Mertua Vs Menantu

Mertua Vs Menantu
Bab 48


__ADS_3

Setelah mendapatkan protes dari sang istri dan juga anaknya, Bagas pun akhirnya mengalah untuk mencoba bersikap baik pada menantunya itu. Karena ia tidak mau jika istrinya sampai mencari suami baru, untuk ia jadikan ayah untuk putri kesayangannya. Astaga, membayangkan saja Bagas sudah merinding. Bagaimana jika hal itu sampai terjadi, otak dan hatinya tak mampu walaupun sekedar membayangkan.


"Baiklah, baiklah ... aku akan bersikap baik pada Abon itu. Dan aku akan bicara semanis mungkin untuk membahagiakannya. Hingga hatinya nanti terlihat sangat imut karena aku terlalu membahagiakannya," ucap Bagas.


"Papa janji?"


"Kapan Papamu ini berbohong padamu, sayang?"


"Awas saja jika Papa berbohong, aku akan langsung mencarikan Mamah suami baru!" ancam Sabrina. Ia sangat tahu jika Bagas sangat mencintai Siena, dan tak akan rela jika ada pria yang mendekati Istrinya, yang masih terlihat sangat cantik itu. Belum lagi body goalnya, yang membuat Bagas ingin menengok lahannya setiap hari.


"Astaga! Sudahlah jangan macam-macam, lagi pula Papa sudah berjanji. Dan sebagai pria sejati Papa tidak akan berbohong padamu. Sebaiknya sekarang kau tidur dan temui bayi besarmu," titah Bagas.


"Baiklah, silakan lanjutkan kembali kegiatan kalian," ucap Sabrina dan kemudian dia pun pergi meninggalkan kamar Bagas dan juga Siena.


*


*


*


Saat Sabrina masuk ke dalam kamarnya, ia melihat jika Rasya terbangun. Sabrina pun kemudian menghampiri suaminya dan ia duduk di samping Rasya. "Apa kau memerlukan sesuatu?" tanya Sabrina

__ADS_1


"Tidak, aku hanya merasa terkejut karena saat aku membuka mata kau tidak ada di sampingku," jawab Rasya.


"Oh, tadi aku pergi ke dapur untuk minum," bohong Sabrina, ia tidak mau jika suaminya mengetahui, kalau ia baru saja menemui orang tuanya dan membicarakan tentang sikap Bagas terhadapnya. Sabrina ingin semuanya terlihat natural dan tidak terkesan dibuat-buat.


"Oh, kemarilah ayo kita tidur. Aku tidak bisa tidur nyenyak jika aku tidak memelukmu," ucap Rasya dan kemudian ia pun menarik Sabrina agar masuk kedalam pelukannya yang hangat


*


*


*


Keesokan harinya, Bagas sedang berlatih untuk bersikap manis pada menantunya. Jika saja bukan karena keinginan istri dan anaknya ia malas bersikap manis kepada abon yang selalu membuat kepalanya pusing itu.


"Apa perlu aku mau makan gula agar ucapannya keluar dari mulutku ini terasa manis telinganya?" gumam Bagas,


"Ahhh dasar merepotkan saja! Kenapa pula dia harus bersikap manja seperti itu, dia bersikap seolah Ia adalah seorang bayi besar saja, padahal padahal dia adalah abon mini bertubuh kingkong,"


Dari pada ia merasa pusing dengan pemikirannya sendiri lebih baik ia segera mempraktekkan diri, sebagai mertua yang baik hati.


Saat Bagas keluar dari kamarnya, dan menuruni tangga ia melihat jika menantu kesayangannya. Lebih tepatnya, jika terpaksa mendadak sayang pada menantunya.

__ADS_1


"Selamat pagi semuanya, dan selamat pagi menantu? Bagaimana keadaanmu hari ini. Apa semuanya baik-baik saja? Apa sarapan hari ini tidak membuatmu mual?" tanya Bagas, justru saat ini ialah yang mendadak menjadi mual karena bertanya seperti itu kepada Rasya.


"Tidak masalah, semuanya baik-baik saja," jawab Rasya dan kemudian memakan salad buatan Sabrina.


"Oh baguslah, Papa sangat senang mendengarnya. Jika kau membutuhkan apapun kau tidak perlu sungkan untuk mengatakannya," ucapan Bagas, justru malah membuat menantunya ini merinding.


Rasya yang merasa aneh dengan tingkah mertuanya ini langsung berbisik pada istrinya. "Sayang, apa Papamu tidak salah makan obat. Ataukah dia sudah memakan sesuatu yang membuat otaknya rusak. Memakan biji salak misalnya?"


"Apa kau bilang?"


"Masalahnya otak Papamu sepertinya sedang tidak baik-baik saja,"


Mendengar ucapan suaminya, ia malah menghela napas kasar. Di saat Papanya sedang mencoba untuk berubah. Justru ia malah dianggap sebagai makhluk aneh oleh suaminya.


"Oh ya ampun..."


*


*


*

__ADS_1


Mampir di karya temen aku juga yukk 🥰🥰🥰



__ADS_2