng makhluk pelit ini,' batin Rasya.


"Jangan mengumpatku dalam hati, atau aku telan kau!"


"Tidak," elak Rasya.


'Sebenarnya aku ingin melakukan lebih dari itu,'


"Aku tahu kau berbohong bocah Abon!"


'Kalau iya memangnya kenapa?'


"Sudahlah Pah, jangan membuat keributan,"


"Astaga, apa yang kalian lakukan!" mereka bertiga langsung melihat kearah Regan yang sedang bertolak pinggang melihat mereka bertiga.


"Maaf Tuan, gara-gara Abon ini konsentrasiku jadi hilang,"


"Cepatlah kalian semua masuk!" kesal Regan yang melihat mereka hanya berdebat setiap kali bertemu.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya segera masuk ke dalam ruang meeting. Dan di sana ternyata semua orang sudah berkumpul. Dimana ada Reby, Arkana dan juga tak ketinggalan Deo serta para asisten mereka. Hari ini adalah hari yang penting, karena mereka akan membahas proyek baru mereka. Dan proyek ini cukup besar, karena melibatkan banyak pengusaha dan juga pebisnis dari perusahaan-perushaan besar.


Saat Rasya dan Sabrina masuk kedalam ruangan itu, mereka semua langsung menatap ke arah Rasya dan Sabrina sambil menggelengkan kepalanya. Menatap heran dan juga berpikir jika pantas saja jika mereka datang terlambat. Karena mungkin mereka mengadon bayi terlebih dahulu pikirnya.


"Pantas saja dia terlambat, ternyata dia membawa amunisinya ke kantor," ejek Arkana.


"Maksudmu, sumber nutrisi?" ralat Reby pada Arkana.


"Ya begitulah, apa Abon cerewet ini sampai selemas itu. Sampai membawa penyemangat hidupnya bekerja," jawab Arkana sambil menggelengkan kepalanya.


"Sebenarnya Abon ini mau bekerja atau mau bercinta, di kantor," sambung Deo yang merasa cemburu saat melihat gadis yang ia cintai datang bersama dengan suaminya. Jantung dan hatinya langsung matang saat melihatnya. Kenapa harus dengan Sabrina, kenapa tidak wanita galak itu saja yang datang dengan Rasya. Oh ya ampun, kenapa Deo jadi mengingat Inaya. Dan merasa aneh karena sudah hampir satu minggu ini, ia tak melihat keberadaan gadis galak itu.


Menyebalkan ...


Mendapatkan tatapan yang aneh dari para sahabatnya, Abon ini pun langsung menegur mereka. Ia tak habis pikir pola pikir mereka. Memangnya apa yang aneh jika Sabrina bekerja.


"Kenapa kalian melihatku seperti itu?" tanyanya


"Memangnya kenapa? tanya Reby datar.


"Astaga aku lupa jika di sini ada jomblo," ucapnya sambil terbahak-bahak, sampai Regan menghentikannya.


"Berisik sekali kau! Sebaiknya kau tutup mulutmu atau aku jadikan kau Abon rebus!" sentak Regan, manusia Kanebo ini selalu sakit kepala jika melihat keponakan micinnya. Ia sangat bersyukur jika putranya sangat mirip dengannya dan tidak mirip dengan ratu ubur-ubur Istrinya. Jika tidak, pasti kepalanya akan meledak karena harus menghadapi makhluk - makhluk ajaib.


Rasya pun kemudian menutup mulutnya, karena jika makhluk kanebo sudah buka mulut, sudah dipastikan jika semburan lahar panas akan keluar dari mulut beracunnya.


*


*


*

__ADS_1


Sepanjang meeting, Rasya dan Deo sama sekali tidak bisa berkonsentrasi. Jika Deo tidak bisa berpikir karena merasa cemburu, lain halnya dengan Rasya yang merasa tidak tenang karena Dora Emon itu terus menatap wajah istrinya. Ia tidak rela jika wajah cantik Istrinya terus dipandang oleh orang lain. Inilah salah satu alasan Rasya yang tidak setuju Sabrina bekerja, ia tidak suka ada orang yang mengagumi Istrinya selain dirinya sendiri.


Ingin sekali ia membawa Sabrina keluar dari ruangan ini dan keluar serta membawanya pulang, ia akan mengurung Istrinya ini di rumah saja.


Saat meeting berlangsung orang yang mereka tunggu-tunggu akhirnya datang juga, yaitu salah satu kolega baru perusahaan mereka. Dia adalah seorang pria seusia Regan dengan tampilan yang terlihat sangat sempurna. Tampan bertubuh atletis dan penampilannya sangat luar biasa, mereka semua berpikir jika orang itu pastilah bukanlah orang sembarangan.


"Perkenalkan semua, ini adalah rekan bisnis kita yang baru. Mulai hari ini akan ikut bekerja sama dengan perusahaan kita. Dia adalah Tuan Samuel, dari Arthur Group," ucap Regan.


Mereka semua kagum pada penampilannya, tapi merasa risih pada penampilan dari perempuan muda yang ada di sampingnya. Bagaimana tidak, mereka semua dikejutkan oleh buah mangganya yang sangat besar dan woooww sekali. Bahkan mereka mengira jika buah mangga itu adalah bola volly yang salah alamat, karena menempel di dada Angel. Astaga ... mereka bahkan terus menunduk karena jika melihat ke samping maka semua pria tampan ini akan berujung pandang-pandangan. Dan itu sangat menggelikan untuk para penerus 3R itu.


Akan tetapi, Sabrina merasa jika ia pernah melihat pria yanga di hadapannya kini. Tapi dimana ia bertemu, karena ia juga lupa pernah bertemu dengannya dimana. Ataukah hanya perasaannya saja, Sabrina pun terus memandangnya. Karena ia sangat penasaran pada pria itu.


"Perkenalkan, Aku Samuel. Senang bisa bekerja sama dengan kalian, dan kenalkan dia adalah Angel asistentku," ucapnya sangat ramah akan tetapi terlihat sangat berwibawa. Pembawaannya sangat tenang dan kalem.


"Astaga, kau lihat itu balon heliumnya. Apa ia tidak takut meledak, jika tertusuk jarum," bisik Sony pada Deo.


"Bukankah pacarmu, juga balon heliumnya sangat besar," jawab Deo yang membicarakan Livia pada Sony. Langsung saja, Sony menendang kaki Deo yang panjang itu. Ia merasa heran kenapa semua orang mengira jika ia pacaran dengan Livia. Padahal ia dan Livia sama sekali tak mempunyai hubungan apa-apa.


"Dia bukan pacarku! Aku suka yang ori," bantah Sony, akan tetapi ia selalu curi-curi pandang karena ingin melihat mangga ranum yang masih terbungkus itu, berharap jika mereka mengintipnya.


"Bukankah dia ori?" tanya Deo.


"Mana aku tahu belum aku coba,"


"Astaga ..."


*


*


*

__ADS_1


Sambil nunggu novel Mimin up, mampir dulu di karya temen Mimim nih 😘😘😘



__ADS_2