Mertua Vs Menantu

Mertua Vs Menantu
Bab 40


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Deo yang sudah tidak sabar ingin membicarakan hal ini pun langsung saja mengajak orang tuanya untuk bicara. Danisa dan David yang tak menaruh curiga pada Deo pun, mengira jika anaknya sudah tak sabar ingin menikah dengan Inaya. Mereka berdua sangat bahagia karena akhirnya anaknya yang kurang garam ini mau menikah juga. Jujur saja mereka takut jika anaknya yang patah hati ini akan menjadi perjaka tua.


Mereka kini berkumpul di ruang keluarga untuk membicarakan hal ini. "Apa yang kau ingin bicarakan? Apa kau ingin pesta pernikahanmu dipercepat?" tanya David sangat bersemangat membicarakan masalah pernikahan anaknya.


Deo mulai menghela napas kasar, sebenarnya ia merasa bingung antara mengatakannya atau tidak. Akan tetapi ia tak mungkin diam saja di saat masa depannya sedang di pertaruhkan. Ia tak mau menikah dengan Inaya yang ia kenal sebagai gadis yang galak dan juga sangat jutek. Dan yang pasti mereka berdua bermusuhan. Deo tidak ingin menikah dengan musuhnya. Apa jadinya jika ia menikah dengan seorang yang setiap kali ia harus bertengkar saat bertemu. Pasti setiap hari akan ada peperangan saat di rumah, kapan mereka akan bercocok tanam jika mereka seperti itu. Tidak mungkin jika pisang tanduk miliknya akan selamanya membujang pikir Deo.


"Begini Pih, sebenarnya aku ingin membatalkan pernikahan ini. Karena aku tak mau menikah dengan Inaya," ucap Deo mantap, lebih baik ia dimarahi sekarang daripada ia harus bertengkar setiap hari dengan Inaya nanti.


"Apa!" Danisa terkejut dengan penuturan putranya yang tiba-tiba menolak Inaya di saat mereka semua sudah setuju. Bahkan saat di mobil tadi, Danisa dan Sintia sudah saling berbagi pesan, jika mereka akan dengan segera menyiapkan pernikahan antara Deo dan juga Inaya. Tapi sekarang tiba-tiba putranya ini ingin membatalkan pernikahan. Oh tidak, Danisa akan sangat malu dengan apa yang terjadi. Ia tak mau mengecewakan sahabatnya dan juga keluarganya. Karena rencana perjodohan dan pernikahan ini sudah ia beritahukan kepada keluarga besar Darma.


"Kenapa kau ingin membatalkan pernikahan ini dengan mendadak seperti ini! Jangan katakan jika kau masih menginginkan istri dari Abon mini itu!" kesal David. Deo berdecak sebal mendengar ucapan dari ayahnya ini. Kenapa Suneo ini tidak bisa berbaik sangka pada Doraemon yang sudah bertaubat.

__ADS_1


"Aku tidak mau menikah dengannya karena aku tidak mencintainya! Aku tidak mau menikah dengan gadis galak seperti dia. Astaga bagaimana nasibku nanti!" ucap Deo pura-pura frustasi berharap jika Danisa akan membatalkan pernikahan ini.


Namun, sayangnya sepertinya Danisa sama sekali tidak tersentuh dengan apa yang dilakukan Deo. Karena saat ini yang ia pikirkan adalah nama baik keluarga dari suaminya ini.


"Tidak bisa Deo! Kau harus tetap menikah dengan Inaya! Kau tidak bisa membatalkan rencana yang sudah Mami susun dengan begitu rapinya. Kasihanilah Mamimu ini Deo, Mami sudah membicarakan masalah ini dengan keluarga besar kita. Jangan membuat Mami malu, Mami mohon ..."


"Apa! Kenapa Mami tidak membicarakan hal ini denganku!"


"Jangan pura-pura lupa! Mami sudah membicarakan masalah ini semua denganmu, dan kau bilang semua terserah Mami. Karena kau akan menikah dengan gadis pilihan Mami!" jawaban Danisa adalah pukulan telak untuk Deo. Karena memang begitu adanya, ya ... karena saat itu ia tak pernah berpikir jika gadis yang akan dijodohkan dengannya adalah Inaya.


"Pokoknya kau akan tetap menikah dengan Inaya! Apapun alasannya!"

__ADS_1


"Mam ..."


"Sayang," rengek Danisa pada David, habislah sudah jika Maminya sudah meminta pada David. Karena apa yang David ucapkan adalah mutlak dan tak bisa ditolak.


"Kau menikah dengannya, atau aku akan mencari pewaris baru. Bersiaplah untuk kehadiran adik barumu!" ucap David penuh penekanan. Karena sejak dulu, ia sangat tidak ingin mempunyai adik.


"Apa!"


"Dan bersiaplah untuk tidak bekerja di kantor lagi,"


"Oh ya ampun ..."

__ADS_1


***


Votenya kasih buat Zavier ya 😚😚😚


__ADS_2