Mertua Vs Menantu

Mertua Vs Menantu
Bab 50


__ADS_3

Semakin hari Bagas semakin Bagas pun semakin baik saja pada Rasya, membuat Rasya semakin heran. Hingga, akhirnya malam itu ia memutuskan untuk bertanya saja pada Bagas. Kenapa ia bisa bersikap sebaik itu padanya. Apakah itu adalah salam perpisahan ataukah karena memang ia sudah berubah.


Saat Bagas sedang menyelesaikan pekerjaannya di ruang kerja, Rasya pun datang menghampirinya untuk mengajaknya berbicara. Ia ingin bicara pada mertuanya ini karena merasa sangat penasaran dengan perubahan sikapnya.


Menyadari jika Rasya mendekat, wajah manis Bagas pun langsung ia pasang agar menantunya ini bahagia. Sejak ia sering tersenyum, bibirnya kini menjadi otomatis bergerak untuk melengkung, dan memperlihatkan senyumannya yang sangat manis. Untung saja giginya tidak masuk angin karena sering terlihat akhir-akhir ini.


"Woahh ada menantuku tersayang rupanya," ucap Bagas dengan memamerkan barisan giginya yang rapi.


"Sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan pada Papa,"


"Ada apa? Apa kau akan mengajakku berbisnis?" tanya Bagas.


"Tidak bukan itu,"


"Oh astaga, aku lupa jika menantuku ini orang kaya,"


"Aihh, bukan itu maksudku,"


"Lalu?"


"Begini, berhentilah membuat bulu kakiku merinding setiap hari! Apa kau tidak kasihan padaku. Setiap hari kepalaku penuh dengan pertanyaan tentang kenapa dengan dirimu, apa kau sudah minum racun yang salah?" Akhirnya Rasya pun mengungkapkan perasaannya yang selama ini ia pendam. Sungguh ia sangat penasaran karena perubahan drastis dari papa mertuanya.


Di tanya seperti itu, akhirnya Bagas pun menghela napas kasar. Antara mengatakan yang sebenarnya ataukah menahannya dan membuat menantunya merinding karena penasaran.


Akan tetapi lebih baik ia pun mengatakan yang sebenarnya saja, daripada setiap hari ia harus pura-pura terus tersenyum. Itu sangat membuatnya tidak nyaman.


"Begini, sebenarnya semua ini bukan karena keinginanku. Tapi semua karena keinginan putriku tersayang, yang menginginkanku selalu berbuat dan bersikap baik padamu. Bukan hanya kau yang merinding dan merasa tidak nyaman, asal kau tahu saja aku juga sangat tidak nyaman jika setiap kali harus tersenyum saat melihatmu. Bibirku pegal dan gigiku kering! Menyebalkan!"


"Kalau begitu hentikan!"


"Oke, aku akan menghentikannya sekarang juga. Tapi katakan pada Sabrina jangan coba-coba mencarikan suami untuk istriku, dan mencari papa baru untuknya. Aku tidak rela melakukan hal itu padaku!" ucap Bagas.


"Oh jadi hanya karena hal itu, kau berbuat baik padaku. Astaga, kau memang benar-benar luar biasa. Papa takut mama mertua menikah lagi rupanya, dasar cemen!" ejek Rasya.

__ADS_1


Mendapat ejekan dari menantunya sungguh ia ingin sekali mengunyahnya sekarang juga, enak saja dia mengatakan jika Bagas yang gagah perkasa adalah seorang pria cemen. Tak tahukah ia, jika di usianya yang sudah tak muda lagi, ia masih sanggup menggarap kebun sampai beberapa ronde. Sungguh sangat-sangat tidak sopan pikirnya.


"Kau bilang apa? Aku cemen? Dasar menantu kurang garam! Jika istrimu yang menikah lagi bagaimana?" sewot makhluk pelit itu.


"Jangan sembarangan! Aku tidak akan membiarkan istriku mencari suami baru!"


"Kau sendiri saja takut, tapi malah berani mengejekku!"


"Aku takut kehilangan istriku, Papa pelit!"


"Aku juga!"


Mereka pun terdiam sejenak untuk mengambil napas dan menetralkan otaknya. Dan bodohnya mereka saling pandang dan kemudian tertawa bersama.


"Dasar bodoh!" ucap Bagas


"Papa pelit juga bodoh!"


"Kau juga," balas Rasya.


"Hei Abon kenapa kita tidak berdamai saja, memangnya kau tidak lelah selama ini bermusuhan denganku?"


"kau yang memusuhiku bukan aku, apa kau lupa papa mertua?"


"Benar juga, baiklah mulai saat ini kita berdamai saja. Kita akan menjadi menantu dan mertua yang baik,"


"Oke, deal!" ucap Rasya m mengeluarkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Bagas. Dan Bagas pun menyambut kelurahan tangan menantunya itu.


"Deal! Mulai saat ini kita damai dan tidak bermusuhan lagi,"


"Oke!"


Saat mereka berdua sedang berjabat tangan, Sabrina dan Siena pun masuk sambil tersenyum. Dan kemudian Sabrina memeluk Rasya dengan sayang, membuat pisang tanduk milik Abon ini tiba-tiba terbangun dan mengajaknya bermain.

__ADS_1


"Rasya, aku sangat bahagia. Kau tahu tidak kalau sebentar lagi kita akan punya bayi,"


"Apa!" jawab Bagas dan Rasya bersamaan, mereka berdua terkejut mendengarnya. Jika orang yang mereka sayangi kini tengah berbadan dua.


"Jadi aku akan jadi ayah?"


"Dan Papa akan menjadi kakek muda?".


Semua orang berdecih mendengar Bagas mengatakan, jika ia akan menjadi Kakek muda.


"Aku sangat bahagia sayang, karena di saat kabar ini datang. Aku dan Papamu sekarang sudah akrab,"


"Bukan akrab tapi akur!" ralat Bagas.


"Terserah!" jawab Rasya, mereka semua pun tertawa dengan tingkah mereka. Tak pernah mereka duga jika mereka akan menjadi keluarga yang bahagia. Rasya bisa memiliki perempuan yang ia cintai, dan juga bisa berdamai dan menaklukkan hati Bagas yang terkenal keras.


Ia bahagia karena perjalanan cintanya, mampu membawanya kedalam kebahagiaan bersama dengan keluarga barunya.


~Tamat~


****


Ceritanya aku tamatin ya karena memang mereka udah bisa damai dan hidup berdampingan 🥰 untuk cerita Deo dan Inaya, nanti aku bikin di buku yang berbeda. Itu karena salah satu dari aturan baru dari sini juga, maaf kalau selama menulis ada salah kata ataupun ucap yang membuat kalian tersinggung 🙏🙏🙏 Maaf juga, gak bermaksud bikin alur yang sama, karena tadinya novel ini hanya untuk hiburan semata. Hanya cerita ringan tentang sebuah keluarga ❤️.


Mungkin nanti Mimin bakal bikin novel yang berbeda dan semoga kalian tetap suka ya 😘😘😘. Makasih semuanya, makasih buat yabg yang udah ngikutin cerita aku dari awal sampai akhir Love you buat semuanya 😘😘❤️.


Mimin bakal fokus dulu di cerita BEAUTIFUL BOY (Suamiku Pria Cantik)❤️


***


Mampir juga di cerita temen aku ya 🥰


__ADS_1


__ADS_2